Takdir Ditulis di Buih Subayang

Islami
Senin, 11 Februari 2019 21:43:18

HUJAN yang turun sejak subuh, tidak menyurutkan niat kami memacu sampan pancung bermesin robin jelang zhuhur ini. Kami bersemangat membelah aliran Sungai Subayang yang deras dengan tebing batu cadas.

Ini adalah perjalanan basah. Dari Gunung Sahilan ke Pelabuhan Gema hingga berlayar ke Muara Bio, tak sedikitpun hujan reda. Jeda sejenak untuk shalat Zhuhur di Muara Bio; tempat sumpah sati Rantau Kampar Kiri dilaungkan, hujan pun masih gerimis membasahi hutan tropis Bukit Rimbang Baling ini.

Namun perjalanan harus diteruskan. Karena di hulu Batang Bio, sebutan lain Sungai Subayang sebelah kanan, ada ratusan masyarakat yang menunggu. Ada panji-panji partai yang harus dikibarkan. Ada harapan yang akan diantarkan.

Kami tahu, masyarakat di Kamparkiri Hulu, terutama di hulu Subayang dan Batang Bio ini adalah komunitas yang masih terisolasi. Ada puluhan desa yang belum pernah dilindas ban mobil. Ada puluhan ribu orang yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Sinyal handphone baru ada kalau mau "memanjat langit'.

Baca: Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Realitas dan Keadilan Geografis

Harga karet yang jatuh tapai membuat mereka harus menjadi buruh balak liar. Kebun karet mereka yang tumbuh di antara batu cadas, meranggas di tebing bukit, tak lagi bisa diharapkan sebagai sumber penghidupan.

Sejatinya perjalanan ini sangat menyenangkan. Sebuah petualangan dengan pemandangan alam yang.memanjakan. Ada ribuan hektare hutan hujan tropis menghijaukan kerak bukit. Ada belasan air terjun yang berjuntai. Ada batu cadas dan ikan air deras yang melompat-lompat.

Tapi hanya keindahan alam ini yang dipunyai warga Kampar Kiri Hulu. Sementara 'kemerdekaan' masih jauh dari harapan. Tak banyak pejabat dan calon pejabat yang kesini. Maklum, mereka hanya komunitas-komunitas kecil, yang per desa kadang hanya ada sejumput suara. Ada desa yang pemilihnya hanya 96 orang. Siapa pula pejabat yang mau bersusah-susah?

Tapi kami dari Partai Keadilan Sejahtera bukan memandang kepada angka. Satu suara pun, sebuah rumah pun, selagi itu adalah Indonesia maka dia adalah saudara kita. Mereka wajib diselamatkan. Wajib diwakili. Wajib disuarakan.

Baca: Jelang Demo di DPR 27 Agustus 2026, Sejumlah Orang Diamankan Polisi

Saya ke hulu Batang Bio didampingi Buya Ramli, koordinator pemenangan PKS di Rantau Kampar Kiri. Ada juga Yul Suriani, caleg perempuan yang memiliki banyak keluarga di hulu sungai ini.

Tapi, rasanya saya dan Buya Ramli masih kalah dari Yul Suriani. Mamah muda satu anak ini sudah basah ketika membelah jalan lintas Pekanbaru- Lipat Kain hingga ke pelabuhan Gema. Kembali basah saat membelah Sungai Subayang. Dia harus tinggalkan anaknya yang masih menyusu. Dia harus ikut menapak batu cadas, memanjat tebing, dan tentu saja mengadang segala risiko perjalanan.

Kami caleg PKS. Kami tidak lebih penting dibanding masyarakat yang perlu disuarakan.

Oleh SAIDUL TOMBANG
Caleg DPRD Provinsi Riau
Partai Keadilan Sejahtera
Nomor Urut 5
Dapil Kabupaten Kampar



Terkait
DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sepelekan ASN, Reformasi Birokrasi Harus Berbasis Kinerja
DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sepelekan ASN, Reformasi Birokrasi Harus Berbasis Kinerja
Kemenag Uji Coba Sistem Gaji Terintegrasi, Update Data
Stok Beras Aman, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anoma
Kadin: MBG Berpotensi Kerek Pertumbuhan PDB hingga 3,5
Lainnya
Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peserta Dipastikan Lebih Sedikit
Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peserta Dipastikan Lebih Sedikit
Maraknya Isu Penculikan Anak di Medsos, Kadisdikpora Ka
Kebakaran Hutan di Riau Meluas Capai 841,71 Hektare
Jesse Ewart Pembalap Terbaik di Tour de Singkarak 2018
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Nasional
Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penting?
Anwar Ibrahim Telepon Jokowi di Penang, Ada Pesan Penting?
Prabowo Pantau Erupsi Anak Krakatau, Jajaran Pemerintah
Abu Anak Krakatau Meluas, 6 Bandara Ditutup Termasuk Hu
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta