Puan Buka Suara soal Wacana Penggabungan BMKG dan Badan Geologi

Kanama
Selasa, 8 September 2026 11:55:00

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Wacana penggabungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan Badan Geologi mendapat perhatian Ketua DPR RI Puan Maharani. Ia meminta pemerintah melakukan kajian secara menyeluruh sebelum memutuskan integrasi kedua lembaga tersebut.

Wacana tersebut sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas mengenai penanganan bencana yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (07/09/2026).

Prabowo mempertimbangkan integrasi BMKG dan Badan Geologi sebagai bagian dari upaya memperkuat pemantauan serta mitigasi potensi bencana di Indonesia. Namun, hingga kini belum ada keputusan final terkait penggabungan kedua lembaga tersebut.

Baca: 8 Orang Hilang Saat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Polri dan Wartawan Gelar Doa Bersama

Puan menilai rencana tersebut perlu dikaji terlebih dahulu karena BMKG dan Badan Geologi memiliki tugas serta fungsi yang berbeda.

"Kami meminta itu untuk dikaji dulu apakah itu diperlukan, karena penugasannya dan tugasnya itu berbeda-beda," kata Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (08/09/2026).

Baca: Abu Anak Krakatau Meluas, 6 Bandara Ditutup Termasuk Husein Sastranegara

Menurut Puan, DPR RI pada prinsipnya dapat memberikan dukungan apabila hasil kajian menunjukkan bahwa penggabungan tersebut mampu membuat sistem pemantauan dan penanganan bencana menjadi lebih efektif.

"Kalau itu dianggap memang akan lebih efektif, ya tentu saja DPR akan mendukung hal tersebut. Jadi lebih baik dikaji dulu dan pengkajiannya itu harus memang bermanfaat," tuturnya.

Prabowo Soroti Posisi Indonesia di Ring of Fire

Baca: HNW Tegaskan Label ‘No Pork No Lard’ Bukan Jaminan Produk Halal

Dalam rapat terbatas penanganan bencana, Prabowo menyinggung posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau ring of fire. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai bencana geologi, termasuk aktivitas gunung api.

Prabowo menyampaikan pemerintah telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan akan terus memantau perkembangan potensi bencana di sejumlah wilayah.

Baca: Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI untuk Suku Dayak Disesuaikan, Panglima Tindak Lanjuti

"Sementara saya lihat kita sudah buat maksimal, ini semua menjadi bahan untuk kita merencanakan langkah-langkah ke depan," kata Prabowo.

Ia juga menyoroti aktivitas erupsi yang terjadi di sejumlah daerah.

"Sementara kita kan ada di ring of fire, kita siap, ternyata kan erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus," sambungnya.

Baca: DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan

Dalam rapat tersebut hadir Kepala Badan Geologi Lana Saria dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani bersama sejumlah menteri serta pejabat terkait.

Prabowo kemudian menyampaikan kemungkinan adanya integrasi antara Badan Geologi dan BMKG. Namun, gagasan tersebut masih sebatas pertimbangan dan belum menjadi keputusan pemerintah.

Baca: 15 Srikandi Polisi Militer Kawal Kirab Bendera Pusaka dari Monas Menuju Istana

"Kepala Badan Geologi nanti saya kira kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi ya nanti kita bahas itu," imbuhnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih membuka ruang pembahasan mengenai bentuk kelembagaan yang paling efektif untuk memperkuat sistem pemantauan dan mitigasi bencana nasional. (SM)



Terkait
Pengukuhan Paskibraka HUT ke-81 RI Dijadwalkan 15 Agustus, Latihan Dimatangkan di Istana
Pengukuhan Paskibraka HUT ke-81 RI Dijadwalkan 15 Agustus, Latihan Dimatangkan di Istana
10,67 Juta Orang Berebut Kerja, Pakar UGM Dorong Pendid
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemer
5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Menhan Instruksikan E
Lainnya
Ketua BPW PKS Sumbagut Ikuti International Leadership Training di Turki
Ketua BPW PKS Sumbagut Ikuti International Leadership Training di Turki
76 Tahun Indonesia Merdeka, Banyak Daerah Yang Belum Me
M Pahip: Orang Tua Berperan Penting Dalam Memajukan Dun
MAM Lakitan Pesisir Selatan kirim delapan santri ke Pon
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hukum
Tong Biru Berisi Rp 934 Juta Jadi Barang Bukti OTT Bupati Klaten, KPK Ungkap Asal Uang
Tong Biru Berisi Rp 934 Juta Jadi Barang Bukti OTT Bupati Klaten, KPK Ungkap Asal Uang
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, T
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK