Forum Tunanetra Menggugat Tuntut Ma'ruf Minta Maaf Terkait Diksi Buta

Islami
Senin, 12 November 2018 19:53:38
Para tuna nerta

KANALSUMATERA.com - Forum Tunanetra Menggugat menuntut permintaan maaf Calon Wakil Presiden (Cawapres) Ma'ruf Amin atas pernyataannya terhadap pengkritik Joko Widodo (Jokowi). Ma'ruf mengatakan hanya orang yang tak bisa melihat dan tak bisa mendengar yang masih terus mengkritik kinerja Jokowi.

Seperti dikutip dari kumparan.com, Juru Bicara Forum Tunanaetra Menggugat dari Ikatan Alumni Wyata Guna (IAWG), Suhendar, menyebut pernyataan itu bertolak belakang dengan kampanye memperjuangkan hak bagi kelompok disabilitas. Menurutnya, pernyataan itu mencerminkan masih ada diskriminasi terhadap kelompok disabilitas.

"Ketika sedang berjuang melawan suatu stigma di masyarakat yang sampai hari ini menjadi objek sosial walaupun berbagai peraturan perundang-undangan sudah ada di negara kesatuan Indonesia ini," kata Suhendar di Sekretariat IAWG, Jalan Padjadjaran, Bandung, Senin (12/11).

"Tetapi hal ini dicederai oleh salah satu calon pemerintah yang mana sangat-sangat ironis ketika kita berjuang di negara kesatuan Indonesia ini, namun ada yang mencoba untuk menenggelamkan posisi kita, sangat-sangat negatif."

Baca: Orang Tua Penerima MBG Berpeluang Dapat Bedah Rumah dan Rumah Subsidi

Suhendar berpendapat, pernyataan itu secara tak langsung menganggap kelompok disabilitas tidak mengetahui pembangunan yang dilakukan Jokowi selama menjabat sebagai presiden. Dia menegaskan bahwa tuntutan permintaan maaf tidak ada hubungannya dengan kelompok politik mana pun.

Dia mengatakan, Ma'ruf Amin diberi waktu hingga 10 hari ke depan untuk menyatakan permintaan maaf terhitung sejak hari ini. Pernyataan itu, lanjut Suhendar, harus disampaikan langsung oleh Ma'ruf Amin, bukan melalui perwakilan.

Suhendar berharap semua kandidat Pilpres 2019 dapat lebih bijak berucap dan bertindak dengan tidak menyinggung kelompok tertentu. Termasuk salah satunya terkait ucapan Calon Presiden Prabowo Subianto tentang wajah Boyolali.

Ketua Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Yudi Yusraf, menyesalkan pernyataan yang diucapkan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia itu. Bagi dia, seharusnya sebagai calon pemimpin negara, Ma'ruf Amin lebih hati-hati sebelum berucap.

Baca: Gempa M 7,7 Guncang NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk 3 Provinsi

"Bukan berarti kami berafiliasi dengan kelompok calon presiden tertentu, tidak ada urusan dengan kami. Kami hanya ingin meluruskan pernyataan yang bisa membentuk stigma negatif kelompok kami," ujar Yudi.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pemijat Tunanetra, Yayat Ruhiyat, berpendapat Ma'ruf Amin sebagai tokoh ulama seharusnya mencontohkan sikap yang mulia. Sebagai tokoh berpengaruh, kata dia, Ma'ruf Amin akan dicontoh masyarakat sehingga tidak baik untuk menguatkan stigma negatif tentang kelompok disabilitas.

"Seolah-olah ini ada lost control karena telah menafikan kemanusiaan. Di mana dalam peraturan perundangan sudah sangat canggih tapi ini mendapatkan pernyataan dari seseorang yang perkataannya akan digunakan sebagai peraturan nantinya," kata Yayat. iin

Terkait
Gaji dan Tunjangan Guru Diminta Naik Usai Pemerintah Tingkatkan Tukin Prajurit TNI
Gaji dan Tunjangan Guru Diminta Naik Usai Pemerintah Tingkatkan Tukin Prajurit TNI
Putusan MK Dinilai Belum Jawab Nasib Guru Honorer, PPPK
Kemensos Gandeng ICW Kawal Sekolah Rakyat, Perkuat Peng
Gangguan Besar, Sebagian Pulau Sumatera Mati Lampu: Ber
Lainnya
Kemhan Siapkan Satu Yon TP dan Dua Batalyon Komcad di Setiap Kabupaten/Kota
Kemhan Siapkan Satu Yon TP dan Dua Batalyon Komcad di Setiap Kabupaten/Kota
Syahrial Abdi Dipercaya Jabat Komisaris Utama Bank Riau
Polisi Bantah Tolak Laporan soal Jagal Kucing
BKPSDM Pekanbaru Gelar Test Peserta Calon PPPK 23-24 Fe
Aceh
HK Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Permudah Akses Bantuan Bencana dan Libur Nataru
HK Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Permudah Akses Bantuan Bencana dan Libur Nataru
Presiden Prabowo Tinjau Pengerjaan Jembatan Bailey Teup
Pemko Banda Aceh Gratiskan Air untuk Rumah Ibadah selam
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Hukum
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegi
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Daerah
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang Benar-Benar Padam
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang Benar-Benar Padam
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Dinkes-KONI Pekanbaru dan PMI Riau Bagikan 2.000 Masker
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan