Ribuan Warga Nduga Mengungsi Hindari Kontak Senjata TNI-Kelompok Bersenjata

Alwira Fanzary
Sabtu, 2 Maret 2019 22:41:07
Warga Nduga

KANALSUMATERA.com - Rentetan peristiwa kontak senjata yang terjadi di Nduga, Papua antara aparat dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) membuat masyarakat setempat trauma. Dilaporkan ada lebih dari 2000 warga Nduga yang akhirnya lebih memilih untuk mengungsi ke Wamena.

"Jumlah pastinya kita tidak bisa hitung tapi ada lebih 2000 orang (mengungsi) di Wamena," kata Sekretaris Eksekutif Yayasan Teratai Hati Papua, Ence Geong kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (2/3).

Ence mengaku bertugas mendampingi para pengungsi. Dia menuturkan dari 2000 warga Nduga yang mengungsi, sebanyak 610 di antaranya merupakan para pelajar.

Ence menyampaikan para warga Nduga mengungsi ke Wamena karena trauma dan ketakutan akibat peristiwa kontak senjata yang terjadi. Apalagi, setelah ada peristiwa penembakan terhadap pekerja PT Istaka Karya pada 2 Desember silam.

Baca: Pegawai Program MBG Langsung Diangkat Jadi PPPK, Jangan Sampai Guru Pengabdi Lama Tersisih

Akibatnya, sejak 4 Desember atau bertepatan dengan dimulainya operasi militer pasca insiden penembakan pada 31 pekerja tersebut, banyak warga Nduga yang kemudian memilih mengungsi ke Wamena.

Di kalangan anak-anak, Ence menyebut trauma yang dialami bahkan sampai membuat anak-anak takut melihat aparat berseragam. Hal itu lantaran mereka mengetahui ada anak-anak yang juga menjadi korban dari kontak senjata.

"Contoh nyata ketika di sekolah darurat ada tentara datang menggunakan seragam anak-anak ketakutan dan mereka lari, jadi masih ada trauma," tutur Ence.

Selama di Wamena, kata Ence sebenarnya tak ada tempat pengungsian yang memang khusus disediakan bagi warga Nduga. Selama ini, sambungnya, warga Nduga tinggal di rumah-rumah warga yang tersebar di 23 titik.

Baca: Komisi IV Soroti Overkapasitas Kapal di Pelabuhan Muara Angke: KKP Janji Bereskan dalam Sepekan


"Sampai saat ini belum ada tempat pengungsian yang disiapkan, jadi para pengungsi tinggal di rumah-rumah warga yang ada di 23 titik," tuturnya.

Ence menyebut pihaknya tak bisa memastikan sampai kapan warga Nduga akan mengungsi di Wamena. Menurutnya, hal itu bergantung pada situasi dan kondisi keamanan yang ada di Nduga.

Dikatakan Ence, sampai saat ini kontak senjata masih terus terjadi. Terakhir, tembak menembak terjadi pada 27 Februari lalu.

"Jadi untuk memastikan apakah pengungsi mau pulang atau tidak tergantung bagaimana kondisi di Nduga," ujarnya. Kso

Terkait
Hendry Munief Soroti Informasi Piala Dunia 2026 Belum Terasa oleh  Masyarakat di Daerah
Hendry Munief Soroti Informasi Piala Dunia 2026 Belum Terasa oleh  Masyarakat di Daerah
Stok Beras Melimpah, Masyarakat bisa Beli Beras SPHP 5
KH Cholil Nafis Gantikan Prof Hasanudin sebagai Ketua B
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Tindakan AS Tangkap Presiden V
Lainnya
Penusuk Syekh Ali Jaber Dituntut Hukuman 10 Tahun Penjara
Penusuk Syekh Ali Jaber Dituntut Hukuman 10 Tahun Penjara
Antisipasi Wabah Covid 19, APP Dukung Pemko Pekanbaru '
Telapak Tangan Sering Berkeringat, Benarkah Jadi Tanda
Yusuf Mansur Ceritakan Jokowi Biasa Puasa Sunnah dan Sa
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Olahraga
Ribuan Penonton Hadiri Final Piala Dunia Kuok yang ke-61
Ribuan Penonton Hadiri Final Piala Dunia Kuok yang ke-61
Calon Ketua KONI Riau Edi Basri Hadiri Laga Final Gala
Kadispora Riau dan Ribuan Penonton Saksikan Laga Final
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pendidikan
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Sekda R
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Kadispo
Nasional
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munie