Di Balik Ahok dan Candra Hamzah, Ada Apa dengan BUMN KiTA

Mawardi Tombang
Rabu, 20 November 2019 10:48:18
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

KANALSUMATERA.com LANGKAH Menteri BUMN Erick Thohir menjadi sorotan akhir-akhir ini. Erick mengundang mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok, ke kantornya, Rabu (13/11/2019). Usai pertemuan, Ahok mengatakan dirinya diajak bergabung di BUMN. Ia pun disebut-sebut bakal masuk ke BUMN yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak di sektor energi. Dua perusahaan pelat merah, yakni PT PLN dan Pertamina, digadang-gadang menjadi tujuan Ahok. Belum jelas posisi yang akan diisi Ahok di BUMN, bisa sebagai direksi ataupun di dewan komisaris. Saat ini nama Ahok tengah menjalani proses seleksi yang melibatkan Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai Presiden Joko Widodo. Kepastian posisi Ahok akan diumumkan pada Desember mendatang. Rencana penunjukan Ahok sebagai petinggi BUMN strategis langsung mengundang kontroversi.

'' Berbagai pihak mempermasalahkan rencana penunjukan Ahok. Beragam alasan dikemukakan, mulai dari status Ahok yang mantan narapidana, keanggotaannya di partai politik, hingga tak memiliki latar belakang mengelola korporasi besar. Penolakan terhadap Ahok, karena dinilai sebagai pembuat gaduh, bahkan muncul dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). Namun, tak sedikit pula yang mendukung penempatan Ahok di BUMN. Sosok Ahok yang tegas dan lurus tanpa kompromi dinilai tepat untuk membereskan BUMN. Mengenai pemilihan nama Ahok, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan butuh “pendobrak” untuk bisa memajukan perusahaan pelat merah. Kementerian BUMN sendiri mengisyaratkan nama Ahok muncul dari Istana. Presiden Jokowi pun angkat bicara. Ia mengatakan, mantan wakilnya di Pemprov DKI tersebut telah membuktikan kinerjanya. Chandra Hamzah Setelah Ahok, giliran mantan komisioner KPK Chandra Hamzah dipanggil Erick Thohir ke kantor Kementerian BUMN, Senin (18/11/2019). Chandra juga akan direkrut untuk mengisi posisi di BUMN. Pada hari yang sama, politisi Partai Golkar, Rizal Mallarangeng, juga menyambangi kantor Kementerian BUMN. Namun, Rizal mengaku hanya bertukar pikiran dengan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Ia menampik ada penawaran untuk mengisi posisi di BUMN dalam pertemuan tersebut.

''Dua nama yang telah diminta untuk mengisi posisi di BUMN, Ahok dan Chandra Hamzah, sama-sama dikenal sebagai sosok “garis keras” dalam melawan korupsi. Pada 2014, Chandra sempat diangkat menjadi komisaris utama PT PLN. Pengalamannya di KPK dinilai berguna dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik di PLN. Namun, posisi ini hanya diembannya selama setahun. Ada apa dengan BUMN? Direkrutnya kedua sosok tersebut memunculkan pertanyaan, ada apa dengan BUMN? Figur “garis keras” melawan korupsi kini dijadikan panglima untuk membenahi BUMN, alih-alih sosok yang memiliki pengalaman segudang dalam mengelola korporasi besar dengan kapabilitas mumpuni di bidang industri dan bisnis sektoral. Kengototan pemerintah ini tampak dari pembelaan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan terhadap penunjukan Ahok. Setidaknya tiga kali Luhut tercatat membela Ahok, termasuk pasang badan saat Ahok diserang oleh FSPPB. “(Ahok) itu orang baik, mau bikin lurus bersih ya, (masa) ndak mau dibersihin," ujar Luhut. “Emang dia siapa (FSPPB)?.”

Strategi bersih-bersih BUMN ini akan dibahas mendalam pada panggung Satu Meja The Forum, Rabu (20/11/2019), yang disiarkan secara langsung di Kompas TV mulai pukul 20.00 WIB. Akankah gebrakan pemerintah tersebut mampu membereskan BUMN? Langkah pemerintah merekrut Ahok dan Chandra Hamzah setidaknya mencerminkan permasalahan utama yang kini mendera BUMN, khususnya BUMN strategis. Permasalahan tersebut adalah korupsi, mafia, dan BUMN yang menjadi ladang bancakan. Korupsi di BUMN menjadi sorotan setelah direksi sejumlah BUMN dijerat KPK. Bukan tidak mungkin praktik korupsi di perusahaan-perusahaan pelat merah ibarat fenomena gunung es yang hanya tampak permukaannya. Keberadaan mafia yang melumpuhkan BUMN juga bukan isapan jempol. Gurihnya bisnis BUMN menjadi penyebabnya. Ini pula yang membuat BUMN dijadikan lahan bancakan oleh pihak-pihak tertentu. Praktik-praktik inilah yang selama ini membuat BUMN kita karut-marut dan tidak sehat. Sederet permasalahan ini mungkin telah mencapai tingkatan parah yang butuh tindakan nekat dan berani untuk menyelesaikannya. Tindakan yang hanya bisa dilakukan oleh sosok-sosok “gila” seperti Ahok.



Terkait
Gempa M 7,7 Guncang NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk 3 Provinsi
Gempa M 7,7 Guncang NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk 3 Provinsi
Mendagri Siapkan Tiga Skema Solusi Atasi Krisis Gaji Pe
Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peser
Istana Jelaskan Alasan Kenaikan Tukin TNI dan Pegawai K
Lainnya
Gaya Blusukan Ala Risma, Karakter atau Manuver?
Gaya Blusukan Ala Risma, Karakter atau Manuver?
Prabowo: Pancasila Ideologi Final!
Kesal pada Suami, Ibu di Aceh Ini Tega Bunuh Bayinya
Tiga Siswi Tewas Tenggelam saat Ujian Praktik Sekolah
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Nasional
Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman, Lalu Lintas Jakarta Direkayasa
Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman, Lalu Lintas Jakarta Direkayasa
Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, I
Ombudsman Dua Kali Ditolak Sidak Lapas Cibinong, Temuka
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Politik
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
Bawaslu Kampar Perketat Pengawasan Pemutakhiran Data Pa
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fr
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket