RUU Perampasan Aset yang Didorong Jokowi Belum Diterima DPR

Mawardi Tombang
Jumat, 10 Februari 2023 15:54:57
Ketua Komisi III DPR, Bambang Wuryanto.

KANALSUMATERA.com - Ketua Komisi III DPR, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengaku belum menerima naskah RUU Perampasan Aset yang didorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera diundangkan.
Pacul menegaskan RUU Perampasan Aset bukan inisiatif DPR. Ia pun masih menunggu Surat Presiden (Surpres) terkait RUU tersebut.

"Kalau perampasan aset sudah pasti tidak dari DPR, tunggu dari Presiden RUU Perampasan Aset belum masuk," kata Pacul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2).

Pacul mengakui pihaknya telah menerima permintaan dari Jokowi untuk segera membahas RUU Perampasan Aset. Selain itu, pihaknya juga menerima usulan RUU Pembatasan Uang Kartal.

"Dua RUU ini sedang dalam massa kajian kami. Tetapi pemerintah sudah ingin? Sudah. Dari dua ini, mana yang dipercepat? Yang perampasan aset," katanya.

Soal materi dalam RUU Perampasan Aset, Pacul mengatakan pemerintah masih belum solid, khususnya terkait pihak yang mengelola rampasan.

Baca: Guru Bersertifikat Terancam Gagal Terima TPG, Status Dapodik Berubah Jadi Tendik

Saat ini, kata Pacul, pihak yang memiliki wewenang untuk mengelola rampasan adalah Kementerian Hukum dan HAM. Namun, Kementerian Keuangan sebagai bendahara negara meminta agar wewenang itu diambil alih.

"Jadi di sana pun juga belum selesai, tetapi memang sudah ingin segera dibahas gitu loh, jadi perampasan aset itu kepingin segera dibahas, itu yang sekarang ini tadi kami juga sudah dikasih info informal," katanya.

Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi tidak pernah surut. Menurutnya, RUU Perampasan Aset sebagai salah satu solusi menindak korupsi.

"Saya mendorong agar RUU tentang perampasan aset dalam tindak pidana dapat segera diundangkan, dan RUU pembatasan transaksi uang kartal segera dimulai pembahasannya," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/2).*



Terkait
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief Dorong Solusi dari Kemenhan dan KKP RI
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief Dorong Solusi dari Kemenhan dan KKP RI
Syahrul Aidi Maazat Kecam Penghadangan UAS di Kutai Bar
5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Menhan Instruksikan E
Masalah BPJS Bersumber dari Belum Solidnya DTSEN: Komis
Lainnya
5 Raksasa Tiongkok yang Perkuat Cengkeraman Investasi di Indonesia, dari BYD hingga Tsingshan
5 Raksasa Tiongkok yang Perkuat Cengkeraman Investasi di Indonesia, dari BYD hingga Tsingshan
Bangkitkan Kembali Semangat dan Prestasi Para Player, D
Pendeta di Kuansing Dukung Penerapan Prokes Sebelum Iba
Wamen BUMN Bahas Kasus Jiwasraya dan BTN dengan Kejaksa
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik