Peneliti Sebut Ancaman Punahnya Bunga Rafflesia Sangat Nyata

Alwira Fanzary
Senin, 25 Februari 2019 19:04:21
Bunga Rafflesia di Bengkulu

KANALSUMATERA.com - Ancaman kepunahan bunga Rafflesia dianggap peneliti merupakan hal yang sangat nyata. Hal tersebut disebabkan oleh aktifitas manusia dan masih minimnya pengetahuan tentang kehidupan Rafflesia.

Peneliti Rafflesia, Sofi Mursidawati menjelaskan adanya peran manusia dalam memusnahkan bunga temuan Thomas Stamford.

Di antara lain adalah semakin minimnya habitat Rafflesia akibat ekspoloitas manusia. Serta penggunaan Rafflesia sebagai bahan obat-obatan, meski belum teruji secara ilmiah.

"Agak riskan kalau pemakaian Rafflesia jadi obat-obatan dilegalkan. Kami harus cari manfaat yang ada pada Rafflesia tapi memang butuhkan waktu dan tenaga," kata Sofi di kantor Pusat Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bogor, Senin (25/2) seperti yang dikutip dari CNNIndonesia.

Baca: Danantara Pangkas 874 Perusahaan BUMN, Tinggal 200 hingga Akhir 2026

Terlebih menurutnya hingga kini peneliti Rafflesia di Indonesia jumlahnya masih sedikit dan menjadi tantangan besar bagi pelaku konservasi.

Padahal semua jenis bunga Rafflesia merupakan jenis flora yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi.

Sofi mengatakan sejak 2010, di Kebun Raya Bogor pihaknya sudah memekarkan 13 bunga Rafflesia secara eksitu atau menumbuhkan di luar habitat aslinya.


Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya belum pernah bisa mengawinkan Rafflesia jantan dan betina. Pasalnya jantan dan betina sangat jarang bisa mekar bersamaan. Padahal waktu mekar hanya dalam kisaran lima sampai tujuh hari.

Baca: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Gantikan Nanik Deyang

"Jadi satu satu tumbuhnya, belum buat Rafflesia berbuah dalam kondisi eksitu jadi masih di luar habitat . Keberhasilan itu belum 100 persen setiap berbunga dia kesepian," ujar Sofi.

Secara biologis, tumbuhan hidup secara parasit pada tumbuhan liana sebagai inangnya. Rafflesia tidak mampu berfotosintesis karena tidak memiliki daun. Rafflesia juga tidak memiliki akar dan tangkai batang.

Oleh karena itu, ketika inangnya mati maka Rafflesia juga ikut mati. Kebergantungan Rafflesia pada habitatnya menjadi faktor utama kelangkaan bunga ini.

"Sulit karena secara biologis ia bergantung pada tumbuhan lain. Jadi dia parasit. Tumbuhan lain itu liana. Liana sendiri bergantung pada ekosistem alaminya. Jadi sulit lakukan manipulasi oleh manusia," ucapnya.

Baca: DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sepelekan ASN, Reformasi Birokrasi Harus Berbasis Kinerja

Sofi menjelaskan saat ini ada 30 jenis Rafflesia di seluruh dunia, 13 diantaranya merupakan spesies asli Indonesia.

Beberapa jenis bunga Rafflesia yang tumbuh di Indonesia adalah Rafflesia arnoldii (Sumatera Barat, Bengkulu, dan Aceh), R. borneensis (Kalimantan), R. cilliata (kalimantan Timur), R. horsfilldii (jawa), R. patma (Nusa Kambangan dan Pangandaran), R. rochussenii (Jawa Barat), dan R. contleyi (Sumatera bagian Timur).

"Pusat habitat Rafflesia berada di Sumatera masing-masing dengan titik sebaran yang sangat sempit dengan jumlah populasi yang tidak banyak," jelasnya. Kso



Terkait
Mulai 1 Agustus 2026, Instansi Bisa Usulkan Pemberhentian PNS, PPPK, dan P3K Paruh Waktu
Mulai 1 Agustus 2026, Instansi Bisa Usulkan Pemberhentian PNS, PPPK, dan P3K Paruh Waktu
Utang Rp2,8 Triliun, Aset Perusahaan Udang Kaesang Tak
Dorong Pendidikan Vokasi, Hendry Munief Minta Pemerinta
Pegawai Program MBG Langsung Diangkat Jadi PPPK, Jangan
Lainnya
Hendry Munief Siap Berkolaborasi dengan Pemkab Bengkalis Kembangkan Pulau Rupat dan Desa Wisata
Hendry Munief Siap Berkolaborasi dengan Pemkab Bengkalis Kembangkan Pulau Rupat dan Desa Wisata
Perwakilan Masyarakat Lingga Bantah Pernyataan Bupati T
Keluarga Terkaya Ini Sumbang Rp 150 Miliar untuk Minta
KPU Bakal Gelar Penyampaian Visi Misi Capres dan Cawapr
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda