Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Medsos Menurun, Terendah di Australia
KANALSUMATERA.com - Tingkat kepercayaan netizen terhadap media sosial makin menurun. Teranyar di Australia, 44 persen warga Australia tak mempercayai media sosial (medsos), dan masih lebih percaya dari portal media massa berbasis digital atau konvensional.
Hal tersebut merupakan hasil survei dari perusahaan riset Roy Morgan yang menunjukkan medsos mendapat nilai kepercayaan terburuk dibanding media konvensional.
Bahkan survei serupa tahun lalu menyebut Facebook sebagai medsos yang paling tidak dipercayai. Namun survei tahun 2021 menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan. Tingkat ketidakpercayaan warga Australia terhadap Facebook kini tercatat hanya 33 persen.
Survei yang melibatkan 1.200 responden di bulan April 2019 ini menyebutkan, ada lima alasan utama mengapa mereka tidak memercayai medsos. Pertama yaitu maraknya hoax atau manipulasi kebenaran. Alasan lainnya adalah bahwa siapapun saat ini bisa membuat klaim tanpa bukti dan menyebarkannnya sebagai berita.
Baca: BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI
"Ketidakpercayaan itu manifestasi ketakutan, rasa sakit, dan pengkhianatan yang kita alami," ujar CEO Roy Morgan, Michele Levine.
Levine mengatakan di tengah maraknya berita bohong, melacak ketidakpercayaan menjadi masalah serius bagi para pengelola media.
Survei ini menunjukkan media konvensional secara konsisten tetap dipercayai warga Australia.
Banyaknya berita bohong yang bertebaran di medsos menjadi salah satu alasan mengapa platform ini kurang dipercayai publik.
Baca: Masalah BPJS Bersumber dari Belum Solidnya DTSEN: Komisi VIII Dorong Perbaikan Sistem
Indonesia?
Fenomena kepercayaan terhadap media konvensional yang lebih baik ketimbang medsos juga terjadi di Indonesia.
Pada saat peringatan Hari Pers Nasional 2019 bulan Februari lalu, Presiden Indonesia Joko Widodo sempat memaparkan data tingkat kepercayaan terhadap media konvensional yang semakin membaik.
Baca: Penyandang Disabilitas dan Lansia Segera dapat MBG, Tahap Awal 400 Ribu Orang
Jokowi menyampaikan, jika di tahun 2017 tingkat kepercayaan terhadap media konvensional menunjukkan angka 58 persen dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 63 persen. Sementara kepercayaan terhadap media sosial tahun 2017 adalah 42 persen dan pada tahun 2018 menurun drastis hingga 40 persen.
Bahkan dalam studi yang dilakukan Centre for International Governance Innovation (CIGI) pada periode 21 Desember 2018 - 4 Januari 2019, Indonesia - dengan persentase sebesar 41 persen - menempati posisi ketiga setelah Mesir (49%) dan Meksiko (43%) dalam penggunaan situs berita fact-checking (cek fakta) untuk mengklarifikasi berita bohong.
Dalam survei yang dilakukan CIGI terhadap 25.229 pengguna internet dari 25 negara itu sebanyak 84% responden di Indonesia menyebut pernah menemukan kabar bohong di Facebook.
