Polri Bantah Pakai Senjata Api, Dinkes DKI: Luka Korban Berasal dari Peluru Karet

Mawardi Tombang
Rabu, 22 Mei 2019 10:54:29
Kondisi bentrok antara pendemo dan aparat. Foto: Tempo

Jakarta, KANALSUMATERA.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencatat sebanyak enam orang tewas dalam kericuhan di Jakarta, Rabu (22/5) dini hari. Salah satu korban teridentifikasi meninggal karena tertembak.

Menanggapi hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membantah jajarannya menggunakan menggunakan senjata api dan peluru tajam saat pengamanan.

“Sekali lagi, aparat PAM tidak ada yang dibekali peluru tajam dan senjata api, hanya ton antianarkis,” kata Dedi saat dihubungi oleh Kumparan pada Rabu (22/5).

Dedi mengungkapkan ada pihak tertentu yang memancing kericuhan dengan menyerang aparat kepolisian. Prediksi tersebut dianggap terbukti dengan adanya insiden penyerangan Mako Brimob di Petamburan, Jakarta Barat.

Baca: Xanana Gusmao Temui Jokowi di Solo, Suasana Hangat Diwarnai Lagu Bengawan Solo

“Kan sudah diprediksi ada pihak yang menghendaki seperti itu rusuh, jatuh korban dan menyalahkan aparat,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau korban kerusuhan yang dibawa ke RS Tarakan. Dalam keterangannya, Anies mengatakan ada 6 korban meninggal dunia yang dibawa ke sejumlah rumah sakit.

"Korban sejauh ini ada 6 korban meninggal. Di RS Tarakan ada 2, kemudian di RS Pelni, kemudian di RS Budi Kemuliaan, RSCM, dan di RS Al Buntoharjo. Dan ini per jam 9 sekarang. Jadi kita-kita ada sekitar 200-an orang luka-luka per jam 9 ini dan ada sekitar 6 orang yang sudah tercatat meninggal," kata Anies di lokasi, Rabu (22/5)

Dinkes DKI Jakarta: Luka Korban Berasa dari Peluru Karet

Baca: Guru PPPK Dapat Kepastian Status, Ketua DPD Soroti Peluang Jadi PNS 2027

Sementara itu, Kepala Dinas DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan korban yang dilarikan ke RS karena tertembak disebabkan oleh peluru karet.

"Sejauh ini yang kami lihat di RS Tarakan tadi memang peluru karet," ujar Kelapa Dinas DKI Jakarta Widyastuti di RS Tarakan usai menjenguk korban, Jakarta, Rabu (22/5).

Korban masih berdatangan ke RS Tarakan. Foto: Efira Tamara Then/kumparan
Dia menyebut semua RS di Jakarta disiagakan untuk menampung korban luka. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan pasien di salah satu rumah sakit.

"Jadi saat ini semua tim siaga. Seperti saya sampaikan kemarin, ada 37 titik dilakukan di lapangan, kemudian ada tetapi semua RS siaga kalau memang nanti terjadi penumpukan. Kemudian masalah luka-luka ada luka akibat benda tajam dan tumpul, ada luka lecet, ada luka robek, dan ada luka yang menembus ke pembuluh darah," tutur Widyastuti.

Baca: Mendagri Akan Bedah APBD Daerah yang Klaim Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Terkait penyebab kematian, dia menyebut tengah didalami oleh masing-masing rumah sakit yang menanganinya.

"Diagnosa pasti kita belum dapat. Secara diagnosa sedang didalami di RS masing-masing," jelasnya.



Terkait
BKSAP DPR-Kemenlu Selaraskan Arah Diplomasi Indonesa dan Sinergi Parlemen dan Eksekutif
BKSAP DPR-Kemenlu Selaraskan Arah Diplomasi Indonesa dan Sinergi Parlemen dan Eksekutif
Jelang Masuki Ramadan, Pemulihan Listrik di Aceh Berjal
Stok Beras Aman, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anoma
Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pemben
Lainnya
Penyusunan RTRW Riau Harus Berlandaskan Kepastian Hukum, Bukan Sekadar Garis di Atas Peta
Penyusunan RTRW Riau Harus Berlandaskan Kepastian Hukum, Bukan Sekadar Garis di Atas Peta
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Fadil Pimpin DPW FW Pro-I Riau, Ginda Burnama Ditunjuk
Waduh... Pasangan Remaja di Aceh Besar ini Kepergok Mes
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Politik
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
Bawaslu Kampar Perketat Pengawasan Pemutakhiran Data Pa
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fr
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hukum
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas Aparat Penegak Hukum
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas Aparat Penegak Hukum
Sebelum Jual Konten Asusila, Dua Pria di Bogor Ternyata
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen
Nasional
Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Puan Minta Kekuatan APBN Dikaji
Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Puan Minta Kekuatan APBN Dikaji
HUT ke-81 TNI Batal di Monas, Upacara Dipindah ke Mabes
UU Reforma Agraria Disahkan DPR, Aturan Baru Penguasaan
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan