DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh

Kanama
Kamis, 15 Oktober 2026 11:05:25

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Anggota DPR RI meminta pemerintah memberikan fasilitasi kepada calon jemaah umrah Indonesia yang gagal berangkat ke Tanah Suci akibat gangguan penerbangan menyusul situasi keamanan di Arab Saudi. Pemerintah didorong memastikan jemaah terdampak memperoleh informasi, pendampingan, serta kepastian mengenai kelanjutan perjalanan ibadah mereka. Kamis (15/10/2026).

Permintaan tersebut muncul setelah serangan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, berdampak pada operasional penerbangan. Situasi itu turut mengganggu perjalanan jemaah umrah Indonesia, termasuk sejumlah calon jemaah yang tertahan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, meminta pemerintah tidak hanya memantau perkembangan situasi keamanan, tetapi juga menyiapkan langkah konkret untuk membantu warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak.

Baca: Presiden Mesir Dikawal Pasukan Berkuda ke Istana, Prabowo Siapkan Pertemuan Bilateral

Dalam keterangannya pada 14 Oktober 2026, Sukamta menekankan pentingnya koordinasi pemerintah melalui kementerian terkait dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

“Kami berharap, pihak KBRI Riyadh terus melakukan pemantauan terhadap kondisi WNI di Arab Saudi, termasuk para jemaah umrah Indonesia yang mungkin terdampak akibat peristiwa ini,” ujar Sukamta, seperti dikutip dari keterangan Fraksi PKS DPR RI.

Baca: Prabowo Undang Jokowi ke Kertanegara, Ajudan Ungkap Pertemuan Dua Jam

DPR Minta Jemaah Umrah Terdampak Mendapat Fasilitas

Sukamta menilai pembatalan atau penundaan penerbangan akibat situasi keamanan membutuhkan penanganan yang terkoordinasi. Pemerintah diminta memastikan jemaah yang terdampak tidak kehilangan akses terhadap informasi dan bantuan yang diperlukan.

Ia juga mendorong kementerian dan lembaga terkait menyusun mekanisme penanganan bagi calon jemaah yang gagal berangkat maupun WNI yang mengalami kendala perjalanan di Arab Saudi.

Baca: Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Puan Minta Kekuatan APBN Dikaji

“Imbauan tersebut penting, tetapi perlu diikuti langkah yang lebih terkoordinasi. Termasuk agar Pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait memfasilitasi jemaah Indonesia yang gagal berangkat umrah karena penutupan Bandara Riyadh,” tutur Sukamta.

Menurutnya, pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan gangguan penerbangan berlangsung lebih lama. Perhatian khusus juga diperlukan bagi jemaah lanjut usia, kelompok rentan, serta mereka yang membutuhkan layanan kesehatan.

Baca: Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan Ikon Jakarta Dipadamkan

“Termasuk dukungan bagi jemaah tertahan, kelompok rentan, lansia, dan mereka yang memiliki kebutuhan kesehatan khusus,” ungkap Sukamta.

Penutupan Bandara Riyadh Ganggu Perjalanan Jemaah

Gangguan perjalanan umrah terjadi setelah serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Dampak peristiwa tersebut membuat sejumlah penerbangan terganggu dan memicu pembatalan perjalanan menuju Arab Saudi.

Baca: Kemendagri dan BGN Perkuat Kolaborasi, Pemda Diminta Maksimalkan Dukungan Program MBG

Sebelumnya, sejumlah calon jemaah umrah dilaporkan tertahan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Senin, 12 Oktober 2026. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari otoritas terkait di Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, membenarkan adanya jemaah yang terdampak pembatalan penerbangan.

Baca: Pelatihan Kopdes Merah Putih Disorot, Kemhan Tegaskan Peserta Bukan Digaji Rp10 Juta

“Iya betul (jemaah telantar), dampak dari eskalasi politik Saudi, penerbangan dibatalkan,” ujar Ikbal, sebagaimana diberitakan detikSulsel pada Senin, 12 Oktober 2026.

Pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan kemudian mengerahkan tim untuk melakukan pendataan terhadap jemaah yang mengalami kendala perjalanan.

Jemaah Diminta Memantau Informasi Resmi

Baca: Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes Mulai September, Pemerintah Diminta Jangan Persulit Warga

Di tengah ketidakpastian jadwal penerbangan, calon jemaah umrah diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari maskapai, pengelola bandara, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), serta perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi.

Jemaah juga diimbau mengonfirmasi jadwal penerbangan sebelum berangkat ke bandara. Langkah tersebut penting untuk menghindari penumpukan penumpang akibat perubahan jadwal atau pembatalan penerbangan.

Baca: Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas Kasus Batu Bara, Habiburokhman:

Sukamta menegaskan bahwa keselamatan warga Indonesia harus menjadi prioritas dalam menghadapi situasi tersebut. Pemerintah diharapkan terus memantau perkembangan keamanan dan memastikan layanan bantuan bagi WNI tetap berjalan.

Dengan adanya koordinasi lintas lembaga, jemaah yang terdampak diharapkan memperoleh kepastian mengenai jadwal keberangkatan, fasilitas selama menunggu, serta langkah penyelesaian atas perjalanan yang tertunda. (SM)



Terkait
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Tangkap Pelu
Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua Diperpanjang Hingga Ak
Lainnya
Arsip Pendidikan Gibran Tak Ditemukan di KBRI Singapura dan Australia
Arsip Pendidikan Gibran Tak Ditemukan di KBRI Singapura dan Australia
Mengapa Purbaya Dicopot? Ini Alasan di Balik Reshuffle
Gubri Syamsuar Ucapkan Selamat Grand Opening "Gerai Ole
Batam Segera Miliki Sirkuit Motor GP, Ketua MPR Dukung
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I