1 Orang Ditahan 14 Nelayan Aceh Berhasil Dibebaskan di Myanmar

Amar
Selasa, 29 Januari 2019 13:55:27
14 nelayan Aceh Timur bersama dengan staf Sapa dan Peduli, Nasharuddin (baju biru) dan istrinya serta pihak KBRI Yangon, Myanmar, di Masjid KBRI.

BANDA ACEH, KANALSUMATERA.com - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Uni Myanmar, Irjen Pol. Prof. Dr. Iza Fadri akan melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh. Hal itu sesuai dengan surat Kedutaan Besar Republik Indonesia Yangon yang dikirimkan kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, tertanggal 26 Januari 2019. Dalam surat yang diterima AJNN, surat tersebut diteken oleh Kepala Perwakilan RI di Yangon, Prof. Dr. Iza Fajri.

Surat bernomor 00092/BK/01/2019/POL/01, menyebutkan dalam kunjungan kerja tersebut, Dubes LBBP untuk Republik Uni Myanmar, akan menyerahkan 14 nelayan Aceh yang sempat ditahan oleh Republik Uni Myanmar, kepada Plt Gubernur, Nova Iriansyah.

Dalam surat tersebut menyebutkan merujuk surat resmi dari Kementerian Luar Negeri No 48 48 (21) 2018 (0295) tanggal 18 Januari 2018 kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia Yangon tentang keseriusan dan kesungguh-sungguhan Pemerintah Myanmar dalam menyelesaikan kasus warga Negara Indonesia yaitu 15 orang nelayan Aceh yang ditahan Kawthaung, Tanintharyi Region.

Pada tanggal 24 Januari 2019, lokal staf KBRI Yangon berangkat ke Kawthaung untuk menjemput ke 14 orang nelayan tersebut Kawthaung, dan selanjutnya pada hari yang sama melanjutkan perjalanan menuju LBRI Yangon. Selanjutnya tanggal 29 Januari 2019, pelaksana fungsi Protkons KBRI Yangon beserta Sekrpi akan mengatarkan 14 orang nelayan tersebut ke Aceh vis Kuala Lumpur dan akan tiba di Banda Aceh pada 30 Januari 2019, pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan hormat, pada 28 sampai 30 Januari 2019, Dubes RI Yangon beserta Atase Pertahanan, Kolonel Laut Fajar Rusdianto akan tiba di Aceh pada 28 Januari 2019 sekitar pukul 21.30 WIB. Sementara, 14 nelayan Aceh itu akan diserahkan langsung kepada Plt Gubernur Aceh pada 30 Januari 2019.

Baca: BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI

Sementara itu, informasi yang diperoleh AJNN dari Very Khuzairy, pimpinan LSM Sapa dan Peduli, sebuah lembaga fundraising asal Aceh yang sedang menjalankan misi kemanusian terhadap Muslim Rohingya di negeri seribu pagoda tersebut membenarkan pembebasan nelayan Aceh itu.

Dari 16 nelayan yang terdampar di Myanmar, hanya 14 orang yang dibebaskan. Sementara satu orang nelayan, Nurdin meninggal dunia, dan satu orang lainnya Jamaluddin, harus ditahan karena merupakan pawang kapal, sehingga harus menjalani proses hukum disana.

Adapun 14 nelayan Aceh Timur yang berhasil dibebaskan tersebut bernama Samidan, Nazaruddin, Jamaluddin M Nur, Darman, Sulaiman, Ependi, Rahmat Dani, Sapri, Sukri, Saipuddin, M. Rais, M. Akbar, Faturrahman, Umar Saputra.

“Kami baru saja peroleh informasi dari staf kami disana Nasharuddin, jika empat belas nelayan asal Aceh Timur yang ditahan sejak November 2018 lalu telah berhasil dibebaskan oleh KBRI. Staf kami sebelumnya dapat informasi dari salah seorang staf KBRI disana. Saat ini pak Nas sudah menjumpai para nelayan tersebut,”kata Very kepada AJNN, Selasa (29/1).

Surat KBRI Yangon kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Foto: Dok AJNN
Menurut Very, para nelayan tersebut ditangkap oleh Angkatan Laut Myanmar pada November 2018 lalu, saat sedang menangkap ikan tuna diperairan laut lepas Andaman. Namun para nelayan tersebut tidak nyadari jika mereka telah masuk keperairan negeri seribu pagoda tersebut, saat sedang mengikuti sepotong balok terapung tempat berkumpul ikan.

Baca: Lindungi Hajat Rakyat dari Kartel Pangan, Darmadi Dorong Regulasi Anti Monopoli

Para nelayan asal Aceh Timur ini, bahkan tidak mengetahui jika mereka diamankan oleh para Angkatan Laut negara itu, lantaran saat mereka ditangkap sekelompok angkatan laun yang berjumlah lima orang itu menyamar seperti nelayan, sehingga para nelayan asal Aceh ini mengira jika mereka akan dirampok.

“Mereka mengira akan dirampok, karena saat itu mereka berjumlah lima orang dengan rambut panjang dan menggunakan boat nelayan. Bahkan Jamaluddin pawang boat sempat bilang dirampok loem tanyoe (sudah dirampok lagi kita). Itu berdasarkan pengakuan dari nelayan kepada staf kami,” kata Very.

Para nelayan yang telah dibebaskan tersebut, akan dipulangkan menggunakan pesawat Malindo melalui Malaysia dan dari Malaysia menuju Aceh menggunakan Air Asia. Kemungkinan, kepulangan para nelayan asal Aceh Timur tersebut akan disambut oleh Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib atau akrab disapa Bupati Rocky.ajn/ks

Terkait
Komisi IV Soroti Overkapasitas Kapal di Pelabuhan Muara Angke: KKP Janji Bereskan dalam Sepekan
Komisi IV Soroti Overkapasitas Kapal di Pelabuhan Muara Angke: KKP Janji Bereskan dalam Sepekan
Hendry Munief Soroti Informasi Piala Dunia 2026 Belum T
Hendry Munief Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi dan Ev
Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Berbasis Link
Lainnya
Berikut Kronologi Lengkap 3 Kasus yang Jerat Bupati  Aidil
Berikut Kronologi Lengkap 3 Kasus yang Jerat Bupati  Aidil
Ahmad Dolli Kurnia dan Syamsuar Puji Golkar Kampar, Min
HMA Yusuf Siregar Lantik Tiga Kades Antar Waktu
Ratusan Jaringan Irigasi di Simalungun Terancam tak Ter
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Daerah
Seleksi Komisaris PT. SPR Diperpanjang, ini Catatan Anggota Komisi III DPRD Riau
Seleksi Komisaris PT. SPR Diperpanjang, ini Catatan Anggota Komisi III DPRD Riau
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu M
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga