Misteri Uang di Laci Sang Menteri Agama RI

Islami
Selasa, 19 Maret 2019 21:35:22
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

KANALSUMATERA.com - Dari laci meja kerja Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, tim penyidik KPK menemukan segepok uang kas dari dua pecahan mata uang. Jumlahnya telah dihitung KPK yaitu Rp 180 juta dan USD 30 ribu.

"Uang tersebut akan diklarifikasi juga tentunya," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah seperti dikutip dari detikcom, Selasa (19/3/2019).

KPK kemudian menyita uang itu. Penemuan itu berawal dari penggeledahan yang dilakukan KPK berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy.

Perkara yang menjerat Rommy memang memiliki garis merah ke Kementeria Agama (Kemenag) sebab KPK menduga Rommy menerima suap berkaitan dengan indikasi jual-beli jabatan di Kemenag baik yang pusat maupun daerah.

KPK sebelumnya menduga Rommy menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Baca: Prabowo Reshuffle Kabinet, Bahlil hingga Listyo Sigit Dapat Jabatan Strategis Baru

Terkait temuan duit itu Wakil Ketua DPR Fadli Zon sempat ikut angkat bicara. Dia menyebut temuan uang itu memprihatinkan.

"Kalau di luar negeri menterinya sudah mundur ya, lebih bagus begitu," kata Fadli.

Namun Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bila uang ratusan juta di laci meja menteri adalah hal wajar. JK menyebut duit itu sebagai operasional.

"Lazim dong, selalu ada namanya kas kecil (di ruang kerja) iya kan. Dan menteri itu juga ada dana operasionalnya, dan itu kas dana operasionalnya (menteri)," ujar JK.

Selain itu, PPP juga turut berkomentar. Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi meyakini bila uang itu merupakan honor menteri, tidak terkait dengan perkara.

Baca: Zulhas Bantah Isu Pengadaan Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun, Sebut Angka Disalahartikan

"Yakin (tidak berkaitan). Pak Menteri Lukman kan terkenal bersih ya," kata Arwani.

Menurut Arwani, duit tersebut merupakan honor yang diterima Lukman sebagai Menag ketika datang ke sebuah acara. Dia mengatakan informasi tersebut disampaikan secara langsung ke DPP PPP.

"Memang kami diinfokan bahwa itu uang-uang honor, honor sebagai menteri. Menteri kunjungan ke mana kan ada honornya, ada sebagai pembicara narasumber, itu kan ada honornya semua," ucap Arwani.

Meski demikian, KPK meyakini bila uang itu terkait perkara. Untuk itulah, KPK menyita uang itu.

"Silakan saja, yang pasti uang tersebut sudah kami sita karena seluruh barang bukti yang disita, kami duga terkait penanganan perkara nanti akan kami telusuri satu persatu bukti-buktinya, klarifikasi-klarifikasinya dan informasi-informasi lain yang relevan," kata Febri kemudian.

Baca: 293 Anggota Hadir, DPR RI Gelar Rapat Paripurna Bahas Sejumlah Agenda Strategis

Dia mengatakan KPK tak akan masuk ke penilaian publik terkait penanganan perkara ini. Febri menegaskan KPK fokus pada bukti-bukti terkait kasus hukum yang sedang berjalan.

"Kami tidak ingin masuk ke penilaian beberapa pihak, kami fokus pada penanganan perkara ini agar kasus ini tetap kita tempatkan sebagai kasus hukum saja," ucapnya. iin



Terkait
Purbaya Akui Merasa Berdosa Pangkas Dana Bagi Hasil untuk Daerah
Purbaya Akui Merasa Berdosa Pangkas Dana Bagi Hasil untuk Daerah
Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainka
Dorong Pendidikan Vokasi, Hendry Munief Minta Pemerinta
Jelang Masuki Ramadan, Pemulihan Listrik di Aceh Berjal
Lainnya
Wakil Bupati Misharti Ajak Tokoh Agama Perkuat Kerukunan Umat Beragama di Kampar
Wakil Bupati Misharti Ajak Tokoh Agama Perkuat Kerukunan Umat Beragama di Kampar
Baznas Kampar Siapkan Dukungan Pendidikan untuk Alumni
BSP Gelar Sosialisasi Good Corporate Govenance dan Sist
Helikopter Bom Air yang Padamkan Karhutla di Aceh Diper
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Pendidikan
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tek
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hi
Nasional
Prabowo Peringatkan Negara Penghina Indonesia, Siap Bongkar Perusahaan Terkait Karhutla
Prabowo Peringatkan Negara Penghina Indonesia, Siap Bongkar Perusahaan Terkait Karhutla
Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi A
Wagub Sumbar Desak Usut Penanaman Sawit di Bekas Karhut