Fahri Hamzah: Berbahaya Peleburan BP dan Pemko Batam

Mawardi Tombang
Senin, 7 Januari 2019 06:32:40
Fahri Hamzah

KANALSUMATERA.com - Komentar miring soal pelebutan Badan Pengelola (BP) Batam dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam datang dari Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Fahri menilai, keinginan Pemerintahan Joko Widodo untuk melebur operasional Badan Pengelola (BP) Batam dan Pemerintah Kota Batam, berbahaya.

Apalagi penggabungan tersebut menyebabkan Wali Kota Batam merangkap exofficio sekaligus sebagai kepala otorita.

"Kita tadi sudah membahas cukup mendalam, baik dari aspek politk, hukum, juga ekonomi tentunya, dan hasilnya keputusan ini (peleburan) berbahaya sekali," ucap Fahri Hamzah seperti keterangan pers yang diterima Warta Kota, Sabtu (5/1/2019).

Fahri Hamzah usai menerima audiensi pengurus Kadin Kepri dan Batam di Gedung Nusantara III DPR RI, Jumat (4/1/2019), mengingatkan pemerintah tentang pembentukan awal Batam adalah untuk membangun otonomi khusus.

Otonomi khusus itu diharapkan mampu mempercepat pembangunan Industri dan perdagangan nasional.

Baca: Tim Gabungan Kembali Razia Toko Handphone di Batam, Amankan Puluhan Hape Berbagai Merk

"Kawasan Batam yang secara geografis masuk dalam provinsi Kepulauan Riau dan berbatasan dengan Singapura, diharapkan akan dapat menyaingi Singapura dalam perdagangan dan industri," ucapnya.

Terobosan yang akan dilakukan pemerintah, menurut Fahri Hamzah, harus terobosan maju yang dapat membuat Batam lebih fleksibel.

Harapannya, Batam menjadi solid dan dikelola secara baik dan mandiri.

Kedua, secara hukum, Fahri Hamzah mengatakan, ada pelanggaran hukum yang hanya bisa diatasi apabila presiden berani mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

"Tetapi, untuk mengeluarkan Perppu kan perlu argumen seperti keadaan yang memaksa, mendesak dan darurat," katanya.

Baca: Tahun 2018, Inflasi di Kepri Menurun Dibanding Tahun 2017, Capai 3,47 persen

"Saya kira itu tidak ada yang darurat sekarang. Karena itu, secara hukum tidak ada yang akan membenarkan presiden menerbitkan Perppu atau memutuskan dengan Perppu," ucapnya

Menurut Fahri Hamzah, jika ingin membuat atau mengubah UU, maka harus menggabung beberapa UU atau mengantisipasi beberapa kedudukan masing-masing lembaga dalam UU.

Selain itu, presiden perlu merevisi beberapa UU atau membuat UU baru yang melampaui beberapa UU lainnya.

"Itu pun masih perlu proses di DPR yang tidak bisa cepat. Dan karenanya diperlukan, kalau bisa proposal dulu diajukan tentunya dengan pengkajian mendalam terlebih dahulu, disosialisasikan. Sebab, kalau sekedar mau mengubah PP, ini sangat berbahaya sekali karena pasti melanggar hukum," kata Fahri lagi.

Secara politik, kata Fahri Hamzah, tentu namanya bunuh diri jika presiden menyetujui tindakan tersebut dan pasti akan dihajar orang.

Baca: Habiburokhman Tegaskan RUU Perampasan Aset Tak Cuma Bidik Koruptor, 13 Kejahatan Masuk Sasaran

Apalagi mendekati Pemilu seperti sekarang ini, pasti bakal jadi bahan kampanye, ada petahana dan ada penantangnya.

Sementara itu, ketua Kamar Dagang dan Industi (Kadin) kota Batam, Jadi Rajagukguk berharap, pemerintah pusat menunda rencana peleburan BP Batam dengan Pemko Batam.



Terkait
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran T
Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Meterai Palsu, 16 Ora
Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pend
Lainnya
Tim Polda Riau Supervisi Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 di Pospam Simpang Bukit Timah Rohil
Tim Polda Riau Supervisi Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 di Pospam Simpang Bukit Timah Rohil
Dalang Kerusuhan 98, Komnas HAM: Tak Ada yang Serius Me
Inilah 10 Negara Kemampuan Kompetisi Global Terbaik, In
Bisnis Prostitusi Online di Bandung Ternyata Telah Berj
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hukum
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Nasional
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Dugaan Penyadapan Presiden oleh Listyo Sigit Mengarah ke Makar
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Dugaan Penyadapan Presiden oleh Listyo Sigit Mengarah ke Makar
Kapolri Larang Polisi Gunakan Vape, Pelanggar Terancam
Kasus Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Berujung Pen