Sidang Nurhadi: Saksi Diminta Bayar Uang Muka Rp 250 Juta untuk Atur Perkara

Mawardi Tombang
Rabu, 11 November 2020 16:11:30

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Pengadilan melanjutkan sidang mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, ihwal kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara. Dalam agenda pemeriksaan saksi, seorang pengusaha bernama Agung Dewanto mengungkapkan diminta sejumlah uang oleh menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, untuk mengurusi masalah hukum.

"Dia bilang, 'Kita siap bantu tapi perlu dana untuk polisi, enggak bisa utang. Harus tunai, Rp 250 juta dulu'," ucap Agung saat memberi kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 11 November 2020.

Agung menceritakan bahwa ia berprofesi sebagai pengusaha dan menjadi korban penipuan oleh seseorang bernama Andreas. Agung juga ikut di dalam sebuah grup yang berisi para korban penipuan Andreas. Di grup tersebut juga ada notaris bernama Devy.

Devy, kata Agung, suatu hari menghubunginya secara pribadi. Devy menawarkan bahwa kasus yang dihadapi Agung akan dibantu oleh seseorang yang top, yaitu Nurhadi. Agung semula tidak mengenal Nurhadi. Dari media, ia baru mengetahui bahwa orang tersebut adalah Sekretaris MA.

Baca: Gangguan Besar, Sebagian Pulau Sumatera Mati Lampu: Berikut Konfirmasi PLN WRKR


Devy kemudian mengajak Agung janjian bertemu dengan Nurhadi di Hotel Shangri-La pada 27 Mei 2017. Saat bertemu di sebuah kamar hotel, Agung terkejut karena sosok yang ditemuinya bukan Nurhadi melainkan orang muda, yaitu Rezky.

Dalam pertemuan itu, Rezky meminta data lengkap atas kasus penipuan yang dialami Agung. Selain itu, Devy juga meyakinkan Agung bahwa Rezky bisa membantunya menyelesaikan kasus. "Saya dipamerin sama namanya Bu Devy, 'Ini lho orangnya bisa nangkep siapa. Ini bisa penjarakan Iwan Liman'," ucapnya.

Agung kemudian menanyakan apakah ada biaya untuk bantuan tersebut. Devy, kata Agung, menyatakan tidak ada biaya tetapi bisa bagi hasil dari uang yang bisa dikembalikan dari kasus penipuan tersebut.

Agung pun setuju. Ia kemudian menceritakan kepada Albert, pengusaha yang juga menjadi korban Andreas, mengenai Rezky yang disebut bisa membantu mengurusi perkaranya. Akhirnya, Albert dan Agung pun kembali menemui Rezky di sebuah rumah di Jalan Bawean, Surabaya. Di sana, Albert menyerahkan data-data terkait kasus penipuan.

Baca: Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah

Setelah pertemuan tersebut, Rezky pun menghubungi Agung dan menanyakan apakah jadi dibantu atau tidak. "Saya bilang jadi saja, enggak apa-apa. Kenapa enggak dibantu? Saya enggak punya apa-apa. Sampean bisa bantu ya bantu saja. Tapi nanti bagi hasil," kata Agung.

Namun, Rezky meminta uang Rp 250 juta sebagai uang muka. "Bahasanya dia (Rezky) untuk biaya polisi."

Agung pun komplain ke Devy karena permintaan uang muka tersebut di luar kesepakatan. "Bu apa-apaan ini kok minta uang di depan. Saya enggak mau diminta uang di depan saya enggak punya uang lagi. Saya ini korban, bukan malah diajak jadi korban lagi."

Baca: Sosialisasi Empat Pilar dengan Perempuan Muhammadiyah, Hendry Munief Puji Kontribusi PW Aisyiyah

sumber: tempo.co

Terkait
Tol Trans Sumatera Belum Selesai, Bapak ini Munculkan Wacana Kereta Api Trans Sumatera
Tol Trans Sumatera Belum Selesai, Bapak ini Munculkan Wacana Kereta Api Trans Sumatera
KH Cholil Nafis Gantikan Prof Hasanudin sebagai Ketua B
Update Bencana Sumatera per 31 Desember oleh BNPB: Korb
Menkeu Purbaya Sebut Ada Peluang Gaji ASN tahun 2026 Ba
Lainnya
Paradoks Dana SAL di Perbankan dan Pelambatan Kredit Dunia Usaha
Paradoks Dana SAL di Perbankan dan Pelambatan Kredit Dunia Usaha
Disbudpar Ingin Wujudkan Petang Belimau Jadi Event Pari
Negara Ini Swiss Izinkan 5 Ribu Rakyatnya Pakai Ganja u
Dinilai Mengandung Pasal-Pasal Karet, Sandi Akan Revisi
Global
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakam
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Pendidikan
Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026
Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 014 Batu Belah 2026
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi I
Pemkab Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Pembangunan Sekolah N
Hukum
Operasi Patuh 2026 Digelar 8–21 Juni, Korlantas Polri Incar Pelanggar Plat Nomor dan ETLE
Operasi Patuh 2026 Digelar 8–21 Juni, Korlantas Polri Incar Pelanggar Plat Nomor dan ETLE
Kanwil DJP Jabar I Bekukan 275 Rekening Penunggak Pajak
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerj
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Nasional
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi: IMYF 2026 Perkuat Solidaritas Pemuda Muslim Dunia
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi: IMYF 2026 Perkuat Solidaritas Pemuda Muslim Dunia
Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional d
Kolaborasi Film Nasional Kian Menguat, Hendry Munief Do