Covid-19 Belum Bisa Diprediksi Kapan Berakhir, Satgas: Seperti Lonceng Besar

Mawardi Tombang
Kamis, 3 Desember 2020 16:35:32

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengaku belum bisa memperkirakan kapan pandemi Covid-19 berakhir karena polanya seperti lonceng besar.

"Selama ini penyakit infeksi terjadi epidemi atau pandemi selalu mengikuti pola lonceng, pasti ada naik, puncak, dan turun. Tapi sepertinya loncengnya besar sekali, sehingga kapan turunnya kita belum bisa memperkirakan," ucap Wiku dalam webinar, Kamis, 3 Desember 2020.

Wiku mengatakan, butuh kolaborasi dengan semua pihak untuk menangani pandemi Covid-19. Ia pun meminta agar masyarakat melakukan perubahan perilaku dengan menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. "Perubahan perilaku menjalankan 3M kalau boleh saya katakan adalah harga mati," ujar dia.

Menurut Wiku, semua pihak harus menjaga aset bangsa, yaitu para tenaga kesehatan agar tidak kebanjiran kasus Covid-19. Sebab, rasio nakes terhadap jumlah penduduk tidak memadai. Sehingga, para nakes ditempatkan sebagai garda terakhir.

Baca: PGRI Tegaskan Guru PPPK Tak Otomatis Jadi PNS, Seleksi 2027 Tetap Berlaku

"Yang bisa membanjiri kasus ini hanyalah masyarakat yang dulunya sehat. Kalau perilaku enggak baik, akhirnya membebani nakes," katanya.

Ketua DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah sebelumnya mengatakan jumlah perawat yang meninggal karena Covid-19 sudah mencapai 135 orang.

"Jumlah perawat yang wafat sudah mencapai 135 orang per 3 Desember 2020," katanya dalam webinar, Kamis, 3 Desember 2020.

Adapun total perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19, dalam sistem pemantauan PPNI, sudah mencapai 3.779 orang. Namun, yang sembuh sudah mencapai 2.087 orang.

Baca: Airlangga Pastikan Anggaran Insentif 1 Juta Motor Listrik Sudah Disiapkan

Inisiator Pandemic Talks, Firdza Radiany, juga menyampaikan jumlah tenaga kesehatan di Indonesia yang meninggal karena Covid-19 lebih besar dari jumlah kematian warga di 6 negara Asia Tenggara.

"Jumlah perawat atau nakes yang meninggal di Indonesia ini jumlahnya jauh lebih besar dari kematian Covid-19 warga Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja, Brunei, Laos," ujar Firdza.

Firdza mengatakan, data tersebut menunjukkan bahwa penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia belum maksimal atau sangat buruk. Bahkan, positivity rate atau tingkat penularan di Indonesia konsisten 14-15 persen selama beberapa bulan. "Padahal standar WHO itu maksimal 5 persen," katanya.

Baca: MA Koreksi Kasus Timah: Kerusakan Lingkungan Rp271 Triliun Bukan Kerugian Negara

Sumber: tempo.com



Terkait
KPK Tegaskan Siap Lawan Gugatan Praperadilan Tersangka Suap Pegawai BPK Sumsel
KPK Tegaskan Siap Lawan Gugatan Praperadilan Tersangka Suap Pegawai BPK Sumsel
DPR Dukung Aturan SPPG Beli Pangan Sesuai HAP demi Lind
90 Persen Pemda Kena Sanksi Sampah, Menteri LH: Bisa Be
Stok Beras Aman, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anoma
Lainnya
DPRD Riau Segera Panggil PT. PHR, Pertanyakan Kenapa Riau Hanya Dapat PI 1 Dollar Per Bulan
DPRD Riau Segera Panggil PT. PHR, Pertanyakan Kenapa Riau Hanya Dapat PI 1 Dollar Per Bulan
Wamenag Minta Polemik Salam Agama Lain Dihentikan
Razia Tim 7, Berbagai Penyakit Masyarakat Ditertibkan D
Putusan Kasasi MA, PT NSP Pembakar Lahan di Riau Diharu
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Nasional
Hendry Munief Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Dikembangkan, Baterai Bekas Potensi Baru
Hendry Munief Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Dikembangkan, Baterai Bekas Potensi Baru
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Me
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T