Prabowo-Sandi Tercatat Menang Pilpres 2019 di Desa Fiktif

Mawardi Tombang
Senin, 11 November 2019 11:04:00
prabowo sandi saat masalh pengikutan plepres 2019

Kendari, CNN Indonesia -- Desa Morehe, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara yang diduga tercatat pernah menyelenggarakan pemilu, baik Pilkada serentak 2018 maupun Pilpres dan Pileg 2019. Di desa ini, tercatat pasangan meraih suara terbanyak dalam Pilpres 2019.


Desa Morehe merupakan satu dari tiga desa yang diduga fiktif di Konawe. Dua desa lainnya adalah Desa Uepai, Kecamatan Uepai dan Desa Ulu Meraka, Kecamatan Lambuya.
Salah seorang pegawai Kecamatan Labuya membenarkan soal digelarnya Pemilu 2019 di Desa Morehe.

"Di Desa Morehe pernah digelar pemilihan. Pemilu kemarin dan Pilkada 2018," pegawai Kecamatan Lambuya, Sambo (51), pekan lalu.
Penelusuran CNNIndonesia.com di situs resmi KPU RI hanya Desa Morehe yang pernah menggelar pemilu. Sedangkan Desa Uepai, Kecamatan Uepai dan Desa Ulumeraka, Kecamatan Lambuya tidak menggelar pemilihan.

Kecuali, Kelurahan Uepai di Kecamatan Uepai dan Desa Ulumeraka di Kecamatan Lambuya yang diketahui menggelar pemilu karena memang kelurahan dan desa itu benar-benar ada.
Ketua KPU Konawe Muhammad Azwar membenarkan diselenggarakannya proses pemilu di Desa Morehe.

"Iya, satu TPS," kata Azwar dalam pesan singkatnya, Jumat (8/11).
Azwar menyebut, saat penyelenggaraan pemilu, di sana ditempatkan 7 kelompok pemilihan pemungutan suara (KPPS), termasuk pemilih warga setempat.

Baca: Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis

"Kalau nda salah pemilihnya saat pemilu 196 DPT-nya, 108 laki laki dan 88 perempuan,
Sementara data yang terpampang di situs resmi KPU RI, pada Pilpres 2019, pasangan Prabowo-Sandi menang di TPS Desa Morehe, Kecamatan Uepai dengan perolehan 164 suara mengungguli pasangan Joko Widodo-Maruf Amin yang hanya memperoleh 14 suara.
Digelarnya pemilihan di Desa Morehe ini bertolak belakang dengan pernyataan Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara. Sebab Gusli membantah ada tiga tiga desa diduga fiktif sebagaimana disebutkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Ia menjelaskan, berdsarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi Sulawesi Tenggara, ketiga desa itu harus dihentikan pencairan dana desanya bukan karena fiktif.
Gusli mengatakan, Desa Ulu Meraka tak diberikan dana desa karena namanya sama dengan nama desa di Kecamatan Onembute. Sementara Morehe, dana desanya tak dicairkan karena wilayahnya masuk Kabupaten Kolaka Timur.

"Dengan mekarnya Kolaka Timur, ada daerah kita yang diambil. Ini akan kami sanggah di Kementerian,"
Kemudian, Desa Uepai masuk sebagai penerima dana desa diduga akibat human error. Sebab, desa ini sudah lama tidak ada sejak berubah nama menjadi Kelurahan Uepai.
Atas rekomendasi Inspektorat Kemenkeu dana desa tiga desa itu dihentikan dan uang untuk tiga desa tersebut dibiarkan mengendap di kas daerah Pemkab Konawe sebesar Rp5,8 miliar.



Terkait
Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Penanganan Karhutla
Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Penanganan Karhutla
Wakil Menteri Perang AS Temui Menhan Sjafrie, Bahas Kel
BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG, Ini Alasan dan Batas
Nanik S Deyang Bocorkan Penggantinya di BGN, Sudaryono
Lainnya
Jokowi Larang Pejabat dan ASN Gelar Buka Bersama
Jokowi Larang Pejabat dan ASN Gelar Buka Bersama
Masa Kontrak Habis, Dishub Pekanbaru Siapkan Tim Segel
Lakukan Penyamaran, Polres Ogan Ilir Berhasil Bekuk Pen
BBKSDA Riau Lepasliarkan Satwa Lindung
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hukum
Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara
Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara
Tiga Hakim MK Soroti Verifikasi Syarat Pendidikan Gibra
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad