Kapolda Metro Jaya Dorong Literasi AI Sejak Dini, Sekolah Diminta Siapkan Generasi Melek Teknologi
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto mendorong penguatan literasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sejak usia dini. Upaya tersebut dilakukan melalui program Polisi Peduli Pendidikan dengan menyambangi sekolah Muhammadiyah di Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026).
Kunjungan tersebut menyasar SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru dan SMP Muhammadiyah 9 Jakarta. Dalam kegiatan itu, Kapolda mengajak pihak sekolah untuk tidak hanya memperkuat pendidikan karakter, tetapi juga membekali peserta didik dengan pengetahuan teknologi dan kemampuan berpikir kritis sejak bangku sekolah.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital menuntut generasi muda memiliki pemahaman yang memadai agar mampu mengikuti perubahan zaman. Sekolah pun didorong memanfaatkan fasilitas laboratorium AI sebagai sarana pengenalan teknologi, pengembangan wawasan, serta peningkatan kemampuan komunikasi siswa.
Baca: Green Policing Diperkenalkan, Kapolda Riau Bekali Taruna Akpol
"Siapa yang menguasai teknologi, akan menguasai dunia," ujar Komjen Dadang kepada para siswa.
Literasi AI Perlu Dikenalkan Sejak Sekolah Dasar
Baca: Gelang Merah, Kuning, Hijau Jadi Penanda Kondisi Korban KM Virgo
Kapolda menilai, rasa ingin tahu yang dimiliki anak-anak merupakan modal penting untuk mengembangkan pola pikir logis dan kritis. Karena itu, pembelajaran teknologi sebaiknya dimulai melalui pertanyaan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Misalnya, siswa diajak memahami bagaimana mesin dapat berbicara atau bagaimana telepon seluler memungkinkan seseorang berkomunikasi tanpa menggunakan kabel. Pertanyaan semacam ini dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan konsep teknologi dengan cara yang mudah dipahami.
Guru juga diharapkan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, mencoba, dan mengeksplorasi hal-hal baru. Materi pembelajaran perlu disampaikan secara menarik, bertahap, dan berulang agar pemahaman siswa berkembang sesuai usia mereka.
Baca: Polemik Desil Memanas, Kemensos dan BPS Buka Data Bersama CELIOS
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan belajar yang aktif, sekaligus mempersiapkan anak menghadapi perkembangan kecerdasan buatan yang semakin luas penggunaannya.
Pendidikan Karakter dan Agama Tetap Menjadi Perhatian
Baca: Habiburokhman Tegaskan RUU Perampasan Aset Tak Cuma Bidik Koruptor, 13 Kejahatan Masuk Sasaran
Selain mendorong literasi AI, Dadang menekankan pentingnya pembelajaran yang terarah dan mudah dipahami. Siswa diharapkan tidak terbebani oleh materi yang terlalu padat sehingga dapat menyerap pengetahuan secara lebih optimal.
Dalam pendidikan agama, ia mendorong pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga pemahaman makna dan penerapan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran Al-Qur'an, misalnya, dapat dilakukan dengan mengenalkan arti kata demi kata sekaligus memberikan pemahaman mengenai hukum tajwid. Dengan demikian, siswa tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami pesan dan nilai yang terkandung di dalamnya.
Baca: Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing
Penguatan karakter tersebut dinilai penting agar kemajuan pengetahuan dan teknologi berjalan seiring dengan pembentukan akhlak serta tanggung jawab sosial.
Kapolda Ingatkan Bahaya Perundungan di Sekolah
Baca: Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Riau Jadi Wilayah dengan Kasus Terbanyak
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Metro Jaya turut menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Para siswa diingatkan untuk menghormati teman, menghindari tindakan perundungan atau bullying, serta berani menceritakan persoalan yang mereka hadapi kepada guru maupun orang tua.
Kehadiran kepolisian di lingkungan pendidikan juga diharapkan dapat membangun kedekatan dengan anak-anak. Polisi tidak hanya dipandang sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pihak yang dapat memberikan perlindungan dan pertolongan ketika dibutuhkan.
Baca: Prabowo Minta Perda Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar Segera Direvisi
Masyarakat, termasuk anak-anak, dapat memanfaatkan layanan Polisi 110 untuk meminta bantuan kepolisian dalam situasi darurat.
Polisi Ajak Orang Tua dan Guru Bersama Lindungi Anak
Baca: Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peserta Dipastikan Lebih Sedikit
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, program Polisi Peduli Pendidikan merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan dunia pendidikan.
Program tersebut sekaligus memperkuat peran guru dan orang tua dalam mendidik generasi muda yang berkarakter, memiliki pengetahuan, serta peduli terhadap lingkungan sosialnya.
"Rasa aman bagi anak tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Orang tua, guru, lingkungan, dan kepolisian perlu saling berkomunikasi dan saling menjaga. Ketika anak merasa didengar dan berani bercerita, persoalan dapat diketahui lebih awal sehingga bantuan bisa diberikan dengan tepat," kata Budi Hermanto.
Baca: Sidang Praperadilan MBG, Kejagung Beber Dugaan Korupsi Picu Pemborosan Rp10,5 Triliun per Tahun
Ia menambahkan, kolaborasi antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui program tersebut, Polda Metro Jaya berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berakhlak baik, mampu berpikir kritis, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.
Baca: Mendagri Usulkan Pilkada Asimetris untuk Tekan Korupsi, Daerah Rawan Bisa Dipilih DPRD
Penguatan literasi digital sejak dini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal teknologi, tetapi juga mendorong penggunaannya secara bijak, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masa depan. (SM)
