Puan Buka Suara soal Wacana Penggabungan BMKG dan Badan Geologi
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Wacana penggabungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan Badan Geologi mendapat perhatian Ketua DPR RI Puan Maharani. Ia meminta pemerintah melakukan kajian secara menyeluruh sebelum memutuskan integrasi kedua lembaga tersebut.
Wacana tersebut sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas mengenai penanganan bencana yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (07/09/2026).
Prabowo mempertimbangkan integrasi BMKG dan Badan Geologi sebagai bagian dari upaya memperkuat pemantauan serta mitigasi potensi bencana di Indonesia. Namun, hingga kini belum ada keputusan final terkait penggabungan kedua lembaga tersebut.
Baca: Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing
Puan menilai rencana tersebut perlu dikaji terlebih dahulu karena BMKG dan Badan Geologi memiliki tugas serta fungsi yang berbeda.
"Kami meminta itu untuk dikaji dulu apakah itu diperlukan, karena penugasannya dan tugasnya itu berbeda-beda," kata Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (08/09/2026).
Baca: Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
Menurut Puan, DPR RI pada prinsipnya dapat memberikan dukungan apabila hasil kajian menunjukkan bahwa penggabungan tersebut mampu membuat sistem pemantauan dan penanganan bencana menjadi lebih efektif.
"Kalau itu dianggap memang akan lebih efektif, ya tentu saja DPR akan mendukung hal tersebut. Jadi lebih baik dikaji dulu dan pengkajiannya itu harus memang bermanfaat," tuturnya.
Prabowo Soroti Posisi Indonesia di Ring of Fire
Baca: Polda Metro Sebut Jakarta Tetap Aman, Aktivitas Warga Berjalan Normal
Dalam rapat terbatas penanganan bencana, Prabowo menyinggung posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau ring of fire. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai bencana geologi, termasuk aktivitas gunung api.
Prabowo menyampaikan pemerintah telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan akan terus memantau perkembangan potensi bencana di sejumlah wilayah.
Baca: Karyawan Akui Pinjamkan KTP dan ATM demi Uang, Sidang Korupsi Klaim BPJS Ungkap Modus Baru
"Sementara saya lihat kita sudah buat maksimal, ini semua menjadi bahan untuk kita merencanakan langkah-langkah ke depan," kata Prabowo.
Ia juga menyoroti aktivitas erupsi yang terjadi di sejumlah daerah.
"Sementara kita kan ada di ring of fire, kita siap, ternyata kan erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus," sambungnya.
Baca: Istana Jelaskan Alasan Kenaikan Tukin TNI dan Pegawai Kemhan Lewat Perpres Baru
Dalam rapat tersebut hadir Kepala Badan Geologi Lana Saria dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani bersama sejumlah menteri serta pejabat terkait.
Prabowo kemudian menyampaikan kemungkinan adanya integrasi antara Badan Geologi dan BMKG. Namun, gagasan tersebut masih sebatas pertimbangan dan belum menjadi keputusan pemerintah.
Baca: Mendagri Akan Bedah APBD Daerah yang Klaim Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
"Kepala Badan Geologi nanti saya kira kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi ya nanti kita bahas itu," imbuhnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih membuka ruang pembahasan mengenai bentuk kelembagaan yang paling efektif untuk memperkuat sistem pemantauan dan mitigasi bencana nasional. (SM)
