Syahrul Aidi Soroti Gaji Kades Rendah, Sementara Beban Kerja Tinggi

Mawardi Tombang
Jumat, 26 Juli 2019 08:14:28
Syahrul Aidi Maazat

Bangkinang, KANALSUMATERA.com - Jabatan kepala desa (Kades) saat ini tak bisa dianggap sepele lagi, terutama ketika pemerintah pusat memberikan perhatian secara langsung ke pemerintahan desa dengan mengalokasikan dana khusus baik melalui Dana Desa (DD) atau pun Alokasi Dana Desa (ADD).

Rerata desa saat ini telah mendapat kucuran dana di angka 1-2 milyar per desa. Besarnya real-nya bergantung potensi dan beban desa. Namun, besarnya anggaran yang dikelola Kades saat ini tak seiring dengan tingkat kesejahteraan yang mereka dapatkan, khususnya tentang berapa besar jumlah gaji. Saat ini, seorang Kades diketahui mendapatkan gaji bulanan hanya diangka 2,5 juta per bulan. Angka gaji ini hampir sama dengan nilai gaji Sekretaris Desa (Sekdes) dengan kategori ASN.

Salah seorang yang menyayangkan hal itu adalah Anggota DPRD Kabupaten Kampar yang juga Caleg DPR RI terpilih dari Partai PKS Dapil Riau II, H Syahrul Aidi Maazat Lc MA. Syahrul Aidi menyebut bahwa negara tidak adil kepada kades. Negara membebankan kerja kepada Kades yang tinggi, namun diberi gaji yang tergolong rendah.

"Kita sangat menyayangkan gaji seorang Kades saat ini sangat rendah. Hampir sama dengan Sekdes-nya. Hal ini tidak berimbang dengan beban kerja dan beban sosial yang dia emban." terang Syahrul Aidi.

Baca: Bahlil Tanggapi Pujian Prabowo, Pilih Buktikan Kinerja Lewat Kerja Nyata

Syahrul Aidi menerangkan, beban sosial yang diemban Kades saat ini cukup tinggi. Masyarakat desa selalu mengadu kepada Kades atas berbagai keluhan yang mereka timpa. Anak masuk sekolah, cekcok rumah tangga, kebakaran, gagal panen, makan dan minum di kedai, kematian dan banyak lagi lainnya.

"Kades dituntut selalu ditengah masyarakat, salah satu aktifitas adalah duduk di kedai. Memang ini terdengar sepele. Tak mungkin masyarakat dan kades di kedai, masyarakat yang membayarkan makan minumnya. Itu suatu hal tak mungkin."terangnya.

Dengan beban kerja dan sosial yang begitu tinggi, namun tak diiringi gaji yang memadai, menurut laki-laki tamatan Universitas Kairo Mesir ini, menggoda Kades untuk koruptif. Kades 'dipaksa' untuk menyelewengkan anggaran agar kebutuhan-kebutuhan sosial tersebut dapat dipenuhi.

Untuk itu, dia berharap, pemerintah pusat harus mempertimbangkan kenaikan gaji para kades se-Indonesia. Kenaikan gaji akan memberikan kepastian pembangunan di tingkat perdesaan, dan meminimalisir perilaku koruptif. mt

Terkait
BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG, CCTV Terhubung Pusat dan Cek Kesehatan Wajib
BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG, CCTV Terhubung Pusat dan Cek Kesehatan Wajib
Usai Pesan MenPAN-RB, Kepala BKN Ajak 6,7 Juta ASN Teru
Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf d
Gangguan Besar, Sebagian Pulau Sumatera Mati Lampu: Ber
Lainnya
Jelang Kongres di Medan SPS Riau Boyong Seluruh Anggota dan Bakal Usulkan Tiga Calon Ketua
Jelang Kongres di Medan SPS Riau Boyong Seluruh Anggota dan Bakal Usulkan Tiga Calon Ketua
Harga Kelapa Anjlok, Sekda Inhil Sambangi Ditjen Daglu
Lahar Gunung Karangetang Menjalar di Kali Malebuhe
Siasat Kurangi Keramaian, Tokyo Metro Tawarkan Makanan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Daerah
Kado untuk Hari Jadi Riau ke-69, Hendry Munief Hadirkan Rumah Singgah di Pekanbaru
Kado untuk Hari Jadi Riau ke-69, Hendry Munief Hadirkan Rumah Singgah di Pekanbaru
Bupati-Wabup Kampar Tegaskan Sinergi Pembangunan di Har
DPRD Riau Dorong Bapenda Masifkan Sosialisasi Pemutihan
Lifestyle
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Olahraga
Bupati Kampar Buka Turnamen Bulutangkis Korpri, 80 Tim Ramaikan HUT Riau dan RI
Bupati Kampar Buka Turnamen Bulutangkis Korpri, 80 Tim Ramaikan HUT Riau dan RI
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026
Bonus Rp27 Miliar Tak Kunjung Cair, Atlet dan Pelatih R
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik