Ini Alasan Pemerintah Hanya Gratiskan Vaksin Covid-19 untuk Kelompok Prioritas

Mawardi Tombang
Jumat, 23 Oktober 2020 18:07:37
(Foto: tempo.co)

KANALSUMATERA.com - Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan alasan pemerintah tidak bisa menanggung biaya vaksin Covid-19 untuk seluruh masyarakat.

"Masyarakat perlu memahami bahwa riset pengadaan vaksin yang dilakukan juga membutuhkan proses yang panjang dan penggunaan sumber daya yang tidak sedikit," terang Wiku dalam konferensi pers, Kamis, 22 Oktober 2020.


Wiku menegaskan sejauh ini penetapan subsidi vaksin untuk masyarakat belum bisa dilakukan. Namun, hanya kelompok prioritas yang paling berisiko tertular Covid-19 maupun kepemilikan peran strategis di masyarakat yang akan mendapatkan subsidi vaksin Covid-19. Kelompok prioritas divaksin lebih dulu untuk menanggulangi status kedaruratan kesehatan masyarakat.

Menurut Wiku, pemerintah hingga kini telah mengidentifikasi kelompkk masyarakat mana saja yang akan didahulukan menerima vaksinasi wajib dan gratis. "Pemerintah terus berupaya mencapai pemerataan vaksin setinggi-tingginya. Sehingga dapat mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity," ucapnya.

Baca: DPR Ketok Palu UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Buruh Sambut Kemenangan Bersejarah


Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebelumnya mengatakan warga yang masuk garda terdepan dan yang tidak mampu secara ekonomi akan dibayarkan vaksinnya oleh pemerintah.

“Mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh Pemerintah," ujar Terawan.

Pemerintah menjalin kerja sama vaksin dengan Cina serta Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengembangkan vaksin Sinovac, Cansino, dan G-42. Vaksin akan mulai masuk ke Indonesia pada awal November mendatang dan pengadaannya dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan serta PT Bio Farma (Persero) sebagai BUMN yang diberikan penugasan.

Di samping vaksin yang ditanggung pemerintah, sejumlah perusahaan farmasi akan menyiapkan kerja sama untuk imunisasi secara mandiri. Meski demikian, pengadaan vaksin mandiri tetap dikontrol oleh Kementerian Kesehatan dan Bio Farma.

Baca: DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan

sumber: tempo.co



Terkait
Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Penanganan Karhutla
Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Penanganan Karhutla
Mendikdasmen Tegaskan MBG Hanya untuk Siswa yang Membut
Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Tangkap Pelu
Hendry Munief Soroti Informasi Piala Dunia 2026 Belum T
Lainnya
Selaku Eks Presma Unri, Hamdani Semangati Mahasiswa Unri Untuk Berorganisasi
Selaku Eks Presma Unri, Hamdani Semangati Mahasiswa Unri Untuk Berorganisasi
315 ASN Pemko Tanjungpinang Peroleh Setyalancana Karyas
Prabowo: Kita Harus Punya Single Identity Card, Nggak U
Saksi Setor Rp 32 M ke Irwandi Terkait Proyek Dermaga S
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Kriminal
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desa
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Hukum
Empat Jam Diburu Polisi, Dua Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kampar Ditangkap
Empat Jam Diburu Polisi, Dua Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kampar Ditangkap
Hasto PDIP Sebut Dugaan Penyadapan Prabowo oleh Listyo
UGM Tegaskan Hormati Proses Hukum Usai Jokowi Tunjukkan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Nasional
Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Suyudi Turut Mendampingi
Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Suyudi Turut Mendampingi
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengeraha
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai