Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Meterai Palsu, 16 Orang Jadi Tersangka

Kanama
Rabu, 19 Agustus 2026 19:48:28

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Polda Metro Jaya mengungkap jaringan sindikat yang diduga memproduksi dan mengedarkan meterai palsu di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menetapkan 16 orang sebagai tersangka.

Pengungkapan dilakukan Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Kasus ini terungkap setelah aparat menerima informasi dari masyarakat serta sejumlah laporan polisi yang masuk.

"Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan telah berhasil mengungkap sindikat produksi dan penjualan meterai palsu," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/08/2026).

Baca: Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM

Dekananto menyebut pengungkapan tersebut tidak hanya berawal dari satu sumber informasi. Polisi melakukan penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat dan laporan polisi yang diterima Polda Metro Jaya.

"Pengungkapan ini tentunya berawal dari informasi dari masyarakat dan juga beberapa laporan polisi yang masuk ke Polda Metro Jaya," ungkapnya.

Baca: Kemhan Siapkan Satu Yon TP dan Dua Batalyon Komcad di Setiap Kabupaten/Kota

Penindakan Dilakukan di Sejumlah Wilayah

Penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan tersebut berlangsung pada Juni hingga awal Juli 2026. Polisi menemukan jaringan yang aktivitasnya tersebar di beberapa daerah.

"Penindakan yang dilakukan dari Polda Metro bersama Ditjen Pajak ini dilaksanakan dalam kurun waktu bulan Juni dan awal Juli di beberapa wilayah, di antaranya ada Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara," ungkapnya.

Baca: Polda Metro Sebut Jakarta Tetap Aman, Aktivitas Warga Berjalan Normal

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi meterai palsu. Barang bukti yang ditampilkan antara lain peralatan produksi serta meterai yang diduga palsu.

Beberapa peralatan yang diamankan meliputi mesin jahit dan mesin poly. Barang-barang tersebut diduga digunakan dalam rangkaian proses pembuatan meterai ilegal.

Baca: Istana Jelaskan Alasan Kenaikan Tukin TNI dan Pegawai Kemhan Lewat Perpres Baru

16 Orang Berstatus Tersangka

Sebanyak 16 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Polisi menyebut para tersangka memiliki peran yang berbeda dalam jaringan produksi maupun peredaran meterai palsu.

Para tersangka masing-masing berinisial B, RC, M, TA, RTP, IA, F, H, RH, MIF, SNM, U, FF, NSA, P, dan MO. Seluruhnya diamankan dalam rangkaian pengungkapan kasus yang dilakukan di sejumlah wilayah.

Baca: Utang Rp2,8 Triliun, Aset Perusahaan Udang Kaesang Tak Menutupi Liabilitas

Kasus ini masih menjadi perhatian aparat karena jaringan produksi dan peredaran meterai palsu tersebut diduga memiliki cakupan lintas daerah. Polda Metro Jaya bersama DJP Kementerian Keuangan selanjutnya menangani proses hukum terhadap para tersangka berdasarkan hasil penyidikan dan barang bukti yang telah diamankan. (SM)

Terkait
Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional dan Konsolidasi Pembangunan Riau
Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional dan Konsolidasi Pembangunan Riau
Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainka
BKSAP DPR-Kemenlu Selaraskan Arah Diplomasi Indonesa da
Stok Beras Melimpah, Masyarakat bisa Beli Beras SPHP 5
Lainnya
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Pemprov Riau Gelar Lomba Desa Wisata, Berikut Desa Peme
Prabowo: Pancasila Ideologi Final!
Tiga Tahun Berturut Juara 1 Lomba K3, Kelurahan Tangker
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Global
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kritik Proyek Gianni Inf
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Milik Teheran, Bantah
Daerah
Festival Pacu Jalur 2026 Dibuka, SF Hariyanto Dorong Akses Kuansing dan Ekonomi Warga
Festival Pacu Jalur 2026 Dibuka, SF Hariyanto Dorong Akses Kuansing dan Ekonomi Warga
Pacu Jalur Kuansing 2026 Dimulai, 857 Personel Gabungan
Bupati Kampar dan DPRD Sepakati KUA-PPAS 2027, Perubaha
Olahraga
Kadispora Riau Yurnalis Apresiasi Turnamen Domino KONI Kampar, Dorong Domino Jadi Olahraga Positif
Kadispora Riau Yurnalis Apresiasi Turnamen Domino KONI Kampar, Dorong Domino Jadi Olahraga Positif
Pemerintah Prancis Tegaskan Zidane Tak Perlu Dipersoalk
Enam Federasi Sepak Bola Arab Solid Dukung Gianni Infan
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat