Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Puan Minta Kekuatan APBN Dikaji

Kanama
Selasa, 22 September 2026 19:06:44

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Wacana pendidikan gratis mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi negeri (PTN) mendapat perhatian Ketua DPR RI Puan Maharani. Ia menilai rencana tersebut perlu dikaji secara menyeluruh, terutama dari sisi kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Puan menyampaikan hal itu saat menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan biaya pendidikan di sekolah negeri hingga universitas negeri dapat digratiskan.

"Kita kaji dulu bagaimana manfaatnya dan bagaimana kekuatan daripada APBN," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/09/2026).

Baca: Prabowo ke Rusia, Putin Beri Kehormatan Khusus di Eastern Economic Forum

Menurut Puan, pembahasan mengenai pendidikan gratis perlu mempertimbangkan kondisi fiskal negara serta situasi global yang sedang berkembang. Kajian tersebut dinilai penting agar kebijakan yang nantinya diterapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Puan juga mengingatkan bahwa pendidikan pada jenjang SD dan SMP negeri saat ini sudah mendapatkan pembebasan SPP. Karena itu, perlu dilihat kembali bagaimana bentuk perluasan kebijakan tersebut hingga jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

Baca: Kemendagri dan BGN Perkuat Kolaborasi, Pemda Diminta Maksimalkan Dukungan Program MBG

"SD dan SMP kan, SPP sudah gratis. Jadi, ya ke depannya kita lihat dulu dengan situasi global seperti ini dan bagaimana kekuatan APBN, ya kita akan lihat seperti apa. Tentu saja sebesar-besarnya adalah bagaimana itu bermanfaat buat bangsa dan negara," ucapnya.

Prabowo Dorong Pendidikan Negeri Gratis

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana untuk menggelar rapat terbatas guna membahas kebijakan biaya pendidikan negeri.

Baca: Kejagung Periksa 16 Saksi, Penyidikan Dugaan Korupsi MBG Terus Bergulir

Prabowo menyatakan biaya pendidikan pada jenjang SD, SMP, SMA hingga universitas negeri harus dapat digratiskan.

"Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis," ungkap Prabowo.

Baca: Bahlil Tanggapi Pujian Prabowo, Pilih Buktikan Kinerja Lewat Kerja Nyata

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (18/09/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung sumber pembiayaan untuk merealisasikan program pendidikan gratis tersebut. Ia menyebut pengembalian uang negara hasil tindak korupsi dapat menjadi salah satu sumber yang digunakan untuk kepentingan rakyat.

"Nanti, nanti, nanti akan nanti akan ada yang bertanya. 'Dari mana uangnya?' Uangnya yang dikorupsi, yang dinyolong, yang dicuri," tuturnya.

Baca: BGN Perketat Pengawasan MBG, Siapkan Label Waktu dan Sanksi untuk Dapur

Kebutuhan Anggaran Mulai Dikalkulasi

Rencana pendidikan gratis hingga PTN juga telah masuk dalam pembahasan pemerintah dan DPR. Wakil Ketua Komisi X DPR RI sebelumnya menyebut kebutuhan anggaran untuk pendidikan gratis SD dan SMP negeri dapat mencapai lebih dari Rp300 triliun.

Baca: Jawa Tengah Berpeluang Raup Insentif Fiskal Usai Dijajaki Jadi Mitra Strategis IKN

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan penghitungan kebutuhan anggaran apabila biaya kuliah di PTN digratiskan.

Dalam perhitungan tersebut, kebutuhan anggaran disebut mencapai sekitar Rp93,74 triliun untuk membiayai 2,83 juta mahasiswa PTN pada jenjang vokasi dan akademik.

Dengan adanya kebutuhan anggaran tersebut, pembahasan mengenai kemampuan APBN menjadi salah satu faktor penting sebelum kebijakan pendidikan gratis diperluas.

Baca: Guru Bersertifikat Terancam Gagal Terima TPG, Status Dapodik Berubah Jadi Tendik

Pemerintah dan DPR kini perlu mengkaji skema pembiayaan, sasaran penerima manfaat serta keberlanjutan program agar kebijakan pendidikan gratis dapat berjalan sesuai kemampuan fiskal negara. (SM)



Terkait
Syahrul Aidi Maazat Kecam Penghadangan UAS di Kutai Barat, Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama
Syahrul Aidi Maazat Kecam Penghadangan UAS di Kutai Barat, Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama
Dorong Pendidikan Vokasi, Hendry Munief Minta Pemerinta
Masalah BPJS Bersumber dari Belum Solidnya DTSEN: Komis
Guru Besar IPB Desak Dapur MBG Lebih Banyak Dikelola UM
Lainnya
Satpol PP Bengkalis Siap Tegakkan Aturan Aktifitas Selama Ramadhan
Satpol PP Bengkalis Siap Tegakkan Aturan Aktifitas Selama Ramadhan
Ridwan Tulus: Banyak Wwarga Inggris Tertarik Bberlibur
BNN Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia di Dumai, 9 Kg Sa
Mantan Ketua DPRD Seluma Bengkulu Dituntut Dua Tahun Pe
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I