Blunder Mahfud MD Soal Kerumunan Rizieq dan Silang Pendapat dengan Ridwan Kamil

Mawardi Tombang
Kamis, 17 Desember 2020 14:25:25

KANALSUMATERA.com - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md bersilang pendapat dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ihwal terjadinya kerumunan di sejumlah pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab. Ridwan Kamil sebelumnya menyebut bahwa kerumunan Rizieq bermula dari pernyataan Mahfud yang membuka ruang tafsir.

"Menurut saya semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud di mana penjemputan HRS ini diizinkan," ujar Ridwan usai menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Jalan Sukarno Hatta, Bandung, Rabu, 16 Desember 2020.

Alhasil, kata dia, terjadi semacam pengambilan keputusan sepihak oleh Mahfud yang membolehkan penjemputan Rizieq Shihab kala itu. Hal ini, ucap dia, tentu berseberangan dengan kebijakan PSBB di Jakarta dan daerah lainnya, karena setelah kerumunan di bandara itu, Rizieq dan pengikutnya kembali melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan di dua lokasi, Petamburan, Jakarta Pusat, dan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Ridwan Kamil pun meminta Mahfud bertanggung jawab terkait kasus kerumunan itu. Dengan kata lain, menurut dia, polisi pun harus memeriksa Mahfud. Pria yang akrab disapa Emil ini meminta agar bukan hanya kepala daerah yang dipanggil polisi untuk klarifikasi.

"Kita kan negara hukum yang mengedepankan kesetaraan di mata hukum," ucap Ridwan Kamil.

Baca: Stok Beras Aman, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anomali Cuaca Ganggu Distribusi jelang Ramadhan

Berselang beberapa jam, Mahfud Md. menanggapi pernyataan Ridwan Kamil lewat akun Twitternya. Mahfud mengatakan ia bertanggung jawab atas pernyataan membolehkan penjemputan Rizieq. Namun Mahfud berdalih telah mengingatkan agar penjemputan berlangsung tertib dan tak melanggar protokol kesehatan.

Dia mengatakan diskresi pemerintah diberikan untuk penjemputan, pengamanan, dan pengantaran Rizieq dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Petamburan. Mahfud pun mengklaim rangkaian penjemputan, pengamanan, dan pengantaran ini sudah berjalan tertib.

"Tapi acara pada malam dan hari-hari berikutnya yang menimbulkan kerumunan orang sudah di luar diskresi yang saya umumkan," cuit Mahfud pada Rabu, 16 Desember 2020.

Pengamat komunikasi politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno menilai Ridwan Kamil justru ingin mendudukkan persoalan kerumunan Rizieq secara proporsional. Menurut Adi, Ridwan Kamil mengingatkan bahwa ada persoalan di hulu yang bermula dari ucapan Mahfud.

"RK sebenarnya ingin meng-clear-kan persoalan kerumunan HRS bukan hanya terjadi di hilir, tapi juga di hulu. Artinya ketegasan pemerintah soal penjemputan HRS itu enggak ada," ujar Adi kepada Tempo, Kamis, 17 Desember 2020.

Baca: Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Tangkap Peluang Pelemahan Ekonomi Singapura

Adi juga menilai pernyataan Mahfud yang membolehkan penjemputan Rizieq paradoks dan blunder. Dia mengatakan seharusnya bisa diprediksi sejak awal bahwa kedatangan Rizieq akan disambut banyak orang dan berujung kerumunan. Adapun kerumunan orang dilarang di masa PSBB transisi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Paradoks sekaligus blunder. Satu sisi PSBB tidak perbolehkan kerumunan, tapi ada statement MMD yang bolehkan asal tertib," tutur Adi.

Klaim Mahfud bahwa penjemputan dan pengantaran Rizieq berjalan tertib juga dinilai tidak tepat. Sepekan setelah kedatangan Rizieq, dua Kepala Kepolisian Daerah dicopot dari jabatannya. Yakni Inspektur Jenderal Nana Sudjana dan Inspektur Jenderal Rudy Sufahradi Novianto pun dicopot dari jabatan Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya dan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Pencopotan ini buntut dari kerumunan di hajatan pernikahan anak keempat Rizieq serta maulid nabi di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November 2020 dan kerumunan di acara peletakan batu peresmian masjid di kawasan Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat pada 13 November.

Namun menurut Koran Tempo edisi 18 November 2020, seorang pejabat pemerintah mengatakan Presiden Joko Widodo sebenarnya juga gerah kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis karena dianggap gagal membaca dan mengantisipasi kerumunan dalam kedatangan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November.

Baca: Penyandang Disabilitas dan Lansia Segera dapat MBG, Tahap Awal 400 Ribu Orang

"Problemnya MMD membolehkan asal tertib, bahkan meremehkan yang jemput sedikit. Itu yang luput dari perhatian MMD. Enggak ada cerita HRS pulang yang jemput sedikit, pasti kerumunan, pasti banyak orang," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini.

Baca: Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan, Darmadi Dorong Regulasi Anti Monopoli

Sumber: tempo.co

Terkait
Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Hendry Munief Soroti Informasi Piala Dunia 2026 Belum T
Waduh... Menhaj Akui Hadapi Banyak "Titipan Kepentingan
KH Cholil Nafis Gantikan Prof Hasanudin sebagai Ketua B
Lainnya
Di Siak Kecil, Bupati Kasmarni Ajak Masyarakat Bahu Membahu Majukan Negeri Junjungan
Di Siak Kecil, Bupati Kasmarni Ajak Masyarakat Bahu Membahu Majukan Negeri Junjungan
Pelaku Pelecehan Seksual Santri di Pesantren Diancam 20
Maksimalkan Pembangunan, APBD Pekanbaru 2019 Sudah Bisa
Dua Pengedar Narkoba Diringkus, Satu Orang Berstatus Ma
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha