Evaluasi MBG Difokuskan pada Validasi Penerima Manfaat dan Insentif SPPG yang Lebih Adil

Kanama Amar
Selasa, 21 Juli 2026 10:00:54

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan penyempurnaan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkapkan, evaluasi saat ini dipusatkan pada dua aspek utama, yakni validasi data penerima manfaat serta perbaikan skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Senin (20/07/2026).

Menurut Agustina, langkah pertama yang menjadi prioritas adalah memastikan akurasi jumlah penerima manfaat agar penyaluran program benar-benar tepat sasaran.

"Jadi yang pertama kami perbaiki: 63 juta itu beneran nggak sih? Itu pertama. Kalau itu berapa yang bener, lalu berapa yang seharusnya kami berikan? Daerah-daerah mana, anak-anak yang mana, yang memang harus kami dahulukan, gitu. Itu yang sekarang menjadi tugas kami," kata Agustina kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta.

Baca: Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis

Selain memverifikasi data penerima manfaat, BGN juga menyiapkan evaluasi terhadap sistem pemberian insentif bagi SPPG. Selama ini, besaran insentif dinilai belum mencerminkan beban kerja masing-masing satuan pelayanan karena masih diberikan secara merata.

Padahal, kata Agustina, terdapat perbedaan kapasitas layanan antarsatuan. Ada SPPG yang hanya melayani sekitar 1.000 penerima manfaat dengan jarak distribusi yang relatif dekat, sementara SPPG lainnya harus menjangkau wilayah lebih luas dengan jumlah penerima yang lebih banyak. Kondisi tersebut dinilai memerlukan skema insentif yang lebih proporsional.

Baca: Mendagri Tito Larang Kepala Daerah Buka Lahan dengan Cara Membakar

"Nah, itu yang kami nanti akan membuat skema yang insentif yang lebih adil. Ya, misalnya gini, kan nggak nggak juga dong SPPG yang 200 meter yang cuma melayani 500 eh katakanlah 1.000 orang insentifnya sama," ujarnya.

"Nggak juga dong yang 300 meter yang atau 400, ada bahkan yang 500 yang lebih bagus kok disamaratakan 6 juta? Kan nggak fair. Nah, itu skema-skema itu yang akan kami lakukan perbaikan," lanjutnya.

Di samping itu, BGN juga menyoroti sistem pertanggungjawaban pelaksanaan MBG yang saat ini masih bertumpu pada kepala SPPG. Ke depan, mekanisme tersebut akan diperkuat melalui transformasi digital guna meningkatkan transparansi dan mempermudah pengawasan penggunaan anggaran.

Baca: Guru PPPK Dapat Kepastian Status, Ketua DPD Soroti Peluang Jadi PNS 2027

"Nah, sulit kalau kita pastikan tergantung ke orang. Tadi kami dapat masukan, kami mendengarkan arahan dari tempat lain ya, ada masalah transformasi digital, digitalisasi. Itu sesuatu yang baik, jadi kami pikir Oh itu nanti akan menjadi bagian dari perbaikan. Jadi poinnya itu saja ya arahan untuk hari ini," ujarnya.

Melalui evaluasi tersebut, BGN berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta didukung sistem insentif dan tata kelola yang lebih adil dan transparan. (SM)



Terkait
BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG, CCTV Terhubung Pusat dan Cek Kesehatan Wajib
BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG, CCTV Terhubung Pusat dan Cek Kesehatan Wajib
Komisi III DPR Jemput Aspirasi Daerah, Matangkan RUU Pe
Hendry Munief Paparkan Urgensi Regulasi Khusus untuk Da
Dorong Pendidikan Vokasi, Hendry Munief Minta Pemerinta
Lainnya
Hotspot Riau Menurun, Kampar dan Pelalawan Masih Jadi Wilayah Terbanyak
Hotspot Riau Menurun, Kampar dan Pelalawan Masih Jadi Wilayah Terbanyak
Polisi Sebut Kader Muda Jamaah Islamiyah yang Dikirim k
Plt Gubernur Kepri Isdianto Tagih Janji Jokowi soal Jem
Pedagang Dan Pengunjung Pasar Raya Solok Resah Karena B
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar