Menag Bidik Dana Sosial Keagamaan Rp1.000 Triliun, Ini Sumber Potensinya

Kanama
Jumat, 11 September 2026 07:45:09

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkap potensi besar dana sosial keagamaan di Indonesia yang dinilai belum dikelola secara optimal. Jika dihimpun dan dikelola secara terintegrasi, nilainya diperkirakan dapat mencapai sedikitnya Rp1.000 triliun.

Potensi tersebut berasal dari berbagai sumber dana keagamaan, mulai dari fidyah, kafarat, kurban, akikah hingga pembayaran dam bagi jemaah haji.

Nasaruddin menyampaikan hal itu dalam Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (08/09/2026).

Baca: 13 Pemohon Kembali Gugat Pilpres 2024 ke MK, Minta Gibran Didiskualifikasi

Salah satu potensi yang disorot Menag adalah dana fidyah. Berdasarkan perhitungannya, dana fidyah yang dapat dihimpun setiap tahun diperkirakan mencapai sekitar Rp3 triliun.

"Setiap tahun kita bisa mengumpulkan kurang lebih Rp 3 triliun (dari fidyah), tapi selama ini kita nggak pernah pungut," ungkap Nasaruddin, dikutip dari CNN Indonesia.

Baca: Puan Buka Suara soal Wacana Penggabungan BMKG dan Badan Geologi

Perkiraan tersebut menggunakan asumsi sekitar 10 persen umat Islam di Indonesia tidak menjalankan puasa Ramadan karena faktor usia lanjut maupun kondisi sakit. Dengan asumsi fidyah Rp50 ribu per hari selama 30 hari, potensi dana yang terkumpul cukup besar.

Selain fidyah, Menag juga mengungkap potensi dana dari kafarat atau denda akibat pelanggaran tertentu selama Ramadan. Salah satunya berkaitan dengan pasangan yang melakukan hubungan suami istri pada siang hari ketika Ramadan.

"Belum lagi yang melakukan hubungan suami istri di siang bolong Ramadan itu ternyata jumlahnya banyak. Ada sekitar Rp 500 miliar," tuturnya.

Baca: Demo 27 Agustus di DPR Mulai Padat, Jalan Gatot Subroto Ditutup dan Polisi Perketat Pengamanan

Potensi Dana dari Kurban hingga Dam Haji

Potensi dana sosial keagamaan tidak hanya berasal dari fidyah dan kafarat. Sejumlah aktivitas keagamaan masyarakat juga memiliki nilai ekonomi yang cukup besar setiap tahunnya.

Baca: Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Penyelundupan 150 Kg Pasir Timah dalam Truk Ekspedisi

Perputaran ekonomi dari hewan kurban saat Iduladha, misalnya, diperkirakan mencapai sekitar Rp32 triliun.

Kemudian, potensi dari pelaksanaan akikah berdasarkan jumlah kelahiran bayi di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp30 triliun.

Sementara itu, pembayaran dam atau denda dalam pelaksanaan ibadah haji juga dinilai memiliki potensi yang cukup besar. Dengan jumlah jemaah haji Indonesia sekitar 220 ribu orang, potensi dana dam diperkirakan dapat mencapai Rp1 triliun.

Baca: Tunjangan Profesi Guru Kemenag Melonjak 700 Persen, Menag Sebut Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Menag menilai berbagai potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber pembiayaan sosial yang lebih besar apabila dikelola melalui lembaga yang terintegrasi.

"Maka itu mungkin nanti kalau LPDU ini kita kembangkan, saya punya hitungan kotornya itu minimum Rp 1.000 triliun itu bisa kita kumpulkan," tegas Menag.

Baca: DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sepelekan ASN, Reformasi Birokrasi Harus Berbasis Kinerja

Pemerintah Siapkan LPDU

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah tengah merancang pembentukan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU).

Lembaga ini nantinya diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai institusi yang selama ini berkaitan dengan pengelolaan dana keagamaan, termasuk BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Baca: Evaluasi MBG Difokuskan pada Validasi Penerima Manfaat dan Insentif SPPG yang Lebih Adil

LPDU diproyeksikan menjadi salah satu instrumen nasional dalam pengelolaan dana sosial keagamaan. Dana yang dihimpun nantinya diharapkan tidak hanya berhenti sebagai dana sosial, tetapi dapat diarahkan untuk program pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah memperkirakan dana yang dapat dikelola pada tahap awal mencapai sekitar Rp500 triliun per tahun.

Baca: Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter Untuk Kapal 30-200 GT

Penggunaannya diarahkan untuk sejumlah sektor strategis, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan fasilitas sosial.

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap potensi dana sosial keagamaan yang selama ini tersebar dapat dikelola lebih terarah, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (SM)



Terkait
9 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026, Pukat UGM Soroti Mandulnya Pengawasan DPRD
9 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026, Pukat UGM Soroti Mandulnya Pengawasan DPRD
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawa
Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Berbasis Link
KH Cholil Nafis Gantikan Prof Hasanudin sebagai Ketua B
Lainnya
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Bayi Ditemukan Tewas Dalam Tas di Pinggir Jalan Rimbo P
Surya Paloh Kembali Bertemu Dengan AHY: Deklarasi Koali
Merugikan Daerah, Pemuda Tapung Tolak Pertamina Beroper
Nasional
13 Pemohon Kembali Gugat Pilpres 2024 ke MK, Minta Gibran Didiskualifikasi
13 Pemohon Kembali Gugat Pilpres 2024 ke MK, Minta Gibran Didiskualifikasi
Menag Bidik Dana Sosial Keagamaan Rp1.000 Triliun, Ini
Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara yang T
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Kriminal
Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat Jalankan Tugas
Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat Jalankan Tugas
BNN Usul Vape Dilarang Total, Temuan Narkoba Cair Jadi
Dua TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecat