Titik Api Bertebaran Lagi di Riau

Alwira Fanzary
Sabtu, 16 Maret 2019 10:08:04
kawasan yang terbakar

KANALSUMATERA.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Rabu, 13 Maret 2019, datang ke Provinsi Riau untuk meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satunya di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis karena daerah itu paling parah terbakar tahun ini.

Saat peninjauan berlangsung, seperti yang dilansir dari Liputan6.com, situasi Karhutla Riau memang mereda karena titik panas atau hotspot turun drastis. Ditambah turunnya hujan bersifat lokal di berbagai kabupaten, termasuk daerah terbakar.

Kehadiran kedua pimpinan tertinggi di tentara dan kepolisian itu memang ditunggu. Terutama evaluasi penanganan Karhutla dan ancaman pencopotan terhadap Kapolda ataupun Danrem hingga satuan wilayah seperti Kapolres serta Dandim yang wilayahnya terbakar.

Hanya saja, pertemuan keduanya dengan jajaran di bawahnya, termasuk perangkat Satgas Karhutla Riau berlangsung tertutup di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Lokasi pertemuan diminta 'steril' dari jurnalis, meskipun sempat diberi kesempatan mengabadikan ketika keduanya turun dari pesawat.

"Sterilkan wilayah ini ya," ucap seorang perwira TNI dari Jakarta kepada beberapa perwira yang TNI yang bertugas di Lanud.

Baca: Tragedi KMP Virgo Transport 8, DPR Desak Kemenhub Perketat Uji Kelayakan Kapal

Tanpa ada konferensi pers ataupun kesempatan doorstop, beberapa wartawan akhirnya pulang begitu mengetahui Marsekal Hadi dan Jenderal Tito sudah naik helikopter untuk meninjau sisa Karhutla di Rupat.

Beberapa wartawan yang masih penasaran dengan hasil peninjauan Karhutla di Riau, mencoba datang ke Universitas Muhammadiyah Riau pada Rabu petang. Di sana kedua jenderal itu akan mengisi kuliah umum dan meresmikan pembukaan kegiatan kampus di belakang Mal SKA itu.

Lagi-lagi tidak ada kesempatan mengenai hasil tinjauan Panglima dan Kapolri serta evaluasi bagi bawahannya ke depan agar Karhutla tidak meluas. Pengaman keduanya dengan sigap 'menghalangi' wartawan dengan alasan masih banyak agenda lain.

Setelah beberapa agenda di Pekanbaru, akhirnya keduanya pulang meninggalkan Riau, Kamis siang, 14 Maret 2019. Tak lama kemudian, ada sebuah rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyatakan kondisi udara di Riau mulai membaik dan titik panas mulai menurun.

Bengkalis Banyak Titik Api

Baca: Prabowo Tiba di Kalbar, Langsung Pimpin Penanganan Karhutla

Hanya saja pada Kamis petang, titik panas sebagai indikasi Karhutla di Riau naik lagi. Data yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada 28 hotspot di Riau, sementara secara umum di Pulau Sumatera ada 42 titik.

Dari 28 hotspot itu, hasil pencitraan satelit yang digunakan BMKG menyatakan ada 17 titik api atau firespot dengan level kepercayaan di atas 70 persen sebagai indikasi telah terjadi kebakaran lahan.

Dari semua titik api itu, paling banyak terdapat di Kabupaten Bengkalis 6 titik, Indragiri Hulu 4 titik, Pelalawan 5 titik, dan Rokan Hilir 2 titik.

Memasuki Jumat, (15/3/2019), titik panas itu tidak juga berkurang malah kian naik. Berdasarkan pantauan satelit yang digunakan BMKG, ada 35 titik panas di Riau yang tersebar di beberapa kabupaten. Sementara keseluruhan titik panas di Pulau Sumatera ada 49.

Dari 35 titik panas itu, 24 di antaranya merupakan titik api dengan level kepercayaan di atas 70 persen sebagai indikasi telah terjadi kebakaran. Bengkalis masih paling banyak dengan 13 titik, Pelalawan lima titik, Indragiri Hulu empat dan Rokan Hilir dua titik.

Baca: MA Koreksi Kasus Timah: Kerusakan Lingkungan Rp271 Triliun Bukan Kerugian Negara

Berdasarkan data yang diterima, BMKG memprakirakan tidak akan turun hujan di Riau. Pasalnya dari pagi hingga dini hari Sabtu, (16/3/2019), cuaca di Riau cerah hingga berawan. Kso



Terkait
Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peserta Dipastikan Lebih Sedikit
Kemhan Siapkan Diklat SPPI Gelombang Kedua, Kuota Peserta Dipastikan Lebih Sedikit
Evaluasi MBG Difokuskan pada Validasi Penerima Manfaat
Hendry Munief Dorong Penguatan Industri Film Nasional d
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi da
Lainnya
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Tolak Omnibus Law, 2 Juta Buruh Bersiap akan Mogok Kerj
Pemprov Riau Keluarkan SK untuk Gaji Guru Bantu Kabupat
Putusan Kasasi MA, PT NSP Pembakar Lahan di Riau Diharu
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung