Ah, Dikau Tuan Menteri

Alwira Fanzary
Rabu, 15 Mei 2019 20:54:02
Ilustrasi (Net)

Dengan enteng. "Gubernur kalau ada dana juga tidak masalah. Dari bupati juga bisa"


"Di sini kan ada banyak minyak nya"

"Dana kami ada, tapi ini kelebihan kapasitas di mana-mana"


"Dana pemda juga dari Jakarta, ada dana bagi hasilnya"

"Ini namanya sinergisitas"

Baca: Prabowo Targetkan 70 Ribu Polisi Hutan, Rekrutmen 21 Ribu Personel Dimulai Tahun Ini

Kata Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan HAM.

Usai Rutan Siak dibakar napi. Perlu biaya pembangunan. Rutan dan Lapas overkapasitas. Semua. Dimana-mana. Tembang lama.

"Ndak tau saya itu"

"Kebijakan Kanwil"

"Bukan kita"

Baca: Abu Anak Krakatau Meluas, 6 Bandara Ditutup Termasuk Husein Sastranegara

Kata Syamsuar, gubernur Riau.

Dua jempol tuk sang gubernur. Tapi saya yakin tidak diucapkan didepan Yasonna. Kalau itu ucapkannya di hadapan Yasonna, satu jilid jempol tuk Syamsuar. Berkelas. Setidaknya yang tampak dipermukaan.

Apa yang diucapkan Yasonna, menjadi representasi perlakuan Jakarta selama ini. Pada bumi Riau ini. Puluhan tahun.

Apa yang menjadi tanggung jawab pembiayaan APBN, malah dibiayai APBD. Bahkan tanpa sharing budget. Yang terbaru saja: Dua gedung institusi hukum berdiri megah di ibukota provinsi.

Dua flyover dan jembatan. Juga di ibu kota provinsi. Yang juga harusnya pembiayaan pusat, atau minimal sharing budget. Tapi satu rupiah haram gunakan APBN.

Baca: Kemhan Jelaskan Alasan Logo Kementerian Terpasang di Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam

Yasonna cakap minyak banyak disini. Ya minyak. Tidak sadar, atau pura-pura tidak sadar. Bumi tempat kami berpijak ini sudah sekarat. Merintih. Puluhan tahun isinya diangkut ke Jakarta. Dan yang sisa ini pun juga mau disungka sampai kering. Banyak alasan tuk limpahkan pengelolaannya pada daerah. Tamak.

Yasonna cakap dana pemda dari Jakarta. Ada dana bagi hasilnya.

Ah bagaimana cara berpikir tuan menteri satu ini. Tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Dana bagi hasil itu sejatinya punya daerah. Dari daerah dibawa ke Jakarta. Semuanya.

Lalu dipotong sejadi-jadinya. Lalu dikembalikan ke daerah sisa-sisanya. Lalu mendapatkannya pun sesusah-susahnya: 1,7 triliun rupiah DBH Riau tahun 2017 belum juga ditransfer.

Bukan Jakarta biaya daerah. Tapi daerah lah yang biaya Jakarta itu.

Baca: Pajak Marketplace Ditunda, Ekonom: UMKM Bisa Bernapas Jaga Arus Kas

Kita buktikan konsistensi Syamsuar. Perlu waktu. Tentang prioritas pembangunan. Tentang Prioritas pembiayaan. Ke depan. Kurangi berlagak Riau ini kaya raya. Sehingga dengan mudah biaya yang tidak wajib dibiayai. Seperti gubernur sebelumnya.

Di Indragiri sana, guru-guru pelosok masih digaji ratusan ribu. Di Kampar sana, ditemukan jalan berlumpur itu tidak aneh. Tak ada yang perlu ditakuti pada penguasa di Jakarta. Jika benar.

Saya penggal puisi Datuk Seri Pujangga Utama, Sutardji Calzoum Bachri, untuk mu gubernur Syamsuar.

"Daging kita satu, arwah kita satu,
walau masing jauh,
yang tertusuk padamu berdarah padaku".


Alwira Fanzary Indragiri
Ketua OKP Lingkar Anak Negeri Riau (LAN-R); Wartawan



Terkait
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan Haji 2026 Namun Memberikan Catatan Perbaikan
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat Puji Pelaksanaan Haji 2026 Namun Memberikan Catatan Perbaikan
Gangguan Besar, Sebagian Pulau Sumatera Mati Lampu: Ber
Guru Besar IPB Desak Dapur MBG Lebih Banyak Dikelola UM
Update Bencana Sumatera per 31 Desember oleh BNPB: Korb
Lainnya
9 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026, Pukat UGM Soroti Mandulnya Pengawasan DPRD
9 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026, Pukat UGM Soroti Mandulnya Pengawasan DPRD
KH Muhammad Mursyid Lolos Verfak DPD Riau, Siap Menangk
ICS Pekanbaru Resmi Perkenalkan Gedung Baru, Hadirkan F
Syahrul Aidi Soroti Aturan Pemerintah Pusat Yang Tumpan
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pendidikan
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tek
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hi
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I