Relokasi UMKM Pulau Komodo Dikhawatirkan Berdampak Buruk Terhadap Perekonomian Masyarakat

Mawardi Tombang
Rabu, 25 November 2020 15:45:56

KANALSUMATERA.com - Jakarta- Salah seorang warga Pulau Komodo, Akbar Al Ayyub mengkhawatirkan rencana relokasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Loh Liang Pulau Komodo ke Loh Buaya Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, rencana itu dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat.

"Kami mendengar beberapa pernyataan pejabat publik yang hendak merelokasi UMKM ini ke Pulau Rinca. Pemerintah harus melibatkan masyarakat di dalam menentukan kebijakan, di mana kebijakan ini akan berimbas langsung kepada ekonomi kerakyatan," kata Akbar dalam konferensi pers virtual, Rabu (25/11/2020).

Akbar mengatakan, masyarakat Loh Liang selama ini banyak yang menggantungkan hidupnya dari sektor UMKM.

Dengan adanya rencana pemindahan UMKM, maka hal itu dikhawatirkan akan membuat pendapatan masyarakat setempat turun drastis.

Baca: Kapolri Listyo Sigit Prabowo Cerita Solidaritas di Internal Polri

Apalagi, rencana pemindahan ke Pulau Rinca yang saat ini tengah dirancang menjadi area destinasi masif juga dianggap tidak realistis.

Sebab, pemindahan itu otomatis akan memaksa warga Loh Liang berjualan di Pulau Rinca. Sementara, jarak tempuh Pulau Komodo ke Pulau Rinca sangat jauh, yakni sekitar delapan jam pulang-pergi.

"Dengan jarak tempuh dari Pulau Komdoo ke Rinca itu kurang lebih delapan jam, pulang-pergi. Sehingga masyarakat Pulau Komodo dipaksakan berjualan di seberang pulau yang jauh dari pemukimannya," terang dia.

Dengan kondisi ini, pihaknya mendesak pemerintah supaya mengkaji ulang rencana pemindahan tersebut, termasuk mengaji ulang mega proyek Geopark.

"Kami berharap (pemerintah) membuka forum besar melibatkan masyarakat bagaimana proses ke depannya bahwa taman nasional adalah sebuah branding dengan basis landskap alam yang natural," tutur Akbar.

Baca: KPK Pastikan Status DPO Sjamsul Nursalim dan Istrinya Masih Berlaku

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika mengatakan pembangunan pariwisata besar-besaran di Pulau Komodo bisa berdampak secara sosial, ekonomi, dan politik.

Bahkan, tak menutup kemungkinan akan ada dampak yang lebih luas, yakni hilangnya tradisi dan budaya masyarakat setempat yang selama ini mempunyai interaksi dengan komodo itu sendiri.

"(Pembangunan) itu akan menghilangkan nilai-nilai kebudayaan yang berkembang di kalangan masyarakat komunitas komodo, termasuk dengan ekosistem bersama spesies komodo itu sendiri," ucap Dewi.

Dewi menambahkan, masyarakat Pulau Komodo pada dasarnya mempunyai ikatan yang kuat dengan komodo. Karena itu, hubungan masyarakat dengan komodo tak bisa dipisahan satu sama lain.

Diketahui, Pulau Komodo dan Pulau Rinca sendiri sudah ditetapkan sebagai taman nasional sejak 1980 untuk melindungi satwa Komodo atau Varanus komodoensis, hewan endemik purba yang hanya bisa ditemukan di NTT.

Baca: Wakil Ketua KPK: Tidak Ada Radikalisme dan Taliban di KPK

Namun, proyek di Taman Nasional Komodo tersebut kini telah dimasukkan dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo, NTT.

Hingga sekarang, proyek yang dijuluki Jurassic Park ini masih terus menuai polemik dan protes dari berbagai pihak.

Baca: Banjir Merendam Sejumlah Kelurahan di Manado

Sumber: Kompas.com

Terkait
KPK Usut Rekening Penampung Ekspor Benih Lobster untuk Edhy Prabowo
KPK Usut Rekening Penampung Ekspor Benih Lobster untuk Edhy Prabowo
Disiplin Warga Turun, Jokowi Minta Gubernur Gencarkan L
Presiden Jokowi Teken PP Kebiri Kimia dan Pengumuman Pe
Vaksin Sinovac Didistribusikan ke 13 Provinsi, Ini Rinc
Lainnya
Cari Desainer Muda, Dinas Pariwisata Sumbar Gelar Lomba Peragaan Busana Minangkabau
Cari Desainer Muda, Dinas Pariwisata Sumbar Gelar Lomba Peragaan Busana Minangkabau
Billi: Saya Siap Sumpah Pocong, tapi....
Kebakaran di Meranti Riau Meluas
PDIKM Padang Panjang Simpan Buku Terbitan Tahun 1811
Global
Benjamin de Rothschild Meninggal Dunia, Tinggalkan Asset 194 Miliar Dollar
Benjamin de Rothschild Meninggal Dunia, Tinggalkan Asset 194 Miliar Dollar
Pasang Surut Hubungan Prancis Dengan Dunia Islam, Atas
Dior Tampilkan Kain Endek Bali Pada Paris Fashion Week
Daerah
Jalankan Instruksi Walikota, DLHK Pekanbaru Bersihkan Sampah di Empat Pasar
Jalankan Instruksi Walikota, DLHK Pekanbaru Bersihkan Sampah di Empat Pasar
Bupati Serahkan 7 Ambulance di Tambang, Minta Maaf Untu
Camat Berkoordinasi Dengan DLHK Pekanbaru Perkuat Jalur
Politik
Hendry Munief: Bangun Indonesia, Kader PKS Harus Bersahabat Dengan Partai Lainnya
Hendry Munief: Bangun Indonesia, Kader PKS Harus Bersahabat Dengan Partai Lainnya
Sosialisasi dan Bangun Kerjasama, KPU Kunjungi DPD PKS
Jelang Muscam PK Golkar Kampar Kiri Hulu, Dinamika Mula
Kriminal
Hitungan Jam, 3 Pelaku Judi Online Ditangkap Sat Reskrim Polres Kuansing Dilokasi Terpisah
Hitungan Jam, 3 Pelaku Judi Online Ditangkap Sat Reskrim Polres Kuansing Dilokasi Terpisah
Resnarkoba Polres Kampar Musnahkan Sabu Yang Ditangkap
Bertarung Dengan Sengit, Akhirnya Penjambret Warga Tara
Ottech
Begini Tipe Perilaku Penipuan di Whatsapp dan Cara Mengatasinya
Begini Tipe Perilaku Penipuan di Whatsapp dan Cara Mengatasinya
Daihatsu Resmi Luncurkan New Astra Daihatsu Sigra
Awas! VPN Palsu Penyebar Malware Beredar
Pendidikan
Paiman Resmi Jabat Kepala SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru
Paiman Resmi Jabat Kepala SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru
SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru Gelar Outbond, Perkuat Kom
Perusahaan di Tambang Berjanji Bantu Beasiswa dan Pendi
Pariwara
Bupati Sukiman Minta BPD sebagai Mitra Kepala Desa Dalam Membangun Desa
Bupati Sukiman Minta BPD sebagai Mitra Kepala Desa Dalam Membangun Desa
Bupati Sukiman Resmikan Tower Baru dan Pengoperasian Ra
Tingkatkan Penerimaan Zakat, Pjs Bupati Dorong Baznas R