Kecam Tindakan Represif, BEM Nusantara: Papua Bagian dari Nusantara
Pekanbaru, KANALSUMATERA.com - Menyikapi adanya penyerangan dan penangkapan terhadap beberapa mahasiswa Papua di asrama Papuana di Kota Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara memberikan pernyataan sikap selaku organisasi yang menaungi mahasiswa se-Indonesia.
Pernyataan sikap itu didapatkan redaksi Kanalsumatera dari Koordinator Pusat (Korpus) BEM Nusantara melalui rilis via whatsapp pada Selasa (20/9/2019).
Berikut pernyataan sikap BEM Nusantara:
Pembubaran aksi demonstrasi yang berujung pada penyerangan mahasiswa Papua di Jawa Timur berakibat pada tingginya potensi terjadi perpecahan (bangsa).
Sebagaimana yang diatur pada UUD 1945 bahwa aksi demonstrasi merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang wajib dilindungi oleh negara khususnya aparat penegak hukum, tanpa terkecuali kawan-kawan kami dari mahasiswa Papua.
Baca: Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Capai 20 Persen
Kawan kawan Papua merupakan bagian dari Nusantara, oleh karena itu kami BEM Nusantara menyatakan sikap :
1. Mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan TNI terhadap mahasiswa Papua.
2. Menuntut seluruh aparat kepolisian dan TNI untuk melindungi hak berpendapat seluruh mahasiswa Papua dan menghentikan segala tindak kekerasan yang bertentangan dengan hukum dan HAM.
3. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk mendukung dan melindungi hak mahasiswa Papua dalam menyampaikan aspirasinya
4. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk selalu menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI dengan saling menghargai Suku, Agama dan Ras di Indonesia.
Baca: Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Tangkap Peluang Pelemahan Ekonomi Singapura
Indonesia, 19 Agustus 2019
Koordinator pusat BEM Nusantara
Hengky Primana
