Dikritik Keras di Riau, Kepala BRG Bantah Realisasi Program 10 Persen

Amar
Kamis, 10 Januari 2019 18:10:35
Nazir Foead, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG)

Pekanbaru, KANALSUMATERA.com - Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, membantah pernyataan LSM lingkungan yang menyatakan realisasi restorasi gambut, khususnya di Provinsi Riau, berjalan lambatan hanya karena hanya di bawah 10 persen dari target 800 ribu hektare.

“Saya perlu meluruskan itu tidak benar hanya di bawah 10 persen karena ada upaya-upaya yang dilakukan perusahaan di konsesinya untuk restorasi gambut,” kata Nazir Foead kepada Antara di Pekanbaru, Senin.

Ia menjelaskan, bahwa dari 800 ribu hektare (ha) lahan gambut yang direstorasi, BRG hanya fokus pada sekitar 109 ribu ha yang merupakan lahan masyarakat. Sisanya sekitar 700 ribu ha,masuk dalam konsesi perusahaan, yang tanggung jawab utama pelaksanaan ada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca juga: Restorasi Gambut Riau Nonsense Selama BRG Tak Bekerjasama dengan Penegak Hukum dan Masyarakat

Baca: 13 Pemohon Kembali Gugat Pilpres 2024 ke MK, Minta Gibran Didiskualifikasi

Dari 109 ribu ha tersebut, lanjutnya, realisasi hingga 2018 sudah mencapai sekitar 77 ribu ha atau sekitar 70 persen yang direstorasi. Masih ada sisa 30 ribu hektare lahan masyarakat yang akan direstorasi hingga 2020.

Pencapaian 70 persen tersebut dinilai Nazir sudah cukup baik karena baru mulai 2018 ikut proses restorasi gambut melibatkan pemerintah daerah melalui Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Riau. “Karena baru dilaksanakan mulai 2018 dengan skema swadaya melibatkan pemerintah daerah, pencapaian ini sudah cukup bagus,” katanya.

Terkait hasil restorasi gambut di kawasan konsesi perusahaan, Nazir mengatakan belum mendapat hasil laporan yang final. “Masih nunggu hasil evaluasi,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau, Ervin Rizaldi, mengatakan pada 2018 BRG awalnya menganggarkan Rp49 miliar untuk restorasi gambut yang dikerjakan melalui Pemprov Riau. Namun, anggaran itu direvisi sehingga hanya dikucurkan Rp45 miliar.

Baca: Prabowo Pantau Erupsi Anak Krakatau, Jajaran Pemerintah Diminta Siaga Lindungi Warga

Yang dikerjakan antara lain pembangunan sekat kanal gambut 772, sumur bor 220 tersebar di daerah gambut, 50 hektare revegetasi di Kepulauan Meranti, revitalisasi masyarakat ada 23 kelompok masyarakat (Pokmas). Jumlah tersebut diakuinya masih relatif kecil karena ada 800 desa berada di lahan gambut.

“Desa banyak ada 800 di gambut, mungkin itu yang bikin belum nampak karena baru 23 Pokmas yang dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TRGD Riau Ahmad Hijazi mengatakan masih banyak yang dibenahi untuk efektivitas restorasi gambut ke depannya, terutama untuk koordinasi internal dan dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Keberhasilan TRGD ini tergantung dari fungsi stakeholder juga. Belum ada pola kerja, kalau saya tidak ‘turun gunung’ kawan-kawan di instansi tidak semangat kerja,” kata Ahmad Hijazi yang juga menjabat Sekretaris Daerah Riau.

Baca: Prabowo ke Rusia, Putin Beri Kehormatan Khusus di Eastern Economic Forum

Ia menilai restorasi gambut harus dilihat sebagai kerja jangka panjang. Tahun pertama banyak dilakukan untuk diseminasi informasi, sosialisasi dan persiapan.

“Wajar tahun-tahun pertama tak optimal. Kita perlu kritik dan pengayaan agar bekerja dengan optimal,” ujarnya.



Terkait
Kemhan Siapkan Satu Yon TP dan Dua Batalyon Komcad di Setiap Kabupaten/Kota
Kemhan Siapkan Satu Yon TP dan Dua Batalyon Komcad di Setiap Kabupaten/Kota
Polda Metro Sebut Jakarta Tetap Aman, Aktivitas Warga B
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf d
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi da
Lainnya
Rakor Karhutla Pemprov Riau, Bupati Rohil: Persoalan Karhutla Minim
Rakor Karhutla Pemprov Riau, Bupati Rohil: Persoalan Karhutla Minim
Tak Masuk Sekolah Jimmy Harefa Ditemukan Sudah Meningga
Walhi Nilai Penerapan Kantong Plastik Berbayar tak Efek
Beberapa Menit Setelah Dilantik, Wali Kota di Meksiko T
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pendidikan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Siswa Diperpanja
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak B
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat