Konsep 'Darul Abdi Wa Syahadat' yang Diusung Muhammadiyah dapat Dukungan dari Mahfud MD
KANALSUMATERA.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Mahfud MD menyatakan persetujuannya pada konsep Darul Ahdi Wa Syahadah yang dirumuskan oleh Ormas Muhammadiyah.
"Salah satu inti gagasan Darul Abdi Wa Syahadat adalah mengusung Islam Wasathiyah sebagai pondasi Keberislaman di Indonesia," ujarnya.
Seperti rilis yang diterima kanalsumatera.com, Mahfud MD mendorong agar Pemuda Muhammadiyah melakukan kajian dan publikasi tentang Islam Wasathiyah.
Hal tersebut disampaikan Mahfud MD saat melakukan kunjungan ke kantor PP Muhammadiyah Jalan Menteng Raya No 62 Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2018).
Kehadiran Mahfud MD di kantor Muhammadiyah bersempena dengan agenda diskusi kerjasama antara Muhammadiyah dan Gerakan Suluh Kebangsaan yang ditaja di Auditorium KH Ahmad Dahlan kantor PP Muhammadiyah Jakarta.
Baca: Masalah BPJS Bersumber dari Belum Solidnya DTSEN: Komisi VIII Dorong Perbaikan Sistem
Di kantor PP Muhammadiyah Mahfud MD disambut dan bertemu dengan Sunanto Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah yang terpilih di Muktamar Pemuda Muhammadiyah November 2018 di Yogyakarta serta Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr. Abdul Mu'ti.
Terkait masukan Mahfud MD tersebut Sunanto atau yang biasa disapa Cak Nanto, menyatakan kesiapannya dan menyambut baik usulan mantan Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur tersebut.
Cak Nanto yang juga sama-sama berasal dari Madura itu menyatakan bahwa Islam Wasathiyah atau Islam tengahan yang mengusung Islam Rahmatan Lil Alamin adalah adalah jati diri sejati dari muslim di Indonesia.
"Umat Islam memang harus menampilkan keberislaman yang ramah dan welas asih. Dan Kiai Dahlan (KH Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah) telah mengajarkan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin kepada kami, penerus perjuangan dakwah beliau," ujar Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) tersebut. iin
