Dasar Hukum Keterlibatan TNI Menurunkan Spanduk dan Baliho Dipertanyakan

Mawardi Tombang
Jumat, 20 November 2020 17:18:50

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri mempertanyakan dasar hukum tindakan TNI menurunkan spanduk dan baliho bergambar pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.
Menurut Gufron, tindakan itu tak sesuai tugas pokok dan fungsi TNI sebagaimana diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI.

"Kalau dilihat dari tupoksi, mengacu UU TNI jelas itu bukan ranah TNI untuk terlibat dalam penegakan hukum, keamanan dan ketertiban," kata Gufron saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Gufron menuturkan, TNI semestinya tak perlu repot terlibat dalam penertiban spanduk.

Sebab, terdapat institusi fungsional yang mempunyai kewenangan dalam menertibkan spanduk, jika spanduk itu memang melanggar peraturan, misalnya Satpol PP.

Menurut Gufron, TNI seharusnya lebih dulu mendorong institusi fungsional tersebut untuk menjalankan tugasnya.

Baca: Sempat Dievaluasi, Pemberangkatan Jamaah Umrah Digelar Lagi

"Institusi fungsional yang harusnya didorong untuk melakukan itu. Kalau konteksnya Jakarta, ada Satpol PP yang sebenarnya itu institusi fungsional untuk melakukan penertiban spanduk," ujar dia.

Untuk itu, Guforn menngingatkan supaya TNI tak melulu mengerahkan prajuritnya dalam urusan penegakan hukum serta ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas) sepanjang ada kewenangan yang dimiliki institusi fungsional.

"Jangan sedikit-sedikit TNI dikerahkan, yang justru kontraproduktif, terlepas itu ada perbedaan politik," tutur dia.

Diberitakan, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengakui, ia memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," ucap Dudung menjawab pertanyaan wartawan seusai apel pasukan di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

Baca: Polri Tak Akan Keluarkan Izin Keramaian Reuni 212

Dudung menjelaskan, awalnya sejumlah petugas Satpol PP sudah menurunkan baliho yang dipasang tanpa izin itu. Namun, pihak FPI justru kembali memasang baliho-baliho tersebut. Oleh karena itu, TNI turun tangan.

"Ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau pasang baliho itu udah jelas ada aturannya, ada bayar pajaknya, tempatnya sudah ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, enggak ada itu," ucap Dudung.

Dudung pun memastikan operasi untuk menurunkan baliho Rizieq masih akan terus berlanjut.

"Dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam," ujarnya.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan sejumlah orang berseragam TNI menurunkan spanduk bergambar Rizieq Shihab di pinggir jalan raya beredar di media sosial.

Baca: Lagi, Satu Pegawai Senior KPK Mengundurkan Diri

Adapun Rizieq Shihab saat ini tengah menjadi sorotan terkait dengan kerumunan massa pada acara pernikahan putrinya yang kemudian disusul acara peringatan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam lalu.

Masih pada pekan lalu, Rizieq dan para simpatisannya juga melakukan sejumlah kegiatan lain yang dihadiri banyak orang.

Kerumunan massa dalam jumlah besar dilarang saat ini karena ada pandemi Covid-19.

Kerumunan massa yang melibatkan Rizieq dan para simpatisannya itu kini berbuntut panjang. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya karena dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pencopotan itu tertuang dalam surat telegram Kapolri tertanggal 16 November 2020.

Baca: Pendeta Yeremia Diduga Dianiaya, Polisi: Terlalu Dini Menyimpulkan

sumber: Kompas.com

Terkait
Rizieq Shihab: Saya Sekeluarga akan Pulang ke Tanah Air dalam Waktu Dekat
Rizieq Shihab: Saya Sekeluarga akan Pulang ke Tanah Air dalam Waktu Dekat
Pengamat: Pemerintah Gagal Lindungi Pekerja dalam Klast
Syahrul Aidi Soroti Aturan Pemerintah Pusat Yang Tumpan
Syahrul Aidi: Gaji Kepala Desa Harus Ditingkatkan
Lainnya
Purnomo Hadiyarto, SH Jabat Ketua Pengadilan Negeri Batusangkar
Purnomo Hadiyarto, SH Jabat Ketua Pengadilan Negeri Batusangkar
ACT Kepri Bagikan Ratusan Paket Pangan untuk Warga Pesi
Siang Ini Aceh Diguncang Gempa 5,3 Magnitudo
219 Guru di Bandar Lampung Belum Peroleh Tunjangan Sert
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
Untuk Pilkada Inhu, UAS Dukung RIDHO Nomor Urut 5
Untuk Pilkada Inhu, UAS Dukung RIDHO Nomor Urut 5
Cerita Menantu Jokowi, Dapat Dukungan PAN Gara-gara Irv
PPP Kampar Dukung Penuh Pencalonan Mursini di Kuansi
Ekonomi
Mengenal Budi, Petani Asal Siak Yang Sukses di Bidang Holtikultura
Mengenal Budi, Petani Asal Siak Yang Sukses di Bidang Holtikultura
Perhatikan Warganya, Kades Padang Luas Ucapkan Terimaka
Sekda Siak: Apresiasi Baznas Tingkatkan Zakat Masa Pand
Entertainment
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur
Peserta BPJS Kesehatan Kabupaten Solok Apresiasi Pelaya
Lifestyle
OKP Kompas Tanam Pohon, Harapkan Pekanbaru Hijau dan Asri
OKP Kompas Tanam Pohon, Harapkan Pekanbaru Hijau dan Asri
Ansar: Rumah Rehabilitasi Jadi Solusi Para Pecandu Nark
“Malaikat” yang Tak Pernah Kami Jumpa
Ottech
Begini Tipe Perilaku Penipuan di Whatsapp dan Cara Mengatasinya
Begini Tipe Perilaku Penipuan di Whatsapp dan Cara Mengatasinya
Daihatsu Resmi Luncurkan New Astra Daihatsu Sigra
Awas! VPN Palsu Penyebar Malware Beredar
Kriminal
Resnarkoba Polres Kampar Musnahkan Sabu Yang Ditangkap 2 Pekan Lalu
Resnarkoba Polres Kampar Musnahkan Sabu Yang Ditangkap 2 Pekan Lalu
Bertarung Dengan Sengit, Akhirnya Penjambret Warga Tara
Warga Kompak, Tangkap Pelaku Pencurian Sapi di Senama N