Rizal Ramli: Jokowi, Anda Bekerja Untuk Siapa?
KANALSUMATERA.com - Pakar Ekonomi yang juga mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli mengkritik kebijakan impor pangan yang sering dilakukan pemerintahan Joko Widodo. Sebab, kebijakan tersebut bukanlah kebijakan yang pro tehadap rakyat.
Kepemimpinan Jokowi, menurut Rizal, patut dipertanyakan. Apakah Jokowi Presiden yang menguntungkan rakyat, ataukah menguntungkan segelintir mafia yang mengambil keuntungan di balik impor pangan.
"Pak Jokowi, saya ingin bertanya, Who do you work for? Apakah anda bekerja buat petani Taiwan, petani Vietnam, pengusaha garam Australia?" kata Rizal dalam diskusi Selasaan, dengan tema 'Jokowi Raja Impor?' di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 29 Januari 2019.
Rizal, seperti yang diberitakan viva.co.id mengatakan, Jokowi pada kampanye 2014 lalu kerap berpidato menjanjikan akan mencapai kedulatan pangan. Namun pada masa kepemimpinannya, justru hal itu tidak terealisasi, Indonesia justru lebih banyak mengimpor.
"Saat kampanye 2014 pidato dimana-mana tentang kedaulatan pangan, akan setop impor ini, akan setop impor itu, setop impor ini, tetapi kok hasilnya begini hari ini. Setelah empat tahun Indonesia importir gula terbesar di dunia," ujarnya.
Baca: Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Jokowi, kata Rizal, sangat berbeda antara cita-cita yang disampaikan dengan kebijakan strateginya. "Esensinya sederhana, pidato tentang kedaulatan pangan, Trisakti itu bagus sekali, tapi begitu menyusun strategi, strateginya ke kiri, pidatonya ke kanan, strateginya ke kiri, kebijakannya ke kanan, pengangkatan personalianya ke kiri, padahal cita-citanya ke kanan," ujarnya
Padahal, kata Rizal, jika Jokowi konsisten antara cita-cita kedaulatan pangan dan strategi, Indonesia tidak akan banyak impor seperti saat ini.
Jokowi dianggap membagi-bagi kekuasaan dalam pemerintahannya saat ini. Maka dari itu, Rizal berpesan siapapun pemimpinnya, harus konsisten dengan apa yang dicita-citakan.
"Pertanyaannya, mungkin enggak Pak Jokowi kepilih lagi bulan April, Dia akan berubah policy stateginya? Saya kira enggak mungkin karena karakternya lemah, ditekan sama siapa, yang banyak brewoknya, Dia (Jokowi) takut gitu loh," ujarnya. Kso
