Sultan HB X: Tidak Mudah Berhentikan Kepala Daerah, Sebab Dipilih Lewat Pemilu

Mawardi Tombang
Jumat, 20 November 2020 07:51:56

KANALSUMATERA.com - Yogyakarta- Raja Keraton sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai tidak mudah memberhentikan seorang kepala daerah.

Menurut Sultan, pemberhentian Gubernur, Wali Kota, atau Bupati harus melalui sejumlah prosedur. “Kan harus ada keputusan presiden, dan mereka kan hasil dari pemilihan umum,” kata Sultan saat ditanya soal instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Kamis, 19 November 202..

Tito menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2020 untuk gubernur dan wali kota/bupati tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Salah satu isinya menegaskan soal pemberhentian kepala daerah.

Meski demikian, Sultan mengingatkan, bahwa sanksi pemberhentian yang abai pada kerumunan massa di saat pandemi ini juga bukanlah sekedar pemanis atau gertak sambal saja.

Baca: Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM


“Kalau ternyata Mendagri sudah mengingatkan, lalu mengirim surat ke presiden? Kan bisa juga (diberhentikan),” kata Sultan HB X.

Sultan setuju adanya regulasi lebih tegas dalam upaya pengendalian Covid-19 saat ini. Karena ketegasan itu menjadi bentuk konsistensi pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid-19.

“Tapi harapan saya, tanpa harus diperingatkan pemerintah, masyarakat juga mau mengikuti protokol kesehatan itu,” ucap Sultan. Sebab, kata Sultan, jika masyarakat tertular Covid-19 resiko juga harus ditanggung masyarakat sendiri.

Baca: Terungkap Modus Jual Beli Titik Dapur MBG, BGN Libatkan Kejaksaan Usut Dugaan Oknum Internal

sumber: tempo.co



Terkait
Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas Kasus Batu Bara, Habiburokhman:
Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas Kasus Batu Bara, Habiburokhman:
Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Ke
Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu
Penyandang Disabilitas dan Lansia Segera dapat MBG, Tah
Lainnya
ASN suka kritik pemerintah, Biro Humas: keluar saja!
ASN suka kritik pemerintah, Biro Humas: keluar saja!
Tanah Datar Bersikukuh TdS Lewati Danau Singkarak, Disp
6 Cluster Bursa Inovasi Desa Kabupaten Kampar Digelar d
Insentif tak Kunjung Cair, Guru SMA dan SMK di Papua An
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotri
Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gi