PKS Minta Jokowi Tekan Emmanuel Macron Minta Maaf dan Cabut Ucapan

Mawardi Tombang
Senin, 2 November 2020 13:32:01

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)Aboe Bakar Al-Habsyi mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekan Presiden Perancis Emmanuel Macron utnuk meminta maaf kepada umat Islam Indonesia dan dunia. Aboe mengatakan tindakan Macron yang membela kartun Nabi Muhammad SAW telah mendiskreditkan serta menyakitkan hati umat Islam.

"Presiden Jokowi harus menekan Presiden Macron agar meminta maaf dan mencabut ucapannya," ujar Aboe dalam keterangan tertulis, Senin, 2 November 2020.

Aboe mengatakan tindakan Macron itu kian menyayat lantaran terjadi saat umat Islam sedang merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam konteks politik global, kata dia, tindakan Macron juga bisa membahayakan ketertiban dunia.

Ia mengatakan tindakan Macron menyinggung sekitar 25 persen dari populasi dunia atau sekitar 1,9 miliar warga dunia yang beragama Islam. "Tentunya ini tidak baik untuk ketertiban dan perdamaian dunia karena dikhawatirkan akan mengancam adanya konflik sosial," kata dia.

Baca: Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainkan Instrumen Kedaulatan Negara


Aboe menyinggung bahwa konstitusi Indonesia menyebutkan salah satu tujuan bernegara adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang didasarkan perdamaian abadi. Maka, ia menilai Indonesia harus berperan aktif menyikapi persoalan ini dengan tetap menjaga prinsip politik bebas aktif.

"Sikap tegas Presiden Jokowi juga sangat penting untuk mewakili ratusan juta umat Islam di Indonesia. Presiden harus memahami suara hati masyarakat muslim Indonesia," ucap Aboe.

Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini mengatakan, sudah begitu banyak aspirasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta berbagai ormas lain yang menyerukan pemboikotan terhadap produk Perancis.

"Tentunya refleksi atas sikap berbagai lembaga dan masyarakat ini harus didengar dan diwakili oleh Presiden Jokowi dalam sikap tegasnya di kancah internasional," tambah Aboe.

Baca: Hutama Karya Segera Konstruksi Tol Jambi–Rengat, Hubungkan Utara dan Selatan Pulau Sumatera

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Macron yang dinilai menghina agama Islam. Jokowi juga mengecam terjadinya kekerasan di Paris dan Nice yang memakan korban jiwa.

Polemik ini dipicu kartun Nabi Muhammad yang dimuat di majalah satire Charlie Hebdo pada awal September. Pada 25 September terjadi penyerangan di depan bangunan bekas kantor Charlie Hebdo yang juga pernah diserang pada 2015.

Kemudian pada 2 Oktober, Macron menyebut Islam sebagai agama yang mengalami krisis. Macron mengungkap rencananya untuk mempertahankan nilai-nilai sekuler Perancis melawan apa yang dia sebut radikalisme Islamis.

Sejumlah insiden berdarah beruntutan terjadi setelahnya. Seorang guru bernama Samuel Paty dipenggal pada 16 Oktober 2020, setelah menunjukkan kartun itu kepada para muridnya di kelas ketika membahas kebebasan berbicara.

Baca: Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Ada pula penyerangan terhadap tiga orang di gereja di Nice pada Kamis, 29 Oktober lalu. Di tempat terpisah, polisi menembak mati seorang pria yang menakut-nakuti pejalan kaki dengan pistol. Di Arab Saudi, seorang pria menyerang dan melukai seorang petugas keamanan di Konsulat Perancis.

sumber: tempo.co

Terkait
Hendry Munief Soroti Informasi Piala Dunia 2026 Belum Terasa oleh  Masyarakat di Daerah
Hendry Munief Soroti Informasi Piala Dunia 2026 Belum Terasa oleh  Masyarakat di Daerah
Pulihkan Pangan Nasional, Petani di Daerah Bencana Suma
Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Berbasis Link
Update Bencana Sumatera per 31 Desember oleh BNPB: Korb
Lainnya
Bareskrim Tahan Ambroncius Nababan dalam Kasus Rasisme Kepada Natalius Pigai
Bareskrim Tahan Ambroncius Nababan dalam Kasus Rasisme Kepada Natalius Pigai
Miliki Tinggi 2,6 meter, Emen Malah Pilih Jadi Atlet Vo
Tiba di Jambi, Fachrori Disambut Secara Adat
KPK Diteror, Pemberantasan Korupsi Tak Kendor!!
Entertainment
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Daerah
Saat Launching Forum DPR RI, Syahrul Aidi Tawarkan Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Sahabat
Saat Launching Forum DPR RI, Syahrul Aidi Tawarkan Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Sahabat
Hendry Munief Dorong Kepala Daerah Maksimalkan Forum DP
Saidul Tombang: HUT ke-80 SPS Momentum Perkuat Solidari
Pendidikan
Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026
Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi I
Pemkab Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Pembangunan Sekolah N
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Politik
DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Perkuat Semangat Berbagi untuk Masyarakat
DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Perkuat Semangat Berbagi untuk Masyarakat
43 Tahun “Dirampok”,  Adam Syafaat Dukung Presiden
Kemah Bela Negara PKS Riau: Mengokohkan Akar Kebangsaan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I