Abu Rara Tusuk Wiranto karena Sakit Hati Digusur? Istana Tak Terima.

Mawardi Tombang
Selasa, 15 Oktober 2019 11:26:12
Sejumlah petugas Kepolisian, TNI dan pemerintah setempat melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pelaku Syahril Alamsyah.

Suara Kanalsumatra.com - Istana Kepresidenan tidak terima jika penusuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto karena sakit hati digusur untuk pembangunan proyek Presiden Jokowi. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan itu tidak benar.
Sosok yang menuding itu adalah Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar. Dia mengatakan Syahrial Alamsyah alias Abu Rara adalah korban penggusuran proyek tol di Sumatera Utara. Itu yang membuat Abu Rara sakit hati dan akhirnya menusuk Wiranto.

inRead invented by Teads
"Bilang sama rektor, kalau sodaranya, kalau abangnya, adiknya, sodaranya ditusuk kaya begitu. Jangan sok ngerti gitu," ujar Ngabalin saat dihubungi Suara.com, Senin (15/10/2019) malam.
"Masa dia lebih ngerti dari polisi? Bilang itu sama Musni Umar, kalau dia lebih mengerti dari polisi, besok saya kasih tahu ke polisi, biar polisi minta bahan dari dia, dari mana dia tahu? siapa Musni Umar?Jangan sok ngerti dia dari polisi deh," kata dia.

Bahkan Ngabalin menyebut pernyataan yang dilontarkan Musni di media sosial adalah ciri-ciri orang yang terpapar paham radikalisme. Sebab kata Ngabalin, ciri -ciri orang yang terpapar radikalisme adalah menyepelekan pandangan kepolisian dan menutupi apa yang diungkapkan kepolisan
"Itu ciri-ciri dari orang-orang yang berwatak terpapar radikalisme itu seperti itu, menutup -nutup kejahatan teroris, kemudian menyepelekan pandangan-pandangan polisi, atau mengabaikan pikiran dan pandangan poliisi dan menutupi apa yang dikemukan polisi supaya orang banyak, publik melupakan," tutur Ngabalin.

Ngabalin menuturkan tak baik jika seorang rektor mendahului kepolisian.
"Nggak begtu, nggak bagus kalau rektor begitu, tidak bagus, tidak punya akhlak," tandasnya.
Sebelumnya, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar mengumbar klaim, pelaku penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto bukan teroris seperti yang disebut aparat kepolisian.

Baca: Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Meterai Palsu, 16 Orang Jadi Tersangka

Hal itu disampaikan Musni Umar melalui video yang diunggah dalam akun Twitter pribadinya, Sabtu (12/10/2019).
Sosiolog lulusan Universitas Malaysia (UKM) itu menyebut, suami istri (pasutri) yang melakukan penyerangan kepada Wiranto bukan anggota organisasi Islam terlarang Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).
Sebab, menurut Musni Umar, anggota JAT mestinya rajin beribadah dan tidak melakukan perbuatan yang terlarang, berbeda dengan tersangka penusukan Wiranto.

"Saya duga yang menusuk Jenderal Wiranto bukan anggota Jaringan Ansharut Tauhid karena kalau anggota JAT pasti rajin ibadah, tidak konsumsi narkoba tidak pernah berbisnis judi," cuit Musni Umar, Sabtu (12/10.2019).
Lebih lanjut, mantan anggota DPR RI Sulawesi Tenggara itu menduga kedua tersangka adalah korban penggusuran Tol Trans Sumatera. Mereka sakit hati dan menyimpan dendam sehingga tega menyerang Wiranto.
"Saya duga suami isteri yang menusuk Jenderal Wiranto orang yang sakit hati karena alami penggusuran pembangunan Tol Trans Sumatera, bukan jaringan terorois Ansharut Tauhid, sebab perilakunya suka mabok, narkoba dan tidak shalat, dll," imbuh Musni Umar.

Atas dugaan itu, melalu video unggahannya, Musni mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan.
"Mari kita mengembangkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Mari kita berjuang bersama untuk menegakkan keadilan. Mesti kita lawan ketidakadilan di masyarakat. Dalam melawan janganlah menggunakan kekerasan. Itu saja, respons saya sebagai sosiolog," ungkap Musni Umar.
Sebelumnya diberitakan, Menkopolhukam Wiranto ditusuk pukul 11.55 Wib di Pintu Gerbang Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Pelaku penusukan itu bernama Fitri Andriana. Dia lahir di Brebes 5 Mei 1998. Di KTP, Fitri beralamat di Desa Sitanggai, Brebes. Di Pandeglang dia tinggal di Kampung Sawah.
Sementara eksekutor penusuk Wiranto bernama Syahril Amansyah alias Abu Rara. Dia lahir di Medan 24 Agustus 1988. Dia tinggal di Jalan Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara. Kedua pelaku sudah ditangkap.
Segera setelah terjadi penyerangan tesebut, Wiranto dievakuasi dengan menggunakan helikopter ke RSPAD Jakarta.



Terkait
MA Koreksi Kasus Timah: Kerusakan Lingkungan Rp271 Triliun Bukan Kerugian Negara
MA Koreksi Kasus Timah: Kerusakan Lingkungan Rp271 Triliun Bukan Kerugian Negara
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi da
Perbatasan RI–Malaysia di Kaltara Dinilai Rawan, Umbu
Waduh... Menhaj Akui Hadapi Banyak "Titipan Kepentingan
Lainnya
Gelang Merah, Kuning, Hijau Jadi Penanda Kondisi Korban KM Virgo
Gelang Merah, Kuning, Hijau Jadi Penanda Kondisi Korban KM Virgo
KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah
Imbas YIM Dukung Jokowi: Ratusan Caleg PBB Disebut Meng
Malaysia Cari Raja Baru Usai Sultan Muhammad V Mundur
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung