BPN Prabowo Minta Polisi Kejar Dalang Penyebar 'Indonesia Barokah'
KANALSUMATERA.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyayangkan peredaran Tabloid Indonesia Barokah yang semakin marak. BPN ingin aktor penyebar tabloid itu segera dirangkap polisi.
"Tentu kita akan lakukan langkah hukum terkait dengan penyebaran tabloid itu. Namun tentu kami harus pastikan langkah hukum ini bisa ditindak dengan cepat dan kepolisian bisa tangkap siapa pelaku dan aktor dari penyebaran tabloid tersebut," kata Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak di media center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan seperti dikutip dari detikcom, Jumat (25/1/2019).
Dahnil melanjutkan timses Prabowo-Sandiaga juga berhati-hati atas beredarnya tabloid itu. Dia khawatir kubu nomor urut 02 dituduh sebagai pelaku yang berpura-pura jadi korban.
"Terus terang kami harus berhati-hati dengan penyebaran ini karena tuduhan bisa justru berbalik dan sebagainya, karena dalam situasi politik yang silang sengkarut kami tidak punya isntrumen lengkap," ujarnya.
Baca: Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Capai 20 Persen
"Ini bisa jadi alat untuk justru menuduh balik. Karena itu BPN ingin pastikan bahwasanya ini tidak punya modus siapapun pelakunya, modus ini maksudnya menuduh balik seolah kami lakukan playing victim," imbuhnya.
Dahnil mengaku tidak tahu siapa pelaku penyebaran Tabloid Indonesia Barokah. Meski begitu dia menyakini pelakunya merupakan pihak yang takut jika Prabowo-Sandi menang di pilpres 2019.
"Kami tidak tahu pelakunya, yang jelas tentu pelakunya sedang panik dan takut, maka ini diekspresikan dengan men-down grade pihak lain. Siapapun pelakunya, yang jelas pelakunya itu sedang panik sedang takut kalau-kalau Prabowo-Sandi menang," pungkasnya. iin
