Massa Beratribut PDIP Ricuh Dengan Pemuda Masjid Jogokariyan

Alwira Fanzary
Senin, 28 Januari 2019 15:06:18
Usai ricuh

KANALSUMATERA.com - Kericuhan antara sekelompok orang yang menggunakan atribut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan pemuda Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, terjadi pada Ahad (27/1) kemarin. Kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan kericuhan tersebut secara damai dan kekeluargaan.

Tokoh Masjid Jogokariyan, Ustaz Jazir ASP, mengatakan, kericuhan berawal ketika massa PDIP melintas di Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, usai menghadiri kegiatan di Mandala Krida. "Sekitar pukul 16.05, massa melintas di depan Masjid Jogokariyan dan sempat merusak bendera serta spanduk di sekitar masjid, serta membleyer-bleyer sepeda motor (memainkan gas sepeda motor berulang-ulang), sehingga menimbulkan suara bising di dekat Masjid Jogokariyan," ujar Ustaz Jazir saat dihubungi, Senin (28/1).

Setelah mendengar kebisingan mereka, sejumlah pemuda Masjid Jogokariyan pun keluar dari masjid itu dan menghadang serta mengejar massa PDIP tadi. Maka, terjadilah cekcok mulut. Ketegangan di antara kedua belah pihak pun tak terhindarkan.

"Berikutnya, pihak koramil dan polsek setempat mencoba melerai. Babinsa Koramil 09/MJ Serka Suyatno dan Babinkamtibmas Polsek Mantrijeron turun ke lokasi kejadian," jelasnya.

Baca: Prabowo Pantau Erupsi Anak Krakatau, Jajaran Pemerintah Diminta Siaga Lindungi Warga

Memasuki pukul 17.15 WIB sore hari (27/1), kedua belah kubu difasilitasi oleh pihak-pihak, yakni Bawaslu, Polsek Mantrijeron, dan Koramil 09/MJ. Mediasi berlangsung di Pendopo Kecamatan Mantrijeron. Turut hadir di sana, yakni Camat Mantrijeron, Kapolsek Mantrijeron, Danramil 09/MJ, Bawaslu, Panwas Kecamatan Mantrijeron, Ustadz M Fanni Rahman selaku ketua Takmir Masjid Jogokariyan.

"Hadir juga Ketua DPC PDIP Kecamatan Mantrijeron yang juga calon legislatif DPRD Kota Yogyakarta, Junianto. Terakhir, Ketua FJI DI Yogyakarta, Darrohman," ucapnya.

Upaya mediasi itu dijeda ketika azan Maghrib berkumandang. Selanjutnya, perundingan itu diteruskan sejak pukul 18.45 WIB di ruang kantor Kecamatan Mantrijeron. Ada beberapa butir sebagai hasil mediasi itu. Camat Mantrirejon meminta masalah yang terjadi pada Ahad (27/1) sore itu dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak sebagai sama-sama anak bangsa dan warga masyarakat.

Ustaz Jazir melanjutkan, Kapolsek Mantrijeron juga menghendaki agar musyawarah dapat menyelesaikan masalah tersebut, sehingga wilayah Mantrijeron dapat menjadi rukun seperti sedia kala. Keinginan yang sama juga disampaikan Danramil 09/Mantrijeron yang berharap permasalahan ini selesai malam itu juga dan tidak melebar lebih jauh, khususnya di Kota Yogyakarta.

Baca: Monica Subastia Resmi Pimpin Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030

Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Ustaz M Fanni Rahman kemudian meminta pihak PDIP atas nama Saudara Kelinci untuk meminta maaf. Ustaz Fanni juga meminta Junianto, yang merupakan caleg PDIP untuk menjembatani antara pihak Kelinci dan jamaah Masjid Jogokariyan. Junianto langsung menyanggupi permintaan tersebut.

"Saya sebagai yang dituakan di DPC PDIP Mantrijeron, apabila ada suatu hal yang salah (dalam pandangan) di antara teman kita dari jamaah Masjid Jogokariyan, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Kita berharap, ke depan semua antarwarga bisa bersilaturahmi dengan baik. Kita bisa meredam masing-masing. Perbedaan pandangan boleh, tapi tujuan kita sama. Semua ini menjadi pembelajaran bagi kita. Sekali lagi, saya minta maaf apabila teman saya ada yang salah, dan akan saya temukan besok (Senin hari ini) antara Saudara Kelinci dan pihak jamaah Masjid Jogokariyan untuk meminta maaf,” kata Junianto dalam keterangan tertulis yang disampaikan Ustaz Jazir kepada Republika.co.id, Senin (28/1).

Pada intinya, Ustaz Jazir menegaskan situasi sudah kembali kondusif di sekitar Masjid Jogokariyan sejak Ahad (27/1) malam, yakni setelah mediasi berjalan lancar. "Sudah kondusif sekarang. Cuma, kita siaga saja. Artinya, kita biasa-biasa saja, tetapi siap," ucapnya. Kso



Terkait
DPR Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah, Desak Pengawasan Keamanan Pendidikan Diperketat
DPR Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah, Desak Pengawasan Keamanan Pendidikan Diperketat
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf d
Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pemben
Stok Beras Melimpah, Masyarakat bisa Beli Beras SPHP 5
Lainnya
Menuju Perpustakaan Lebih Baik, SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru Buat MoU Dengan SMK Abdurrab Pekanbaru
Menuju Perpustakaan Lebih Baik, SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru Buat MoU Dengan SMK Abdurrab Pekanbaru
Jokowi Jamin Pemerintah Tanggung Kejadian Ikutan Pasca
Pilkada Serentak 2020, Ini Pesan Wapres Ma'ruf Amin
Pemprov DKI Segera Kuasai Seluruh Pengelolaan Jalan Nas
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pendidikan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Siswa Diperpanja
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak B
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi