Prabowo Dorong Rekrutmen TNI-Polri Tak Lagi Hanya Ukur Fisik

Kanama
Kamis, 8 Oktober 2026 09:31:36

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendorong perubahan dalam sistem rekrutmen TNI dan Polri agar tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan fisik. Faktor intelektual dinilai semakin penting untuk menjawab tantangan pertahanan dan keamanan yang terus berkembang.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (07/10/2026).

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menjelaskan, Presiden menginginkan proses penerimaan personel TNI-Polri dilakukan secara lebih profesional dengan mempertimbangkan kemampuan intelektual calon.

Baca: Green Policing Diperkenalkan, Kapolda Riau Bekali Taruna Akpol

"Harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual," kata Dudung seusai pertemuan.

Salah satu contoh yang disampaikan Dudung berkaitan dengan calon anggota TNI atau Polri yang menggunakan kacamata. Menurut dia, kondisi tersebut tidak harus menjadi penghalang apabila calon memiliki kemampuan intelektual yang baik.

Baca: Prabowo Reshuffle Kabinet, Bahlil hingga Listyo Sigit Dapat Jabatan Strategis Baru

"Jadi kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pintar," ujarnya.

Hadapi Tantangan Perang Modern

Perubahan pendekatan dalam rekrutmen tersebut berkaitan dengan perkembangan ancaman keamanan yang semakin kompleks. Menurut Dudung, tantangan ke depan tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga melibatkan teknologi.

Baca: Malam Tadi Gunung Marapi Erupsi Lagi, Hujan Abu Guyur Bukittinggi dan Agam

Perang hibrida dan penggunaan drone menjadi bagian dari perkembangan teknologi yang harus diantisipasi oleh TNI dan Polri. Kondisi tersebut membuat kualitas sumber daya manusia menjadi semakin penting.

"Karena tantangan ke depan ini kan, perang itu kan, perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentrasi Bapak Presiden," ujarnya.

Baca: Peringatan Keamanan Arab Saudi Meningkat, Begini Kondisi Umrah Jemaah Indonesia

Karena itu, peningkatan profesionalisme personel juga menjadi perhatian Presiden. Pendidikan dan latihan dinilai perlu terus diperkuat agar kemampuan prajurit dan anggota kepolisian dapat menyesuaikan dengan perkembangan situasi global.

" Kemudian juga tentang situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan bagaimana profesionalisme prajurit harus meningkatkan, baik pendidikan maupun latihan. Jadi itu yang menjadi sentral menurut saya," kata Dudung.

Arahan Prabowo tersebut menunjukkan adanya dorongan untuk menyesuaikan pola rekrutmen TNI-Polri dengan kebutuhan zaman. Kemampuan fisik tetap menjadi bagian penting dalam seleksi, namun kemampuan intelektual juga dinilai semakin diperlukan dalam menghadapi tantangan keamanan berbasis teknologi.

Baca: Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penting?

Adapun mengenai penggunaan kacamata bagi calon anggota TNI dan Polri, pernyataan tersebut merupakan arahan dalam taklimat. Ketentuan teknis mengenai persyaratan kesehatan dan standar seleksi tetap bergantung pada aturan resmi masing-masing institusi. (SM)



Terkait
Putusan MK Tegaskan MBG Tetap Konstitusional, Pemerintah dan DPR Diminta Segera Pisahkan Anggaran
Putusan MK Tegaskan MBG Tetap Konstitusional, Pemerintah dan DPR Diminta Segera Pisahkan Anggaran
Utang Rp2,8 Triliun, Aset Perusahaan Udang Kaesang Tak
Purbaya Akui Merasa Berdosa Pangkas Dana Bagi Hasil unt
Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data
Lainnya
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Momen Sumpah Pemuda, PJ Wako Pekanbaru Tetapkan Oktober
Pasang Laut Masih Meluap di Suak Indrapuri Aceh Barat
Sumsel Kirim 21 Ton Beras Dan Dapur Umum Bantu Korban T
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Kriminal
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua T
Pendidikan
Mendikdasmen Siapkan Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027
Mendikdasmen Siapkan Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027
Baznas Kampar Siapkan Dukungan Pendidikan untuk Alumni
Kualitas Udara Memburuk, Sekolah Pekanbaru Kembali Tera
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I