Jokowi Beberkan Alasan Pilih Nadiem Makarim Jadi Mendikbud

Mawardi Tombang
Jumat, 25 Oktober 2019 09:02:59
Nadiem Makarim

Jakarta, KANALSUMATERA.com - Penempatan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menjadi salah satu kejutan di Kabinet Indonesia Maju. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan memilih pendiri Gojek itu.

Hal itu dijelaskan Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan tentang menteri-menterinya di Istana Kepresidenan, Kamis (24/10/2019). Dia awalnya bicara soal Indonesia yang memiliki 300 ribu sekolah dengan 50 juta pelajar.

"Bayangkan mengelola sekolah, mengelola pelajar, manajemen guru sebanyak itu, dan dituntut oleh sebuah standar yang sama. Kita diberi peluang setelah ada yang namanya teknologi, yang namanya aplikasi sistem yang bisa membuat loncatan sehingga yang dulu dirasa tidak mungkin sekarang mungkin," kata Jokowi.

"Oleh sebab itu dipilih Mas Nadiem Makarim," sambungnya.

Baca: BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah

Jokowi lalu mengungkap isi pembicaraannya dengan Nadiem yaitu soal SDM. Dia pun menanti terobosan besar dari menteri berusia 35 tahun itu.

"Beliau sudah bicara dengan saya yang dikerjakan apa, kualitas SDM kita betul-betul bisa terjadi. Ada peluang besar, terobosan besar untuk melakukan itu. Itu kurang lebih," ujarnya.

Jokowi memastikan akan memilih wakil menteri untuk mendampingi menteri yang telah dilantik. Daftar nama wamen sedang difinalisasi.

"Wamen kalau diperlukan. Kalau itu memberikan dukungan kerja besar sekali lagi. Ini kita mengelola kerja yang besar," kata Jokowi.



Terkait
Mendagri Tito Larang Kepala Daerah Buka Lahan dengan Cara Membakar
Mendagri Tito Larang Kepala Daerah Buka Lahan dengan Cara Membakar
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, DPR Minta Pemer
Utang Rp2,8 Triliun, Aset Perusahaan Udang Kaesang Tak
Drone Emprit Baca Sentimen Negatif atas Penggantian Kep
Lainnya
Kampak Tetangga Hingga Tewas, Warga Rohil Ditangkap Polsek Pujud
Kampak Tetangga Hingga Tewas, Warga Rohil Ditangkap Polsek Pujud
Ada Layanan Paspor Simpatik, Imigrasi Tanjunguban Buka
Kabut Asap Kandung 7 Zat Beracun, Bisa Sebabkan Anemia,
Bawaslu Akan Periksa 9 Kepala Daerah di Maluku Utara
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik