Komnas HAM: Jika Mobil Pengawal Rizieq Tak Menunggu, Peristiwa KM 50 Tak Terjadi

Mawardi Tombang
Sabtu, 9 Januari 2021 06:05:26

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan dua mobil laskar Front Pembela Islam sebenarnya bisa kabur dari pengintaian polisi sebelum terjadinya insiden Jalan Tol Jakarta-Cikampek kilometer 50. Dua mobil itu sempat berkejaran dengan polisi yang membuntuti rombongan pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Kedua mobil itu masing-masing berisi enam orang. Satu mobil, yakni Toyota Avanza berwarna silver, ditumpangi para pengawal Rizieq atau dikenal sebagai mobil Den Madar. Sedangkan mobil kedua jenis Chevrolet Spin ditumpangi Laskar FPI. "Kedua mobil FPI tersebut berhasil membuat jarak dan memiliki kesempatan untuk kabur dan menjauh, namun mengambil tindakan menunggu," ujar Anam, Jumat, 8 Januari 2021.

Akibatnya, kedua mobil tersebut bertemu kembali dengan mobil petugas, yakni Avanza silver bernomor polisi K 9143 EL serta dua mobil lainnya, yaitu Avanza silver B 1278 KJD dan Avanza hitam B 1739 PWQ. Setelah itu, dua mobil pengawal Rizieq melewati Jalan Raya Klari, Jalan Raya Pantura (Surokonto), Jalan Ahmad Yani, Jalan Tarumanegara, Jalan Internasional Karawang Barat, hingga kembali masuk Tol Karawang Barat.

Penelusuran Komnas HAM menemukan terjadi kejar-mengejar, saling serempet dan seruduk, kemudian berujung saling serang dan kontak tembak antara mobil laskar khusus FPI dan mobil petugas. Insiden ini terjadi di sepanjang Jalan Internasional Karawang Barat dan diduga hingga kilometer 49 ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Baca: Hunian Mewah Lapas Cibinong Dibongkar, Rieke Minta Bukti Fisik Diamankan


Anam menuturkan fakta bahwa dua mobil pengawal Rizieq ini merupakan salah satu poin penting yang mereka cermati. Menurutnya, jika dua mobil itu tak menunggu, maka peristiwa Km 50 yang menewaskan enam orang anggota laskar FPI itu mungkin tak akan terjadi.

Namun karena menunggu, kata Anam, akhirnya terjadi gesekan antara mobil polisi dan mobil pengawal Rizieq. Menurut Anam Komnas HAM telah memanggil pakar psikologi forensik untuk membaca konteks peristiwa ini. "Kami merasa perlu memanggil psikolog forensik dan dikatakan bahwa ini baseline-nya fighting (bertempur). Kalau tidak menunggu, tadi tidak terjadi peristiwa Km 50, toh ini pembuntutan saja," ujar Anam.

Komnas HAM menilai peristiwa tewasnya enam anggota laskar FPI itu bukan berasal dari sebuah skenario perintah. Dia berujar memang terjadi pembuntutan oleh petugas Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya terhadap Rizieq dalam rangka rencana pemeriksaan Rizieq terkait kasus kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

"Bahwa ada pembuntutan iya, tapi pembuntutan itu bisa selesai kalau, ya, ditinggal aja. Namanya dibuntutin ya ditinggal aja, enggak perlu ditungguin, lalu enggak perlu ada semacam heroisme dan sebagainya. Mungkin enggak ada orang yang meninggal dalam jumlah cukup banyak dan memprihatinkan kita semua," ucap Anam.

Baca: MA Koreksi Kasus Timah: Kerusakan Lingkungan Rp271 Triliun Bukan Kerugian Negara

Ihwal tindakan menunggu oleh dua mobil pengawal Rizieq dan laskar FPI ini disampaikan beberapa kali secara terpisah oleh komisioner Komnas HAM. Menurut Anam, ini demi menandaskan bahwa pemahaman terhadap peristiwa ini harus utuh. "Tantangan paling berat tim ini bukan mengurai fakta, tapi berbagai analogi dan asumsi. Ini upaya kami memperbaiki informasi karena masyarakat butuh informasi yang lengkap dan komprehensif," kata dia.

Baca: BGN Temukan 414 Rekening SPPG Bermasalah, Rp311 Miliar Langsung Dikembalikan ke Kas Negara

Sumber: tempo.co



Terkait
MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan Mulai APBN 2028
MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan Mulai APBN 2028
Zulhas Bantah Isu Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun,
Kejagung Ungkap Dugaan Pemborosan Program MBG Capai Rp1
Dapur MBG Bermasalah Terancam Ditutup, BGN: Tak Ada Tol
Lainnya
PWI Kampar Gelar Rakerda 2025 diAlahan Panjang, Bahas Tiga Agenda Strategis
PWI Kampar Gelar Rakerda 2025 diAlahan Panjang, Bahas Tiga Agenda Strategis
Muhammad Sabarudi Desak Satpol PP Tegas Soal Aktivitas
Larangan CPO Indonesia, Uni Eropa: Bisa Direvisi
58 Persen Angkatan Kerja Indonesia Lulusan SD dan SMP
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hukum
Empat Jam Diburu Polisi, Dua Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kampar Ditangkap
Empat Jam Diburu Polisi, Dua Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kampar Ditangkap
Hasto PDIP Sebut Dugaan Penyadapan Prabowo oleh Listyo
UGM Tegaskan Hormati Proses Hukum Usai Jokowi Tunjukkan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Politik
Syahrul Aidi Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Penutupan LATANSA Kampar
Syahrul Aidi Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Penutupan LATANSA Kampar
NasDem Desak Polri Bongkar Tuntas Dugaan Penyadapan Pra
Syahrul Aidi Maazat Gelar Sarasehan Kebangsaan MPR RI 2
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini