Didesak Netizen Bahas Issue UU Ciptaker, Presiden ILC Tetap Ngotot Tema Covid-19
KANALSUMATERA.com - Jakarta - Presiden Indonesia Lawyers Clup (ILC) Karni Ilyas didesak netizen mengganti tema ILC "Benarkah RS Mengcovidkan Semua Pasien Meninggal?", menjadi Omnibus Law, atau UU Cipta Kerja yang kontroversial sekarang.
Diunggah pada akun Twitter-nya pada (05/10/2020) lalu, tampak penggemar ILC kecewa dan mendesak Karni Ilyas untuk mengganti tema ILC tersebut.
Dimana persoalan Omnibus Law UU Cipta Kerja tersebut, berbagai kelompok masyarakat yang menolak dan menggelar aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia. Disampaikan Karni Ilyas, persoalan tema soal rumah sakit yang mengcovidkan semua pasien meninggal ini tidak bisa dikatakan tidak menarik.
Dengan demikian, Karni Ilyas akhirnya memberikan klarifikasi alasannya lebih memilih tema rumah sakit yang mengcovidkan pasien meninggal ketimbang undang-undang Cipta Kerja.
Dilansir TribunWow.com dalam acara ILC, Selasa (06/10/2020), Karni Ilyas mengakui bahwa sebenarnya ada yang lebih menarik dan lebih tepat untuk dibahas, yakni tentang penolakan UU Cipta Kerja. Namun dijelaskannya bahwa persiapan terkait tema yang dibawakan sudah sangat matang.
Baca: Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munief Dorong Warga Aktif Sampaikan Aspirasi
Karni Ilyas mengatakan pihaknya tidak menduga akan ada pengesahan RUU Cipta Kerja dalam sidang paripurna DPR bersama pemerintah, Senin (05/10/2020) lalu.
"Sebenarnya isu yang paling hangat hari ini adalah Omnibus Law yang hari ini didemo di beberapa kota, khususnya di Pulau Jawa. Walaupun di daerah lain juga ada" ujar Karni Ilyas.
"Namun tema soal rumah sakit yang mengcovidkan semua pasien meninggal ini sudah dipersiapkan dari Senin pagi dan kami tidak menduga bahwa semalam Undang-undang Omnibus Law akan lahir dan diketuk palunya" jelasnya.
"Sehingga narasumber sudah terlanjur kami bikin pointmen untuk hadir hari ini." tambah datuk Karni.
Terkait tema tentang rumah sakit mengcovidkan pasien meninggal menurutnya juga tidak bisa lantas disebut tidak menarik, meski sebenarnya bukan isu baru dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air.
Baca: Stok Beras Aman, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anomali Cuaca Ganggu Distribusi jelang Ramadhan
Apalagi setelah kembali memanas ketika Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengeluarkan statement yang kontroversi dan terkesan menuding pihak rumah sakit.
Moeldoko meminta supaya pihak rumah sakit tidak meng-Covid-kan semua pasien yang meninggal.
"Isu ini atau mencovidkan pasien meninggal sudah lama sebenarnya beredar, tapi sejauh itu kami menganggap bahwa ini isu yang tidak pernah dengan resmi ada pernyataan", Pungkasnya. mal
