Titik Api Bertebaran Lagi di Riau
KANALSUMATERA.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Rabu, 13 Maret 2019, datang ke Provinsi Riau untuk meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satunya di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis karena daerah itu paling parah terbakar tahun ini.
Saat peninjauan berlangsung, seperti yang dilansir dari Liputan6.com, situasi Karhutla Riau memang mereda karena titik panas atau hotspot turun drastis. Ditambah turunnya hujan bersifat lokal di berbagai kabupaten, termasuk daerah terbakar.
Kehadiran kedua pimpinan tertinggi di tentara dan kepolisian itu memang ditunggu. Terutama evaluasi penanganan Karhutla dan ancaman pencopotan terhadap Kapolda ataupun Danrem hingga satuan wilayah seperti Kapolres serta Dandim yang wilayahnya terbakar.
Hanya saja, pertemuan keduanya dengan jajaran di bawahnya, termasuk perangkat Satgas Karhutla Riau berlangsung tertutup di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Lokasi pertemuan diminta 'steril' dari jurnalis, meskipun sempat diberi kesempatan mengabadikan ketika keduanya turun dari pesawat.
"Sterilkan wilayah ini ya," ucap seorang perwira TNI dari Jakarta kepada beberapa perwira yang TNI yang bertugas di Lanud.
Baca: Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu Kabunang: Garis Depan Harus Jadi Prioritas
Tanpa ada konferensi pers ataupun kesempatan doorstop, beberapa wartawan akhirnya pulang begitu mengetahui Marsekal Hadi dan Jenderal Tito sudah naik helikopter untuk meninjau sisa Karhutla di Rupat.
Beberapa wartawan yang masih penasaran dengan hasil peninjauan Karhutla di Riau, mencoba datang ke Universitas Muhammadiyah Riau pada Rabu petang. Di sana kedua jenderal itu akan mengisi kuliah umum dan meresmikan pembukaan kegiatan kampus di belakang Mal SKA itu.
Lagi-lagi tidak ada kesempatan mengenai hasil tinjauan Panglima dan Kapolri serta evaluasi bagi bawahannya ke depan agar Karhutla tidak meluas. Pengaman keduanya dengan sigap 'menghalangi' wartawan dengan alasan masih banyak agenda lain.
Setelah beberapa agenda di Pekanbaru, akhirnya keduanya pulang meninggalkan Riau, Kamis siang, 14 Maret 2019. Tak lama kemudian, ada sebuah rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyatakan kondisi udara di Riau mulai membaik dan titik panas mulai menurun.
Bengkalis Banyak Titik Api
Baca: Jaga Kedaulatan Negara, Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Hanya saja pada Kamis petang, titik panas sebagai indikasi Karhutla di Riau naik lagi. Data yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada 28 hotspot di Riau, sementara secara umum di Pulau Sumatera ada 42 titik.
Dari 28 hotspot itu, hasil pencitraan satelit yang digunakan BMKG menyatakan ada 17 titik api atau firespot dengan level kepercayaan di atas 70 persen sebagai indikasi telah terjadi kebakaran lahan.
Dari semua titik api itu, paling banyak terdapat di Kabupaten Bengkalis 6 titik, Indragiri Hulu 4 titik, Pelalawan 5 titik, dan Rokan Hilir 2 titik.
Memasuki Jumat, (15/3/2019), titik panas itu tidak juga berkurang malah kian naik. Berdasarkan pantauan satelit yang digunakan BMKG, ada 35 titik panas di Riau yang tersebar di beberapa kabupaten. Sementara keseluruhan titik panas di Pulau Sumatera ada 49.
Dari 35 titik panas itu, 24 di antaranya merupakan titik api dengan level kepercayaan di atas 70 persen sebagai indikasi telah terjadi kebakaran. Bengkalis masih paling banyak dengan 13 titik, Pelalawan lima titik, Indragiri Hulu empat dan Rokan Hilir dua titik.
Baca: Komisi IV Soroti Overkapasitas Kapal di Pelabuhan Muara Angke: KKP Janji Bereskan dalam Sepekan
Berdasarkan data yang diterima, BMKG memprakirakan tidak akan turun hujan di Riau. Pasalnya dari pagi hingga dini hari Sabtu, (16/3/2019), cuaca di Riau cerah hingga berawan. Kso
