Usai Pernyataan Wiranto, ISPU Riau Menjadi Sangat Tidak Sehat
Pekanbaru, KANALSUMATERA.com - Presiden Jokowi beserta Menko Polhukam Wiranto mendatangi Riau pada Selasa (17/9/19) lalu.
Tujuan kunjungan mereka untuk memantau secara langsung keadaan lapangan terhadap peristiwa Karhutla yang terjadi di Riau.
Usai kesempatan meninjau Riau, Wiranto menyatakan bahwa keadaan di lapangan tidak separah yang di beritakan di media. Ketika ia berada di sana, aktivitas warga masih normal. Banyak yang tidak menggunakan masker, jarak pandang pun masih bisa (terlihat) dan pesawat masih dapat mendarat.
"Kemarin waktu kita di Riau, tidak separah yang diberitakan. Jarak pandang masih bisa, pesawat masih mendarat, masyarakat banyak yang belum pakai masker. Kita pun tidak pakai masker,” ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Rabu (18/9/2019) dilansir dari liputan6.com.
Baca: Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munief Dorong Warga Aktif Sampaikan Aspirasi
Pernyataan beliau memang tidak ada salahnya. Ketika kunjungan presiden bersama rombongan. Tingkat ISPU di Pekanbaru menurun ke status tidak sehat.
Namun, sebelum dan sesudah kedatang presiden beserta rombongan. Tingkat kualitas udara di Pekanbaru masih sangat memprihatikan. Asap masih pekat terasa, jarak pandang pun tak lebih dari 1km.
Menurut data dari website BMKG, tingkat ISPU pada hari Kamis, (19/9/19) pada pukul 12.00 WIB menunjukan status sangat tidak sehat.
Konsentrasi partikulat (PM10) berada pada angka 326.91µgram/m3. Masih ada 60 titik panas di Riau, menurut pantauan sensor MODIS (Satelit Terra & Aqua) dan satelit NPP di Provinsi Riau.
Baca: Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Capai 20 Persen
Asap masih menyelimuti Pekanbaru. Masyarakat dihimbau agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker jika hendak bepergian.
Apabila mengalami gangguan kesehatan masyarakat dapat mengungsi ke posko kesehatan yang telah disediakan oleh pemerintah atau instansi lain.adt
