Survei Indikator: Elektabilitas Gerindra dan PKS Naik, Partai Pemerintah Anjlok

Mawardi Tombang
Senin, 26 Oktober 2020 13:17:53

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Hasil sigi Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menunjukan elektabilitas Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengalami kenaikan dibandingkan partai-partai pendukung pemerintah.

Dibandingkan survei terakhir Indikator pada Juli lalu misalnya, elektabilitas partai besutan Prabowo Subianto itu naik dari 17,7 persen menjadi 21,1 persen. Begitu pula dengan PKS dari 4,4 persen naik menjadi 5,9 persen. Sementara partai pendukung pemerintah seperti PDIP dari 26,3 persen turun menjadi 25,2 persen, lalu Golkar dari 8,3 persen turun menjadi 6,7 persen dan NasDem dari 4,5 turun menjadi 3,1 persen.

"Elektabilitas Partai Gerindra naik kencang, PDIP stagnan, Demokrat dan PKS juga naik, paling tinggi Gerindra," terang Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam hasil survei terbaru bertajuk 'Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi', Ahad, 25 Oktober 2020.

Baca: Ombudsman Dua Kali Ditolak Sidak Lapas Cibinong, Temukan Fasilitas Mewah

Burhanuddin menduga naiknya elektabilitas Partai Gerindra karena kemampuannya memainkan dua kartu. Adapun 'permainan dua kartu' yang dimaksud Burhanuddin yakni; Gerindra bisa memainkan peran berada di pemerintahan, tapi di sisi lain sejumlah tokoh partai ini juga tetap pada peran sebagai pengkritik pemerintah.

"Saya menduga elektabilitas Gerindra naik karena mampu memainkan dua kartu ini, satu bagian dari pemerintah mendapatkan intensif tapi di sisi lain masih menjaga figur kritis yang merawat Gerindra lama, misalnya seperti Fadli Zon, Andre Rosiade masih kencang kalau pemerintah nggak ada bedanya," ucap dia.

Selain partai-partai tersebut di atas, elektabilitas partai lain seperti PKB juga turun dari 5,0 persen menjadi 4,1 persen. PPP dari 1,7 persen turun menjadi 0,6 persen. PAN dari 2 persen turun menjadi 1,1 persen. Demokrat dari 5,7 persen naik menjadi 5,9 persen. PSI dari 0,1 persen naik menjadi 0,3 persen. Lalu Perindo dari 0,3 persen naik menjadi 1 persen, Garuda dari 0,0 persen naik menjadi 0,1 persen, Berkarya dari 0,1 persen naik menjadi 0,8 persen dan Hanura dari 0,5 persen turun menjadi 0,4 persen.

Baca: Hendry Munief Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Dikembangkan, Baterai Bekas Potensi Baru

Survei Indikator dilakukan pada 24 September hingga 30 September 2020 dengan menggunakan panggilan telepon karena pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah simple random sampling dengan 1.200 responden yang dipilih secara acak berdasarkan data survei tatap muka langsung sebelumnya pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Adapun margin of error sekitar 12.9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional.

Baca: HUT RI ke-81, Polri Kirim 44 Truk Bantuan untuk Korban Gempa Flores


Sumber: tempo.co



Terkait
Pakar Usul Nama RUU Perampasan Aset Diubah, DPR Diminta Perkuat Perlindungan Hak Rakyat
Pakar Usul Nama RUU Perampasan Aset Diubah, DPR Diminta Perkuat Perlindungan Hak Rakyat
Pajak Marketplace Ditunda, Ekonom: UMKM Bisa Bernapas J
Mendikdasmen Tegaskan MBG Hanya untuk Siswa yang Membut
KH Cholil Nafis Gantikan Prof Hasanudin sebagai Ketua B
Lainnya
UIN Jakarta dan Sekolah Islam Pamulang Memanas, Sengketa Pengelolaan Berujung Ketegangan
UIN Jakarta dan Sekolah Islam Pamulang Memanas, Sengketa Pengelolaan Berujung Ketegangan
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Pemdes Tanjung Bungo Latih Anak Muda Jadi Teknis Barang
Pemuda Penginjak Alquran Unggah Postingannya di Medsos,
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Nasional
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman,
Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar