Pengamat: Pemerintah Gagal Lindungi Pekerja dalam Klaster Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja

Mawardi Tombang
Jumat, 16 Oktober 2020 19:25:03

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Pengajar Hukum Ketenagakerjaan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Nabiyla Izzati menilai, klaster ketenagakerjaan dalam UU Cipta Kerja disusun dengan logika hukum yang keliru.

Menurut Nabiyla, negara semestinya memberikan perlindungan bagi pekerja dalam aturan ketenagakerjaan.

Namun, lewat UU Cipta Kerja, pemerintah justru mengurangi perannya dan mengembalikan ketentuan tentang hak-hak pekerja berdasarkan kesepakatan dengan pengusaha.

"Dalam kapasitasnya sebagai penyeimbang hubungan antara pekerja dan pengusaha, ketika pemerintah memakai logika tersebut, maka pemerintah telah gagal melaksanakan fungsinya sebagai penyeimbang," ucap dia dalam diskusi daring, Jumat (16/10/2020).

Baca: Pengungsi Gempa Mamuju Keluhkan Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Dia mengatakan, pemerintah seolah lupa bahwa hubungan antara pekerja dan pengusaha selama ini tidak melulu setara.

Ketika ketentuan yang sebelumnya diatur dalam UU Ketenagakerjaan dikembalikan ke mekanisme privat, seperti melalui perjanjian kerja atau peraturan perusahaan, pekerja berpotensi dirugikan karena tak memiliki bargaining position.

"Pemerintah lupa ada hubungan yang sangat tidak seimbang antara pekerja dan pengusaha," kata Nabiyla.

Ia mencontohkan aturan tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diubah dalam UU Cipta Kerja.

Baca: Anggota DPRD PKS Se-Riau Donasikan Gaji Untuk Bantu Korban Gempa Sejumlah Daerah di Indonesia

Dalam klaster ketenagakerjaan, Pasal 151 Ayat (2) menyebut, jika PHK tidak dapat dihindari, pengusaha harus memberitahukan alasannya kepada pekerja/buruh.

Selanjutnya, diatur bahwa pekerja/buruh menolak alasan tersebut, maka wajib ada perundingan bipartit dan jika tidak ada kesepakatan baru bisa terjadi PHK ketika ada penetapan perselisihan hubungan industrial (PHI).

Menurut Nabiyla, pengubahan pasal tersebut menunjukkan kekeliruan pemerintah dalam memandang relasi antara pekerja dan pengusaha.

Dengan pengubahan pasal ini, maka pengusaha dapat melakukan PHK secara sepihak. Sebab, belum tentu pula pekerja dapat melakukan penolakan atas pemberitahuan hubungan kerja oleh perusahaan.

Baca: Jokowi Buka Peluang Vaksinasi Covid-19 Mandiri

"Kalau negara bersikap netral, maka secara tidak langsung negara sebenarnya sedang meninggalkan perannya untuk melindungi pekerja dan melindungi pengusaha," tutur dia.


sumber: kompas.com

Terkait
Banjir Kalsel, Istana Klaim Tak Ada Obral Izin Alih Fungsi Lahan
Banjir Kalsel, Istana Klaim Tak Ada Obral Izin Alih Fungsi Lahan
KPK Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Citra Sate
Menkes Sudah Ajukan Rp 20,9 Triliun untuk Pengadaan Vak
Polri Jaga Ketat Hakim Mahkamah Konstitusi Beserta Kelu
Lainnya
Muktamar PPP: Suharso Monoarfa dan Taj Yasin Masuk Bursa Calon Ketua Umum
Muktamar PPP: Suharso Monoarfa dan Taj Yasin Masuk Bursa Calon Ketua Umum
Pemuda NTB Juara 1 MTQ Internasional di Turki
Mahathir Mohamad Tetap Bugar di Usia 93 Tahun, Ini Raha
Usia Dibawah 17 Tahun Akan Miliki Kartu Identitas Khusu
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Nasional
Indeks Persepsi Korupsi Memburuk, Mahfud Md Menduga Dua Penyebabnya
Indeks Persepsi Korupsi Memburuk, Mahfud Md Menduga Dua Penyebabnya
Pemerintah Keluarkan Edaran Larang PNS Terlibat FPI dan
KPK Periksa 3 Saksi dalam Kasus Suap Edhy Prabowo
Daerah
Jalankan Instruksi Walikota, DLHK Pekanbaru Bersihkan Sampah di Empat Pasar
Jalankan Instruksi Walikota, DLHK Pekanbaru Bersihkan Sampah di Empat Pasar
Bupati Serahkan 7 Ambulance di Tambang, Minta Maaf Untu
Camat Berkoordinasi Dengan DLHK Pekanbaru Perkuat Jalur
Entertainment
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur
Peserta BPJS Kesehatan Kabupaten Solok Apresiasi Pelaya
Ekonomi
Dialog Dengan Petani, Syahrul Aidi Minta Mindset Petani Harus Diubah
Dialog Dengan Petani, Syahrul Aidi Minta Mindset Petani Harus Diubah
Pertemuan Mahasiswa Tambang dengan Dinas ESDM Riau, Sel
Tahun 2020, 1,3 Juta Orang Terima Manfaat Dari Rumah Ya
Kriminal
Hitungan Jam, 3 Pelaku Judi Online Ditangkap Sat Reskrim Polres Kuansing Dilokasi Terpisah
Hitungan Jam, 3 Pelaku Judi Online Ditangkap Sat Reskrim Polres Kuansing Dilokasi Terpisah
Resnarkoba Polres Kampar Musnahkan Sabu Yang Ditangkap
Bertarung Dengan Sengit, Akhirnya Penjambret Warga Tara
Olahraga
Top Skor Liga Inggris: 5 Laga Mandul, Mohamed Salah Masih di Posisi Teratas
Top Skor Liga Inggris: 5 Laga Mandul, Mohamed Salah Masih di Posisi Teratas
Kata Cristiano Ronaldo Setelah Antar Juventus Juarai Pi
Tottenham dan Man City Amankan Tiket, Kapan Final Piala