Syahrul Aidi Sosialisasikan Empat Pilar di Hadapan Masyarakat Seberida Inhu
KANALSUMATERA.com - Syahrul Aidi, anggota DPR/MPR RI fraksi PKS melaksanakan agenda sosialisasi empat (4) pilar kehidupan berbangsa yang harus dipahami oleh semua masyarakat Indonesia. Dimana, seluruh anggota Majlis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) diminta untuk menyosialisasikan ke tengah masyarakat atau kelompok masyarakat tersebut.
Empat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Syahrul Aidi Maazat yang saat ini di Komisi V DPR RI, turut melakukan sosialisasi empat pilar tersebut.
Kali ini dia menyosialisasikannya di desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu pada Selasa (17/11/2020). "Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi dan ketetapan negara, sedangkan bentuk negara adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara" terang Syahrul Aidi di hadapan peserta sosialisasi.
Menurut Syahrul Aidi, saat ini, yang mengancam keutuhan empat pilar negara itu menurut adalah Komunisme dan Radikalisme. "Ada 2 issue besar yang mengancam pilar kebangsaan kita, yaitu komunisme dan radikalisme. Keduanya jika dibiarkan akan dapat merusak NKRI dan 3 pilar berbangsa lainnya." tegas Syahrul Aidi.
Baca: Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munief Dorong Warga Aktif Sampaikan Aspirasi
Komunisme menurut Syahrul Aidi memang tidak terlihat nyata saat ini, tidak terorganisir. Namun bibit-bibit komunisme muncul dalam bentuk simbol, pemikiran dan lainnya.
"Sementara radikalisme itu lebih kentara. Terlihat nyata." tambahnya.
Namun itu, dia tidak sepakat kalau radikalisme dikaitkan dengan Islam. Karena ada paham keagamaan lain, ideologi yang mengancam NKRI dengan konteks radikalisme. Selain berbicara tentang pentingnya menjaga empat pilar tetap berdiri.
Selain berbicara tentang sosialisadi 4 pilar, Syahrul Aidi juga berbicara tentang konsep cinta dan bela negara dengan perspektif lokalitas. dan juga tidak lupa dia menyampaikan potensi pembangunan daerah yang turut mendukung pembangunan nasional dan menjaga ketahanan dan persatuan bangsa. ***
