Politikus PDIP Ribka Tjiptaning Tolak Vaksinasi Covid-19, Kenapa?

Mawardi Tombang
Selasa, 12 Januari 2021 17:55:47

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat dari PDIP Ribka Tjiptaning menyatakan menolak vaksinasi Covid-19. Ribka mengatakan ia akan lebih memilih membayar denda bagi seluruh keluarganya ketimbang dipaksa menerima disuntik vaksin.

Hal ini disampaikan Ribka saat Rapat Kerja dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito, dan Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir pada Selasa, 12 Januari 2021.

"Saya tetap tidak mau divaksin. Saya udah 63 (tahun) nih, mau semua usia boleh tetap (tidak mau). Misalnya pun hidup di DKI semua anak cucu saya dapat sanksi lima juta mending gue bayar, mau jual mobil kek," kata Ribka.

Aturan ihwal denda ini sebelumnya sempat dinyatakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah DKI menyatakan akan menerapkan denda Rp 5 juta bagi warga yang menolak divaksin.


Ribka mengklaim banyak kasus vaksin yang ternyata berdampak buruk bagi kesehatan. Dia mencontohkan, ada penderita polio di Sukabumi, Jawa Barat yang malah mengalami lumpuh layu seusai divaksin antipolio.

Baca: Indonesia Perpanjang Pembatasan Masuk Bagi WNA Hingga 8 Februari

"Terus antikaki gajah di Majalaya mati dua belas (orang). Karena di India ditolak, di Afrika ditolak, masuk di Indonesia dengan 1,3 triliun waktu saya ketua komisi. Saya ingat betul itu, jangan main-main vaksin ini, jangan main-main," ujar Ribka.

Ribka pun mewanti-wanti pemerintah tak boleh memaksa vaksinasi Covid-19 kepada yang menolak. Pemaksaan, kata dia, adalah bentuk pelanggaran HAM.

Ribka pun menyinggung kebijakan pemerintah menggratiskan vaksin Covid-19. Dia mempertanyakan vaksin mana yang akan digratiskan bagi warga. Sebab, akan ada sejumlah vaksin yang beredar di Indonesia dengan rentang harga dari Rp 116 ribu hingga Rp 2 juta.

Ia mencurigai vaksin yang murah akan diberikan kepada masyarakat yang miskin. Ribka mencontohkan perbedaan harga tes swab yang hasilnya keluar lebih cepat jika masyarakat merogoh kocek lebih banyak.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Kusumastuti Lukito mengatakan secara keseluruhan uji klinik menunjukkan vaksin Covid-19 aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang.

Baca: Banjir Kalsel, Istana Klaim Tak Ada Obral Izin Alih Fungsi Lahan

"Yaitu efek samping lokal berupa nyeri, iritasi, pembengkakan, serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, retik, dan demam," ucap Penny dalam konferensi pers virtual, Senin, 11 Januari 2021.

Dia mengatakan frekuensi efek samping dengan derajat berat, sakit kepala, gangguan di kulit, atau diare yang dilaporkan, hanya sekitar 0,1-1 persen. Efek samping tersebut merupakan efek samping yang tidak berbahaya dan dapat pulih kembali.

Penny juga mengatakan hasil evaluasi terhadap data dukung khasiat atau efikasi coronaVac, BPOM menggunakan data hasil pemantauan dan analisis dari uji klinik yang dilakukan di Indonesia dan juga mempertimbangkan hasil uji klinik yang dilakukan di Brazil dan Turki.

Menurutnya, vaksin coronaVac telah berhasil menujukkan pembentukan antibodi di dalam tubuh, dan juga pembentukan antibodi dalam membunuh atau menetralkan virus. Dilihat dari uji klinik fase satu dan dua di Cina dengan periode pemantauan sampai dengan enam bulan.

Pada uji klinik fase tiga di Bandung, kata dia, data imunogenitas menunjukkan data yang baik. Pada 14 hari setelah penyuntikan dengan hasil kemampuan vaksin membentuk antibodi sebesar 99,74 persen dan pada tiga bulan setelah penyuntikan hasilnya 99,23 persen.

Baca: KPK Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Citra Satelit

"Hal tersebut menunjukkan sampai dengan tiga bulan yang memiliki antibodi masih tinggi," tuturnya.

Hasil analisis terhadap efikasi vaksin CoronaVac berdasarkan uji klinik di Bandung, kata dia sebesar 65,3 persan dan berdasarkan laporan efikasi hasil uji di Turki adalah 91,25 persen, dan brazil 78 persen. "Hasil tersebut sudah sesuai persyaratan WHO yang 50 persen," ujar Penny.

Baca: DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Tangani Korban Bencana

Sumber: tempo.co

Terkait
IDI Imbau Kepercayaan pada Vaksin Covid-19 Tak Didasarkan pada Merek atau Negara
IDI Imbau Kepercayaan pada Vaksin Covid-19 Tak Didasarkan pada Merek atau Negara
Sriwijaya Air Diduga Hilang Kontak 4 Menit Setelah Lepa
Jaksa Agung Bakal Tindak Pegawainya yang Aktif di FPI
MA Berlakukan Perma Nomor 5 Tahun 2020, KKJ: Hambat Keb
Lainnya
Pemko Pekanbaru Cairkan Tunda Bayar Honor RT/RW 2018
Pemko Pekanbaru Cairkan Tunda Bayar Honor RT/RW 2018
Bekas Kadis Pariwisata Sebut Nora Butar-Butar Tak Kerja
Korupsi Mantan Bupati Lamteng, KPK Periksa Anggota DPRD
Mobil Esemka, Said Didu: Proyek Bohong
Pariwara
Bupati Sukiman Minta BPD sebagai Mitra Kepala Desa Dalam Membangun Desa
Bupati Sukiman Minta BPD sebagai Mitra Kepala Desa Dalam Membangun Desa
Bupati Sukiman Resmikan Tower Baru dan Pengoperasian Ra
Tingkatkan Penerimaan Zakat, Pjs Bupati Dorong Baznas R
Budaya
Bupati Alfedri Berharap Generasi Muda Berperan Lestarikan Adat Tradisi
Bupati Alfedri Berharap Generasi Muda Berperan Lestarikan Adat Tradisi
Bupati Alfedri Berharap Generasi Muda Berperan Lestarik
Bupati Sukiman: Budaya Melayu Harus Dilestarikan dan Te
Olahraga
Kata Cristiano Ronaldo Setelah Antar Juventus Juarai Piala Super Italia
Kata Cristiano Ronaldo Setelah Antar Juventus Juarai Piala Super Italia
Tottenham dan Man City Amankan Tiket, Kapan Final Piala
Hasil Brighton Vs Arsenal, Gol Tunggal Lacazette Menang
Ekonomi
Pertemuan Mahasiswa Tambang dengan Dinas ESDM Riau, Seluruh Galian C di Kampar Illegal, Kecuali..
Pertemuan Mahasiswa Tambang dengan Dinas ESDM Riau, Seluruh Galian C di Kampar Illegal, Kecuali..
Tahun 2020, 1,3 Juta Orang Terima Manfaat Dari Rumah Ya
Gandeng PHE Siak, Lazismu Riau Adakan Program Peduli Dh
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Leisure
Taman Agrowisata Pelangi di Tenayan Raya, Destinasi Berkonsep Wisata Keluarga di Pekanbaru
Taman Agrowisata Pelangi di Tenayan Raya, Destinasi Berkonsep Wisata Keluarga di Pekanbaru
Berikut 10 Jenis Sambal Khas Indonesia Bikin Makan Namb
Khawatir Dampak Corona, Wisatawan China Batal ke Istana
Kriminal
Hitungan Jam, 3 Pelaku Judi Online Ditangkap Sat Reskrim Polres Kuansing Dilokasi Terpisah
Hitungan Jam, 3 Pelaku Judi Online Ditangkap Sat Reskrim Polres Kuansing Dilokasi Terpisah
Resnarkoba Polres Kampar Musnahkan Sabu Yang Ditangkap
Bertarung Dengan Sengit, Akhirnya Penjambret Warga Tara