Tabloid 'Indonesia Barokah' Beredar, Luhut: Kalau Mencerahkan, Kenapa Tidak?

Islami
Selasa, 29 Januari 2019 20:44:25
Tabloid Indonesia Barokah

KANALSUMATERA.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Padjaitan menilai tabloid 'Indonesia Barokah' menuliskan hal-hal yang benar tentang apa yang dilakukan pemerintah. Luhut mengaku baru membacanya sepintas.

"Saya hanya melihat sepintas. Saya lihat itu kok beritanya memberi counter yang benar mengenai apa yang dilakukan pemerintah. Saya belum baca isinya," kata Luhut di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan seperti dikutip dari detikcom, Selasa (29/1/2019).

Luhut mengaku belum membaca detail isi tabloid itu. Namun Luhut tidak mempermasalahkan jika isinya mencerahkan rakyat.

"Saya nggak tahu detailnya, tapi kalau memberikan pencerahan kepada masyarakat, kenapa tidak? Saya belum tahu persis," imbuh Luhut.

Baca: Wakil Menteri Perang AS Temui Menhan Sjafrie, Bahas Kelanjutan Kerja Sama Pertahanan RI-AS

Luhut belum mendengar adanya komplain terkait konten tabloid 'Indonesia Barokah'. Dia berpendapat tidak ada berita negatif seperti hoax dalam tabloid itu.

"Kita belum lihat ada yang komplain. Kita ndak melihat ada berita tidak bagus dan hoax di situ. Sepanjang berita itu benar, kita juga wajib memberikan penjelasan ke masyarakat," ujar Luhut.

Luhut kemudian mengimbau agar masyarakat berpikir realistis dan tak menjadi korban berita hoax dari orang, yang dia sebut, berlatar belakang tidak jelas.

"Kami tentu mengimbau supaya kita kan realistis, ada 150 juta lebih penduduk Indonesia yang tinggal di coast line, kami ingin jangan sampai ada berita-berita palsu," tutur Luhut.

Baca: Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Penyelundupan 150 Kg Pasir Timah dalam Truk Ekspedisi

"Jadi kita memberikan penjelasan secara berjenjang ke bawah supaya rakyat jangan dibodohi oleh orang-orang yang latar belakangnya tidak jelas dan punya ambisi tidak jelas juga," tandas dia.

Beredarnya tabloid 'Indonesia Barokah' mendapat kecaman dari Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi. Konten tabloid itu dinilai menyudutkan Prabowo-Sandi.

BPN Prabowo dan Sandiaga hari ini melaporkan tabloid 'Indonesia Barokah' ke Bareskrim Polri. Tabloid itu dilaporkan karena tidak termasuk dalam produk jurnalistik dan diduga berisi informasi bohong atau hoax.

"Alasan kami karena tabloid tersebut sepertinya bukan produk jurnalistik dan diduga kuat mengandung pelanggaran hukum serius, yaitu berita bohong (hoax), ujaran kebencian, dan permusuhan sebagaimana diatur dalam pasal 14 jo Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 156 KUH Pidana," kata anggota BPN Prabowo-Sandi, Andi Syamsul Bachri, dalam keterangannya, Selasa (29/1).

Baca: Karyawan Akui Pinjamkan KTP dan ATM demi Uang, Sidang Korupsi Klaim BPJS Ungkap Modus Baru

BPN sebelumnya juga melaporkan tabloid itu ke Dewan Pers dan Bawaslu. Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar, menyebut isi tabloid 'Indonesia Barokah' tidak mengandung penghinaan atau ujaran kebencian. Tabloid itu dinyatakan tidak melanggar aturan pemilu.

"Terkait dengan 'Indonesia Barokah', Bawaslu sudah menyatakan kemarin bahwa itu belum masuk dalam pelanggaran pidana pemilu. Tetapi kami minta polisi melakukan investigasi, kami juga melakukan investigasi dengan kemampuan yang kami miliki untuk mengetahui siapa di balik itu," kata Fritz kepada wartawan di RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (29/1). iin

Terkait
Tunjangan Profesi Guru Kemenag Melonjak 700 Persen, Menag Sebut Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Tunjangan Profesi Guru Kemenag Melonjak 700 Persen, Menag Sebut Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Guru Bersertifikat Terancam Gagal Terima TPG, Status Da
Dana Transfer Daerah Berpeluang Ditambah, Pemerintah Si
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan
Lainnya
LKPD Unaudited Diserahkan Bupati Afrizal ke BPK Riau
LKPD Unaudited Diserahkan Bupati Afrizal ke BPK Riau
Persiapan Pilkada 2020, Bawaslu Riau Kunjungi Kuansing
Solok Selatan Diguncang Gempa, Getaran Dirasakan Hingga
Ini Pantai Mempesona di Sulbar
Global
Erdogan Soroti Upaya Israel Singkirkan Isu Palestina dari Agenda Global
Erdogan Soroti Upaya Israel Singkirkan Isu Palestina dari Agenda Global
Tujuh Tentara AS Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan di US
Eksodus Tenaga Ahli dari Israel Meningkat, Sektor Tekno
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Lifestyle
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi
Olahraga
Enam Federasi Sepak Bola Arab Solid Dukung Gianni Infantino di Tengah Krisis FIFA
Enam Federasi Sepak Bola Arab Solid Dukung Gianni Infantino di Tengah Krisis FIFA
Bupati Kampar Buka Turnamen Bulutangkis Korpri, 80 Tim
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Politik
Amal Fathullah Minta Komisioner KI dan KPID Riau Perkuat Komunikasi dan Utamakan Kepentingan Publik
Amal Fathullah Minta Komisioner KI dan KPID Riau Perkuat Komunikasi dan Utamakan Kepentingan Publik
PKS Inhil Bersama KPU-Bawlwaslu Gelar Evaluasi Pemilu 2
Sidang Tahunan MPR 14 Agustus Dipastikan Khidmat, DPR T