Ethiopian Airlines yang Jatuh Sejenis dengan Lion Air JT 610

Alwira Fanzary
Minggu, 10 Maret 2019 20:49:33
lokasi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines

KANALSUMATERA.com - Pesawat milik maskapai Etiopia yang jatuh enam menit setelah lepas landas memiliki jenis yang sama dengan pesawat Lion Air yang jatuh pada 28 Oktober lalu. Pada Ahad (10/3), BBCmelaporkan, seperti di Indonesia tidak ada korban selamat dalam jatuhnya pesawat Boeing 737 Max-8 ini.

Boeing sudah mengeluarkan pernyataan atas kejadiaan ini. Boeing 737 Max-8 relatif baru karena dirilis pada 2016 lalu. Ethiopian Airlines baru memilikinya pada bulan Juli tahun lalu.

"Boeing sangat sedih mengetahui meninggalnya penumpang dan awak di Ethiopian Airlines Penerbangan 302, pesawat 737 MAX 8. Kami menyampaikan simpati tulus kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para penumpang dan awak pesawat dan siap untuk mendukung tim Ethiopian Airlines," kata Boeing dalam siaran pers mereka, Ahad (10/3).

Sampai kini belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat Boeing 737 ini. Pesawat jet penumpang Boeing 737 milik Ethiopian Airlines menuju Nairobi, ibu kota Kenya. Pesawat dengan penerbangan ET 302 itu jatuh di dekat kota Bishoftu, 62 kilometer tenggara ibu kota Ethiopia, Addis Ababa.

Baca: Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Harus Sesuai Aspirasi Daerah

"Tim teknisi Boeing akan menyiapkan bantuan teknis atas permintaan dan arahan Dewan Keamanan Transportasi Nasional Amerika Serikat," tambah Boeing dalam pernyataan mereka.

Boeing 737 Max 8 memiliki spesifikasi panjang 39,52 meter dan lebar 35,9 meter. Pesawat yang menggunakan mesin dari CFM International pabrik gabungan GE Avition dan Safran Aircraft ini dapat menempuh berjalanan 6,570 kilometer.

Tipe pesawat ini sama dengan Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 lalu. Pesawat Boeing 737 Max 8 itu hancur berkeping-keping di lautan.

Sebanyak 189 penumpang dan awak meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. JT 610 dilaporkan menghilang tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Baca: Insiden Virgo Transport 8 di Masalembo, 1 Tewas dan 115 Selamat

Hingga saat ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum mengumumkan penyebab pasti jatuhnya Lion Air tersebut. Seperti pesawat Lion Air, pesawat maskapai Ethiopian Airlines juga dikabarkan jatuh tak lama setelah lepas landas.

BBC melaporkan kabar tentang tidak adanya yang selamat dalam jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan ET 302 itu sudah dikonfirmasi CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam yang mendatangi tempat jatuhnya pesawat. "Dengan menyesal mengkonfirmasi tidak ada yang selamat," kata Gebremariam.

Dalam pernyataan mereka, Ethiopian Airlines mengatakan Gebremariam mengungkapkan rasa simpati dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan orang-orang yang dicintai penumpang serta awak yang kehilangan nyawa mereka dalam kejadian ini. Kantor berita Reuters bertemu dengan salah satu kerabat penumpang ET 302.

Robert Mutanda yang ditemui di Bandara Internasional Jomo Nairobi mengatakan ia tidak mendapatkan informasi apa pun dari Ethiopian Airlines. Mutanda menunggu kedatangan iparnya dari Kanada.

Baca: Xanana Gusmao Temui Jokowi di Solo, Suasana Hangat Diwarnai Lagu Bengawan Solo

"Kami belum melihat siapa pun dari maskapai maupun bandara," kata Mutanda.

Media Cina yang dikelola pemerintah, Global Times melaporkan ada delapan warga Cina yang berada di dalam ET 302. Dalam penerbangan tersebut ada 33 warga negara. Berita tentang ET 302 ini menjadi trending topic di media sosial Cina. Rpo/Kso



Terkait
Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Penyelundupan 150 Kg Pasir Timah dalam Truk Ekspedisi
Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Penyelundupan 150 Kg Pasir Timah dalam Truk Ekspedisi
MBG Dipercepat, Zulhas Prioritaskan Pesantren dan Wilay
Korupsi Program MBG Meluas, Brigjen Polisi Jadi Tersang
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan
Lainnya
Firli Bahuri Lantik 4 Deputi untuk Isi Struktur Baru KPK
Firli Bahuri Lantik 4 Deputi untuk Isi Struktur Baru KPK
Kasus Asabri, Polri Periksa Pihak Asabri untuk Dalami D
Kabut Asap Makin Memburuk, PMI Agam Bagikan 1.000 Maske
Kapal Feri Singapura Kandas Di Batam
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda