Hendry Munief Dorong Hilirisasi Kopi, Nilai Tambah Harus Naik: Petani dan Pengusaha harus Untung

Mawardi Tombang Amar
Sabtu, 5 September 2026 21:55:10

KANALSUMATERA.com - SEMARANG – Anggota DPR RI Hendry Munief MBA mendorong penguatan industri pengolahan kopi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen biji kopi, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

Hal itu disampaikannya dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Santos Jaya Abadi di Semarang pada Jumat (4/9/2026).

Hendry Munief menyebut Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat dunia dengan produksi sekitar 834 ribu ton pada 2025, sementara 98,6 persen perkebunan kopi merupakan perkebunan rakyat.

Potensi tersebut katanya harus diikuti penguatan industri hilir karena kapasitas terpasang industri pengolahan kopi mencapai 1,81 juta ton, tetapi tingkat utilisasinya baru 51 persen dengan kapasitas produksi sekitar 928 ribu ton.

Baca: DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh

Dia menekankan peningkatan utilisasi perlu dibarengi penguatan pasokan bahan baku, kualitas pascapanen, teknologi, SDM dan kemitraan dengan petani.

"Kita melihat peluang ekspor produk olahan masih terbuka lebar karena ekspor kopi olahan Indonesia pada tahun 2025 mencapai 182.441 ton senilai USD692,1 juta dan telah menjangkau lebih dari 80 negara. Untuk itu kita mengharapkan sektor industri memperbesar porsi produk bernilai tambah" kata Hendry Munief saat itu.

Hendry Munief menegaskan hilirisasi harus diukur dari nilai ekonomi yang benar-benar tercipta, bukan sekadar dari bertambahnya aktivitas produksi. Dia menggunakan pendekatan pengawasan berbasis data dengan melihat kapasitas aktual, utilisasi, nilai ekspor, biaya produksi, biaya logistik, konsumsi energi dan produktivitas tenaga kerja, sebagaimana kerangka pengawasan hilirisasi yang disiapkan Komisi VII.

“Keberhasilan hilirisasi tidak diukur dari asap yang keluar dari cerobong pabrik, melainkan dari margin daya saing, ekspor, lonjakan nilai dan keadilan harga domestik yang terekam dalam angka.” tegas ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini.

Baca: Insiden Virgo Transport 8 di Masalembo, 1 Tewas dan 115 Selamat

Hendry Munief menilai prinsip tersebut relevan diterapkan pada industri kopi agar peningkatan produksi benar-benar berujung pada peningkatan daya saing, ekspor, investasi, lapangan kerja dan kesejahteraan petani.

"Dengan agenda hilirisasi kopi ini tercapai, kita harapkan agar petani sejahtera sektor industri makin kuat dan berimbas kepada pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan" terang Hendry Munief lagi.

Liberika Meranti, Potensi Kopi Unggulan Riau

Hendry Munief juga menyoroti potensi kopi Liberika dari Kepulauan Meranti yang dinilainya sebagai kopi terbaik dari Riau. Kekhasan Liberika Meranti perlu mendapat perhatian dalam pengembangan industri kopi nasional, terutama melalui penguatan kualitas, branding dan hilirisasi agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Baca: BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG, Ini Alasan dan Batas Waktu Konsumsinya

Hendry Munief mendorong agar kopi Liberika Meranti tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas bahan baku, tetapi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah dan diperluas pasarnya.

"Kopi Liberika ini sudah ternama, pasarnya luas di asia Tenggara seperti ke Malaysia dan Singapura yang berbatasan dengan Kepulauan Meranti. Pengembangan kopi ini hingga ke sektor hilirisasi turut membantu Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai penghasil kopi. Dan tentunya masyarakat akan terbantu." tutupnya.



Terkait
Anggaran MBG Dipisah, Komisi X DPR Dorong Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas APBN 2027
Anggaran MBG Dipisah, Komisi X DPR Dorong Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas APBN 2027
Utang Rp2,8 Triliun, Aset Perusahaan Udang Kaesang Tak
Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua Diperpanjang Hingga Ak
Kadin: MBG Berpotensi Kerek Pertumbuhan PDB hingga 3,5
Lainnya
Lama Bertikai, Konflik Koperasi Iyo Basamo Desa Terantang Kampar Telah Selesai
Lama Bertikai, Konflik Koperasi Iyo Basamo Desa Terantang Kampar Telah Selesai
Meriah, Suzuki Salesman Competition 2019 Diikuti 72 Ora
Karena Masih Berstatus Mahasiswa, Hukuman Kurir Ganja 1
Ratusan Warga Dumai Terjangkit Radang Tenggorokan Akiba
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Kriminal
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polisi, Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di J
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Politik
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
TOP dan JoinPKS Kampar, Syahrul Aidi Ajak Warga Bergabu
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Nasional
Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi Assegaf Viral, MUI Serukan Boikot
Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi Assegaf Viral, MUI Serukan Boikot
Wagub Sumbar Desak Usut Penanaman Sawit di Bekas Karhut
Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI Sejak Dini, Sekol