Kebakaran Hutan di Meranti Riau, BPBD Keluhkan Perusahaan Tak Bantu Pemadaman

Alwira Fanzary
Minggu, 10 Maret 2019 16:55:17
kawasan hutan yang terbakar

KANALSUMATERA.com - Tim gabungan saat ini terus berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Namun, pemerintah setempat mengeluhkan ketidakpedulian perusahaan yang berada di areal terhadap kebakaran yang sudah berlangsung selama 20 hari itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Edy Aprizal seperti yang dilansir dari Okezone.com menyatakan, penanggulangan kebakaran selayaknya harus dilakukan bersama, termasuk perusahaan. Dia menyebutkan, jika tidak bisa membantu personel, perusahaan bisa membantu peralatan pemadaman.

"Kebakakaran di Meranti terjadinya di banyak tempat. Seperti di Desa Sokop dan Desa Tebun. Namun saat terjadi kebakaran di sana, perusahaan PT Sumatera Riang Lestari (SRL) tidak membantu penanggulangan. Kita sangat sayangkan itu," keluh Edy Aprizal, Minggu (10/3/2019).

Edy sangat prihatin dengan sikap perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut. Mengingat konsesi areal hutan akasia untuk pasokan bahan baku perusahaan industri kertas di Riau itu sangat luas di Meranti.

"PT SRL mengklaim beberapa waktu lalu mengerahkan 140 orang membantu pemadaman kebakaran lahan di Sokop dan Tebo selama delapan hari, yang mana orangnya (pihak perusahaan). Saya setiap hari ke lapangan tidak ada menemukan mereka membantu. Jangan main klaim saja. Bantulah pemerintah dan warga yang dilanda bencana," ujarnya geram.

Baca: DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhirnya Dibayarkan

Dia mengeluhkan, kebakaran hutan lahan di Meranti karena ketidakpekaan pihak perusahaan. Hasil pengamatan, pihak perusahaan hanya menjaga areal konsesinya.

"Kalau personel PT SRL hanya menjaga areal perusahaan untuk apa. Mereka cari makan di sini tapi tidak mau membantu. Kita personel ada, tapi kekurangan peralatan pemadaman. Jadi bantulah. Kita BPBD, TNI, Polri tidak punya areal, tapi kita memadamkan kebakaran. Kalaulah perusahan mau bantu pasti kebakaran tidak meluas. Contohkan kebakaran terjadi di Desa Bungur, terus meluas ke Desa Sokop dan meluas lagi ke Desa Tebun yang merupakan wilayah yang berdekatan dengan konsesi PT SRL. Karena kebakaran meluas, pengamatan kita areal HTI mereka ikut terbakar. Seharusnya, kebakaran bisa diantisipasi kalau perusahaan mau memblokade api saat kebakaran berada di Desa Tebun. Ini perusahaan hanya berjaga di arealnya saja, untuk apa?" kata dia.

Edy menyatakan kebakaran di Kepualuan Meranti juga terjadi di Desa Sungai Gayung Kiri dan derah lainnya. "Perusahaan kan punya alat-alat pemadaman kebakaran yang lengkap, alat berat juga ada. Ayo bantu warga dan pemerintah. Harus banyak bekerja, bukan bicara sana-sini perusahaan ikut padamkan, tapi nyatanya kami selama 20 hari berjibaku padaman, tidak menemukan personel perusahaan membantu," kata dia.

Sementara Humas PT SRL, Abdul Hadi membantah pihaknya tidak ikut membantu pemadaman kebakaran di Meranti."Tidak benar kita tidak bantu. Contohnya saat terjadi kebakaran di Sungai Gaung Kiri kita mengerahkan 25 personel. Kebakaran di Sungai Gayung mencapai 30 hektare. Lokasi kebakaran jauh dari konsesi perusahaan, tapi kita ikut bantu," ujarnya membantah. Kso



Terkait
Menteri Jumhur Soroti Tanggung Jawab Negara Besar Pulihkan Lingkungan di Forum BRICS
Menteri Jumhur Soroti Tanggung Jawab Negara Besar Pulihkan Lingkungan di Forum BRICS
Monica Subastia Resmi Pimpin Nasyiatul Aisyiyah Periode
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief
Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 C
Lainnya
Peringati Hari Ozon Internasional, Pemprov Riau Serahkan Pengjargaan Untuk 3 Kategori Ini
Peringati Hari Ozon Internasional, Pemprov Riau Serahkan Pengjargaan Untuk 3 Kategori Ini
AJI Ingatkan Kapolri Listyo Sigit Soal Perlindungan Keb
Wings Air Resmi Layani Rute Penerbangan Batam-Dabo
Waduk PLTA Koto Panjang di Buka, 11 Desa Terancam Banji
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
Nasional
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Gaji Hakim Naik, Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggara
Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran T
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar